Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Teleskop 2015

Kok teleskop? Begini ya... Sebagai mantan astronom, saya pernah menggunakan teleskop sebagai alat optik untuk melihat benda-benda langit terutama bintang (zaman penelitian tugas akhir dulu). Cara kerja teleskop yang menggunakan cermin atau lensa adalah dengan menampung cahaya bintang dan sampailah ke mata (ini saya malas jelasin prosesnya secara saintifik dan kalian juga pasti malas baca). Karena jarak yang sangat jauh hingga ribuan tahun cahaya, justru cahaya bintang yang sampai ke mata saya itu merupakan cahaya yang terpancar ribuan tahun lalu. Mungkin saat ini bintang tersebut malah sudah meledak, meredup, dan menjadi bintang katai putih atau black hole. 
Maka sejatinya, mengintip teleskop adalah menilik masa lalu. Seperti postingan kali ini tentang apa-apa yang terlewati dalam hidup saya setahun lalu. 
Januari: Sidang thesis. Februari: Novel Gloomy Gift terbit. Maret: Wisuda. April: Agak lupa, tapi lagi sering pergi-pergi jumpa pembaca dalam rangka tour promosi novel baru gitu deh.. M…

Pendaftaran Haji

Dua hari lalu, saya dan adik-adik daftar untuk jadi calon jemaah haji. Kenapa? Simpel aja sih, selain memenuhi panggilan Allah, kami juga dari dulu punya cita-cita ingin haji saat masih muda agar stamina masih kuat. Mengingat sekarang antrian haji semakin lama bahkan sampai belasan tahun, itungannya nanti pas haji udah tua juga. 
Saya mau share pengalaman daftar haji di KOTA BOGOR yang alhamdulillah bisa dilakukan dalam satu hari, tapi… ya gitu deh kayaknya kalau ngga ada bumbu birokrasi nan rempong ala Indonesia ibarat nongkrong di kafe tapi nggak dapet wifi.
Persyaratan daftar haji ini cukup simpang siur dan nggak update, menurut saya. Saya googling dari website resmi kemenag pun nggak ketemu (atau saya nggak mahir cari), informasi banyak dari para blogger & isinya tidak seragam. Wahai KEMENAG, tolong dong perbaiki perihal persyaratan  pendaftaran haji ini agar informatif dan seragam seluruh Indonesia. Berdasarkan pengalaman ortu, katanya cukup ke bank dulu bawa KTP & Kartu…

ASEAN Trip (3): Backpacking Delta Mekong, Vietnam

Sore hari tanggal 21 Oktober 2015, pesawat yang saya tumpangi mendarat di bandara Tan Son Nhat, Ho Chi Minh City, Vietnam. Proses imigrasi cepat & lancar, keluar dari bandara langsung cari ATM ambil duit, kemudian naik bis nomor 152 menuju wilayah Bui Vien tempat saya menginap. Bis ini semacam bis damri gitu, murah, tampilan mirip-mirip kopaja, tapi jangan salah… bersih dan ber-AC! 
Ho Chi Minh baru saja diguyur hujan, adem. Selama perjalanan di bis, saya agak kaget dengan bendera palu-arit di sepanjang jalan utama (di mana-mana, lebih tepatnya), bersamaan dengan bendera negara (bintang). Sebagai generasi90an yang terkontaminasi Orde Baru dan doktrin akan paham komunis serta cerita muram PKI, rasanya agak gimana gitu sih. Tapi ya sudahlah, akhirnya saya sampai di hostel yang menjadi hostel paling kece selama perjalanan Asean Trip ini. Dapat dorm di lantai 6, saya baru sadar kalau bangunan di kota ini tinggi-tinggi, tapi lebarnya kecil. Mungkin luas tanah mahal kali ye..
Hostel ny…

