Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2009

Akhirnya...

Akhirnya, Alhamdulillah orang tua ku sudah pulang dari serangkaian ibadah haji. Pulang setelah 40 harian meninggalkan anak-anaknya. Pulang dengan sehat dan selamat... Love u Pak, Bu...

Akhirnya, si adek dari bandung pun ikutan cepat-cepat pulang karena takut kehabisan oleh-oleh dari tanah Arab sana. Hahaha... Dan semua keluarga berkumpul lengkap kap setelah sekian lama..

Akhirnya, kuliahku selesai sudah. Semoga benar-benar menjadi hari terakhir aku kuliah, dan semester depan tinggal mengerjakan skripsi. Ibu sudah nggak sabar pengen lihat aku dandan pas wisuda. *Aduh bu, ga dandan juga udah cantik gini kok :p

Akhirnya, aku bisa menikmati long weekend bersama keluarga...

Alhamdulillah...


Love is real, real is love. -John Lennon-

si Tokek

Di rumah gw, ada banyak banget tokek. Tau tokek kan? Itu loh cicak raksasa. Entah sejak kapan keberadaan tokek ini jadi fenomena (jiah.. ni bahasa) tersendiri di rumah gw. Dari suaranya "tokek..tokek...tokek..." yang biasa dijadikan bahan tebak-tebakan seperti: tokek (Rhein cantik).. tokek (Rhein manis)... tokek (Rhein pinter). Ataupun jadi bahan taruhan apakah pertandingan softball adek gw bakal menang atau kalah. Tokek (menang)... tokek (kalah)... tokek (menang)... Dan jangan salah, keberhasilan gw masuk SPMB dulu pun terinspirasi dari tokek ini. Weitz, berarti ni tokek udah lama juga ya di rumah gw. Secara gw kuliah udah 4 tahun lebih. Hahaha...

Bentuk dan warna tokek di rumah gw pun berbagai macam. Ada yang kulit dasarnya putih pucat dengan bintik-bintik warna merah, kuning, hijau (lampu lalu lintas kalee), atau pun warna kombinasi. Bapak yang paling suka sama tokek warna-warni ini. Artistik menurut beliau. Tapi ada juga yang warnanya gelap. Tokek paling menyeramkan yang…

Idul Adha dan Home Alone

Well, tidak sepenuhnya Home Alone memang. Masih ada 2 adik, 2 pembantu, 1 paman, dan 4 pegawai perusahaan tiap harinya. Ramai sekali bukan rumah Rhein?

Semua berawal dari Bapak Ibu yang akan berangkat menunaikan ibadah Haji. Segala persiapan mulai dari daftar ini itu, belanja segala macam, undangan pengajian-pengajian, silaturahmi dan maaf-maafan, sampai packing koper yang isinya segala macam makanan udah kayak mau mengungsi ke Kutub Utara. Ditambah banyak banget yang nitip 'n minta macem-macem ke bapak ibu. Mulai dari nitip doa, kerudung, mukena, sampai emas. OMG... Kami (putra-putrinya) minta apa? Kami cuma minta bapak ibu sampai ke rumah lagi selamat dan sehat! Aamiin..

Lalu, dimulai lah hari tanpa kedua orang tua tercinta. Awalnya, semua berjalan tampak lancar. Meski Rhein agak-agak njelimet tiap kali memeriksa dan mengontrol perusahaan. Bolak-balik Depok-Bogor, kuliah sampai malem, tugas-tugas, TA yang cuma tersentuh seujung kuku, dan belanja (upzz...). Awalnya, bisa foya-foya …

5 (five)!

5 things I desperately want to do:

1. Pacaran
2. Naik gunung, liat sunrise
3. Backpacking
4. Belanja
5. Karaoke-an

Semua dilakukan sampe mampus!

Love is real, real is love. -John Lennon-

Unstable Feeling

Nowadays, I'm not in a good mood.

Tiba-tiba napsu belanja meningkat, apa-apa pengen dibeli. Untunglah gw lagi bokek jadinya napsu itu sedikit tertahan *sedikit doang*. Gw jadi lebih sensitif, omongan orang nggak enak dikit, jadi dipikirin banget-banget, diambil pusing. Bikin capek otak yang udah capek. Hobi ngemil muncul kembali, untunglah berat badan nggak naik. Muncul rasa nggak suka pada sikap beberapa teman. Bukan benci, bukan... Hanya nggak suka. Annoying... Huff... Tugas...oh.. Tugas...

Dan akhirnya lari ke kopi.. Ooohh.. I really love black coffee...

SIM SALABIM! TA GW SELESAI!!
(nggak terkabul)

Love is real, real is love. -John Lennon-

Rindu pada Bintang

Kali ini Rhein bukan bicara tentang rindu pada si pacar, ya...

Humm...Semalam baru pulang dari acara Astronomi di SMANSA, almamater tercinta. Malam minggu, astronom biasa mangkal dunk, ya. Mencari sepiring emas dan semangkuk berlian gitu *ngelantur*. Back to topic, dan pagi ini, Rhein kembali merasa rindu. Rindu pada komunitas Astronomi yang Rhein miliki. Yang biasa Rhein kunjungi ketika rasa lelah dan penat mendera. yang Rhein jadikan tempat pelarian dan mengadu saat bosan dan suntuk melanda. Menggila dengan diskusi-diskusi hangat tentang langit, bepergian dan menclok kesana kemari mencari spot yang langitnya bersih serta indah. Aaahh... Bintang...