ASEAN Trip (2): Backpacking Phuket-Patong

Phi-phi Island Tour
Malam sebelumnya saya udah keliling sekitaran Bangla Road untuk cari tour Phi phi, harganya rata-rata 1600 baht, paling mentok 1,400 baht, dan akhirnya dapat 1,350 baht. Senin 19 Oktober pagi, sudah ada van yang menjemput ke penginapan, on time. Salah satu hal yang saya suka dari Thailand adalah kedisiplinan mereka akan janji & waktu. Tahun lalu saat ke Bangkok & Pattaya pun, segala macam aktivitas selalu tepat jadwal. Bukan hanya yang berhubungan dengan fasilitas umum, tapi memang attitude masyarakatnya aja. 
Sampai di pantai (saya lupa namanya), saya dan penumpang van lain diberi benang wol warna kuning untuk dijadikan gelang. Tiap penumpang speed boat memakai warna gelang berbeda. Sebelum berangkat, guide kapal (Mr. Ring) menjelaskan banyak hal dengan bahasa Inggris aksen Thailand (pokoknya ya gitulah kedengerannya, kadang nangkep maksudnya lebih seringnya saya bingung), mengenai rute, waktu di tiap lokasi, fasilitas, bahkan memberi kami antimo. Sekitar …

ASEAN Trip (1): Backpacking Jakarta-Singapura-Phuket

Singapore (Changi): Heaven of Duty Free Minggu pagi 18 Oktober 2015, saya bertolak dari Soekarno Hatta menggunakan maskapai Harimau Udara menuju Phuket dengan rute transit di Singapura selama kurang lebih 5 jam. Tidak perlu diceritakan lah ya bagaimana oh-so-wow nya Changi, sudah tenar kredibilitas bandara di negara mungil ini memanjakan para traveler. Bahkan saat saya tiba, masih banyak manusia bergelimpangan di sudut-sudut bandara alias mereka yang menginap untuk penerbangan selanjutnya. 
Awalnya saya ingin ikut free tour Singapore yang disediakan pihak Changi, namun apadaya untuk jadwal yang diincar sudah habis. Hiks.. Jadilah, selama transit cukup puas mengelilingi taman-taman indah, mewarnai gambar (sebenarnya ini fasilitas untuk anak-anak, tapi ya sudahlah tampang saya masih baby face) dan pastinya belanja make up di Duty Free #uhuk. Ya gimana dong, gerai Duty Free itu banyak banget dan menggoda iman. Hihihi.. Saat akan boarding, pengecekan cukup rempong sampai saya harus membon…

Why ASEAN? (Intro)

Awalnya, saya hanya berencana menyambangi Ubud Writers & Readers Festival bulan Oktober lalu, sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Ubud merupakan salah satu kota yang bisa membuat saya rileks, tenang, dan cocok untuk menjernihkan pikiran. Apalagi kalau pergi sendiri. Kontradiksinya, beberapa bulan lalu saya justru sedang suntuk dengan urusan tulis-menulis dan para sahabatnya. Kalau saya ingin ‘semedi’ tapi datang ke acara yang berhubungan dengan apa yang membuat saya suntuk, ga jadi dong refreshingnya. 
Akui saja, bahkan aktivitas menyenangkan yang kita sukai saja bisa menjadi menyebalkan dan kita perlu menjaga jarak sejenak. Ibarat sebuah hubungan, kadang perlu jarak agar ada rindu, agar cinta tetap tumbuh seiring waktu. (Kemudian baper karena jomblo).
Di sisi lain, saya sebenarnya punya rencana backpacking ke Eropa. Tapi karena paspor baru perpanjangan, kok jadi kosong gitu.. Sedih paspor sepi cap dan agak gengsi kalau mau apply schengen tapi isi paspor bersih. Lalu melihat ada…

I'm Home

What I love the most from traveling is be a stranger and meet strangers. Setelah 16 hari berkelana menapaki seuprit bagian Bumi di ASEAN dengan jalur darat, laut, dan udara, akhirnya saya pulang dengan selamat sehat wal afiat. Ini perjalanan terlama meninggalkan rumah dan menjadi pengalaman istimewa. Banyak hal seru, lucu, senang, dan mengkhawatirkan yang terjadi. Dari kota modern yang setiap sudutnya ada wifi gratis sampai menembus hutan malam-malam yang membuat saya bahagia hanya karena melihat sepijar lampu. Ada banyak cerita yang saya ingin bagi di blog ini, nantiiiii.. karena sekarang masih harus kembali mengurusi Tenda Destarata. Pastinya, saya senang menjadi backpacker karena berkesempatan bertemu backpacker lain.



Love is real, real is love. -John Lennon-

Cuti

Intinya, saya sedang ingin cuti menulis novel. Writer's block? Oh bukan, otak saya semacam mesin yang tidak pernah berhenti memunculkan ide-ide. Bahkan ada kebiasaan absurd seperti "saya lagi tidur-mimpi-dapet ide dari mimpi-bangun setengah nyawa-ngetik ide di hp-dan saat pagi bangun saya bahkan tidak sadar pernah menuliskan ide itu". Sayangnya, saya lagi malas menulis. Malaaaaaassssss sekali.
Mungkin penyebabnya karena rasa kecewa, pada beberapa hal, beberapa pihak, diri sendiri. Kecewa yang berujung pada muram durja dan menyibukkan diri pada hal lain alias mengurusi bisnis. Entahlah, cari uang dengan bisnis seperti menjadi healing tersendiri selain menulis. Soalnya setelah punya uang jadi bisa jalan-jalan.
Ah, mungkin saya hanya sedang butuh piknik. Minggu depan mau piknik keliling ASEAN. Semoga bisa menghilangkan sindrom malas menulis ini. Meski sepertinya kalaupun ada tulisan atau novel yang dihasilkan, saya sedang memilih untuk tidak menerbitkannya dulu. 

ps: yang n…

[TIPS] Mengatur Uang a la Rhein

Di postingan tentang backpacking, ada yang minta tips mengatur keuangan versi saya padahal profesinya penulis merangkap pengangguran dan pebisnis ala-ala. Hahaha... Baiklah, akan coba saya share menurut pengalaman ya..  Sebenarnya, saya sama seperti orang-orang terutama cewek-cewek pada umumnya sih: suka belanja padahal belum tentung barangnya guna. Muahahaha... Oke, ini dia kebiasaan-kebiasaan saya kalau urusan duit.
1. Nggak bisa pegang uang cash & semi cash (tabungan yang bisa diambil mudah seperti ATM, m-banking, gesek debit). 2. Suka belanja karena laper mata. 3. Punya kemampuan pencatatan keuangan yang cukup baik. Ya kalau ngga punya, gimana bisa ngurus keuangan perusahaan keluarga, yes? Walaupun Tenda Destarata masih level UKM (Usaha Kecil Miliaran #plak, tapi AAMIIINN). 4. Anti-HUTANG
Dengan tiga kebiasaan di atas, saya membagi managemen keuangan pribadi menjadi dua hal:
FINANCE ATTITUDE Di bagian ini saya mau cerita gimana sih perlakuan saya terhadap uang dalam keseharian…

Perseteruan Sepersusuan

Jadi ceritanya, karena perempuan Indonesia seusia saya kebanyakan sedang dalam tahap memiliki buah hati yang lagi lucu-lucunya, tentu laman facebook saya pun sering dihiasi oleh segala pernak-pernik bumil-busui (istilah kerennya). Salah satunya adalah tentang pemilihan susu untuk bayi usia sekian sampai sekian, ASI, ASIP, sampai para bayi yang udah lulus S1-S2-S3. 
Tentu teman-teman saya para mahmud (mamah muda) ini sering share link-link berita, artikel, posting status atau komen menurut pendapat masing-masing. Sebagai perempuan single, saya sih nggak pernah ikut komentar, ya karena ga ada ilmu & pengalaman juga. Paling hanya memperhatikan pola tren apa-apa yang sering jadi pembahasan para mahmud. Yang sering dibahas itu: Ibu di rumah vs Ibu bekerja atau ASI vs Sufor vs UHT.
Suatu hari karena saya tertarik pada sebuah status/link artikel FB teman yang komentarnya rame banget urusan ASI vs Sufor vs UHT sampai-sampai para mahmud ini ada yang memberi argumen penelitian profesor X b…

Ajakan Backpacking 1/2 ASEAN

Halo teman-teman penggemar jalan-jalan. Saya ada rencana jalan-jalan ke 5 negara ASEAN nih. Sendirian. Kemudian daripada itu saya mau ngajak siapa tahu ada backpacker yang juga kebetulan pas libur, dapet cuti kerja, ada duit, atau emang waktu lowongnya banyak kayak saya, mau ikutan jalan-jalan juga. Berikut tanggal & rute yang akan saya jalani nanti.
18 Oktober: Jakarta-Singapura (transit)-Phuket (pake pesawat, di Phuket 3D2N) 21 Oktober: Phuket-Bangkok (transit)-Ho Chi Minh City (pake pesawat, di Saigon 5D4N) 25 Oktober: Ho Chi Minh City-Phnom Penh (pake bis, di PP 2D1N) 26 Oktober: Phnom Penh-Siem Reap (pake bis, di SR 4D3N) 29 Oktober: Siem Reap-Bangkok (pake bis & kereta, di Bangkok 1N) 30 Oktober: Bangkok-Penang (pake kereta, perjalanan nyaris 24 jam, jadi kita bobo di kereta antar negara, iyes) 31 Oktober: Penang-Kuala Lumpur (pakai kereta, lagi-lagi bobo di kereta) 1-2 November: Kuala Lumpur (2D1N). Tanggal 2 sore balik Jakarta. TOTAL: 16D15N | 6 Negara 9 Kota.
Untuk j…

Writing Action Novel: Apa Bedanya? (part 1)

Di sela-sela musim kawin resepsi pernikahan dan 17 Agustusan yang mengakibatkan aktivitas Tenda Destarata cukup padat, saya mau share sedikit tentang tips nulis.
Yang udah paca baca Gloomy Gift pada tau dong novel itu termasuk dalam kategori apa -selain romance. Action or suspense novel, name it. Saat beberapa kali saya diajak kumpul-kumpul sama penggiat buku, banyak pertanyaan yang muncul tentang bagaimana menulis novel action/suspense? Seperti yang kita tahu novel jenis ini masih sangat jarang di Indonesia, baik dari segi penulis atau peminat (dibandingkan novel romance). 
Saya akan mulai dari apa yang membedakan secara garis besar teknik menulis romance dan action (karena saya baru pengalaman menulis di 2 tipe tersebut). Saat menulis romance, saya memfokuskan diri pada bagaimana menyajikan cerita yang bisa membuat perasaan pembaca teraduk-aduk. Salah satunya adalah dengan menjelaskan isi kepala dan perasaan karakter dalam novel. Contoh: 
"Oke, aku pergi dulu, ya!" Halya n…

Saya & Tenda Destarata

Seperti biasa, minggu di akhir bulan adalah masa-masa di mana saya harus berurusan dengan benda yang paling bisa bikin orang sensitif di dunia: UANG. Alias saya harus membuat laporan keuangan perusahaan. Seperti hari ini, ketika bermesraan dengan excel ditemani Ibu (beliau membuat rencana kerja untuk pegawai). Sempat terjadi percakapan,
Ibu: Berapa total bulan ini? Me: Sekian juta Ibu: Alhamdulillah. Lumayan lah untuk ukuran bulan puasa yang biasanya sepi order. Me: Sepi gini juga bikin laporannya sama pusingnya. Tapi Bu, kita ngitung stress gini ketauan duit sendiri ya? Coba bayangin karyawan yang ngitung duit begini dan duit orang lain? Duit bosnya? Ibu: *begidik* Iya ih. Mana uang yang diitung lebih banyak, lebih stress. Me & Ibu: Hahahaha...
Semenjak meninggalkan dunia office hour nine to five, saya membantu orang tua menjalankan bisnis keluarga yang nggak seberapa. Masih terhitung UKM lah. Karena saya udah sekolah, jadi biasa ngurusin bagian keuangan, mulai dari ngitung pemasukan-…

Tips Belajar IELTS (yang ngga berhasil-berhasil amat)

Setelah lebih dari 2 minggu, akhirnya saya cukup bisa move on dari keterpurukan yang disebabkan oleh nilai IELTS yang tidak sesuai impian (dan syarat masuk univ incaran). << Lebay.
Sesuai curhat sebelumnya, saya seharusnya tidak perlu menulis postingan ini karena score band IELTS tidak mencapai 7.00. Tapi..tapi..tapi.. Nggak apa-apa deh ditulis supaya pembaca bisa mengambil hikmah, hidayah, dan barokah mumpung edisi Ramadhan dari pengalaman saya. Di sini saya akan cerita bagaimana cara belajar sebelum menghadapi IELTS dan realita saat tes berlangsung. Oiya, saya nggak ikut les bahasa Inggris sebelum tes. Semuanya total belajar intensif sendiri. Cekidot, gan!
IELTS terdiri dari 4 section: Listening (40 menit), Reading (60 menit), Writing (60 menit), Speaking (interview dengan orang asing 15 menit). IELTS juga dibagi 2: academic (bagi yang ingin kuliah) dan general (bagi yang cari kerja). Saya mulai belajar IELTS kurang lebih 1 bulan sebelum tes berlangsung (13 Juni). Bagi yang j…

Ulang Tahun, IELTS, dan Pucing Pala Plincess

Kalau menilik postingan-postingan lama, sepertinya saya punya kebiasaan menulis tentang ulang tahun dan ceritanya macam-macam ada yang seru bahkan ada yang biasa saja. Tahun ini alias hari ini, mau nulis tentang cerita hari ulang tahun juga, tapi nggak banyak-banyak soalnya hari ini capek banget. Habis ngapain emang? Ngapain coba??
Iya, saya daftar tes IELTS tepat di hari ulang tahun. Jadilah sebelum subuh saya sudah bangun, siap-siap, sholat, dan langsung meluncur ke stasiun untuk berangkat ke Jakarta, tepatnya IALF di menara selatan plaza kuningan Rasuna Said untuk tes jam 07.30. Terus gimana tesnya? Gimana coba??
SUSAAAAHHHH T_T... Saya emang nggak ikut kursus dulu sebelumnya, belajar otodidak aja melahap buku-buku Cambridge & nonton Youtube. Salah satu kelemahan yang sudah diprediksi adalah writing section. Oh jangan disangka karena saya penulis lalu menulis dalam bahasa Inggris apalagi untuk analisis data yang diperlukan dalam tes IELTS bisa saya lalui dengan mudah. Ini adal…

Dansa Masa Lalu Officially Published for FREE!

Hai! :D
Dari dulu saya selalu ingin memiliki novel yang bisa dibaca oleh banyak orang tanpa mereka kesulitan mendapatkannya. Untuk mencetak sendiri dan bagi-bagi gratis jujur saya belum mampu secara finansial (semoga suatu hari nanti, untuk pembaca di pelosok Indonesia yang kesulitan akses). Baru dalam bentuk online ini saya mampu. Karena bagi saya, apalah artinya menulis selain untuk berbagi :)
Seperti yang sudah saya gembar-gemborkan beberapa waktu lalu (bagi follower di twitter atau wattpad pasti tahu), akhirnya saya jadi juga me-launching novel Dansa Masa Lalu ini. Yeaayy! 
Novel ini bisa didownload gratis, hanya perlu 'membayar' dengan share di twitter atau facebook kalian. Formatnya pdf yang bisa kalian simpan di PC, laptop, atau ponsel, sehingga bisa dimana saja kalian sempat. Ceritanya masih sama seperti di wattpad.com/rheinfathia, dan tidak dihapus juga yang di sana. Hanya lebih mudah diakses karena bisa dibaca secara offline.

Novel ini saya tulis & terbitkan sen…

Untuk Kamu-Kamu yang Tidak Pintar

Zaman saya SMP sempat nge-tren adanya award semacam cewek tercantik, cowok terganteng, cewek tergaul, cowok terramah, dsb. Saat itu saya juga menang award, lho... jadi cewek ter-lemot alias lemah otak alias tulalit alias loading lama. Hahaha.. Dan emang bener sih, kala itu (sampai sekarang, meski nggak separah dulu) saya sering merespon sesuatu hal baru dengan kata pamungkas, “Hah? Hah?” dengan tampang boloho :))
Dari kecil saya nggak terlalu suka belajar akademis, apalagi di kelas. Lebih suka baca komik, majalah, novel, main, mengkhayal, jalan-jalan, atau membuat prakarya. Ibu juga bilang kalau saya bukan anak yang pintar, pun sampai sekarang punya kelemahan susah fokus saat di keramaian. Tapiiii... tapiii.. saat SD selalu ranking 3 besar, masuk SMP & SMA favorit dan mendapat peringkat 10 besar, lulus kuliah dari UI. Sombong kamu, Rhein! Itu namanya pintar!
No! Trust me, I’m not that smart dan kadang bingung kenapa bisa mencapai hal-hal yang mungkin termasuk wow untuk sebagian or…