Dipikir-pikir, sudah berapa lama ya Rhein tidak melakukan kegiatan itu? Cukup lama sepertinya. Kalau ditanya alasan, jawabannya adalah klasik: sibuk di kampus. Fiuuhh... Sibuk ngapain? Ya sibuk kuliah. Jadwal kuliah yang bisa sampai jam 7 malam baru pulang, tugas, dan saat wiken, rasanya pengen tidur seharian di rumah daripada ke planetarium…

Sembunyi

Ini adalah tulisan pengisi waktu luang ketika jadwal kuliah Teori Medan Klasik sedang kosong. Ah, saya kecewa.... *o-ow benarkah??*

Akhir-akhir ini, entah kenapa penyakit atau syndrome sakit jiwa yang saya derita sedang kambuh. Ups, sakit jiwa gila begitu? Well, yah... tiba-tiba jadi sering sensitif, punya pikiran aneh-aneh, asyik dengan dunia imaji sendiri, membentuk suasana-suasana yang tadinya simpel menjadi ribet, dan tiba-tiba merasa dunia nyata yang begitu banyak tanggung jawab terlewat begitu saja. Efeknya? Saya masuk angin! Aiiihh.. Nggak nyambung ya? Pokoknya ni perut mual-mual dan mules nggak jelas.

Kondisi pada sekitar, menyebabkan saya lebih sering pasang tampang "flat". Senyum tidak, jutek sedikit. Agak-agak nggak fokus dengan apa yang orang bicarakan. Lalu, saya kembali lebih suka menyendiri. Sembunyi. Kosan begitu nyaman untuk jadi tempat 'gluntungan', tempat cozy saat bermain dengan imaji sendiri. Saya menikmati...

Aaahhh... Mungkin ini efek terlalu miki…

Alasan

Saya sering bertanya-tanya pada diri sendiri, apa ya alasan saya menulis? Karena hobi, bakat, atau cari duit? Ya, semua mungkin ada benarnya. Namun itu bukan alasan utama. Saya menulis karena kebutuhan, butuh untuk mengungkap rasa. Membuka dan memilah pemikiran-pemikiran di otak yang seringkali tak sempat terucap oleh pita suara.

Sejak dulu, saya punya kelemahan dalam hal mengungkap segala macam emosi dan pemikiran secara verbal. Karena untuk bisa bicara, saya butuh merasa nyaman. Dan sulit sekali mencari rasa nyaman itu ternyata. Maka, saya lebih sering terdefinisi dalam diam.

Tapi saya sadar bahwa mengungkap emosi itu sangat penting untuk kebaikan psikologis. Maka, sejak kecil saya sudah suka menulis diary. Semua hal yang tidak pernah saya ceritakan ke orang lain, tumpah dalam tulisan-tulisan saya di diary kecil yang punya model lucu-lucu. Perasaan saya, suka, duka, gembira, tangis. Pemikiran-pemikiran saya, opini, pertanyaan, prasangka-prasangka, bahkan makian. Eh, sekarang masih ter…

Pasangan Beda Dunia

Suatu sore, ngabuburit nunggu buka puasa.

Aku : Mas, aku pengen ke kutub utara!
Mzku : Hah?! Jauh amat...
Aku : Hmm.. Iya sih...
Mzku : Emang mau ngapain ke sana?
Aku : Pengen liat aurora...
Mzku : Ooohh... Aurora itu siapanya Aura Kasih, ya?
Aku : *Ngakak guling-guling... hahahahahahaha....

Love is real, real is love. -John Lennon-

She

Seorang gadis. Rambut ikal dikuncir cempol. Kacamata minus. Laptop menyala. Secangkir cokelat panas pengganti kopi. Dalam otaknya, menari-nari peri imaji.

Dalam sunyi...

Love is real, real is love. -John Lennon-

Pecinta Buaya

Suatu sore, tersebutlah dua gadis cantik berbincang ringan di sebuah warung pecel.

gadis 1: Nih ya, gw bilangin. Sebaik-baiknya cowok, semanis-manisnya cowok, mereka tuh sama aja, tetep buaya!
gadis 2 : Dan sepinter-pinternya cewek, selogis-logisnya cewek, tetep aja mereka pecinta buaya...
gadis 1 & 2: (Terdiam sejenak, lalu tertawa terbahak)

Love is real, real is love. -John Lennon-

Dua Bulan

Dua bulan lalu, kami berdua masih sama-sama gadis ababil. Dengan tingkah laku nggak jauh beda dengan gadis-gadis lainnya. Nongkrong sana-sini, kelayapan dari resto ke resto, cafe ke cafe, ketawa ketiwi, gosip bergosip, bermain dengan para lelaki. Dua gadis cantik, bahagia dan menikmati kehidupan hedonisme-nya. Meski tak jarang itu hanya untuk lari dari masalah dan air mata.

Dua bulan lalu, masih terasa ringan semuanya. Saling dukung, cinta, dan doa. Terasa manis bahagia. Dua bulan lalu, masih begitu.

Dua bulan kemudian, waktu terasa singkat terlalui. Begitu banyak kejadian-kejadian silih berganti. Terasa benar-benar cepat. Oh, tidak terasa malah. Hingga tiba-tiba semua jadi seperti ini. Keputusannya, keputusanku, keputusan kami. Dan sekejap saja, "SPLASH!!" dunia kami begitu berubah. Ada tangis dan tawa di sana. Terasa gugup dengan permainan Tuhan yang sebegitu cepatnya. Benar-benar yah.. Kun fa yakun! Allah Maha Besar, pengendali segalanya.

Dua bulan kemudian, yaitu kini. Masi…

-_-

Writing Novel on Progress


||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||| 80%


Love is real, real is love. -John Lennon-

Candu

Pasangan pecandu, pasangan bandel.

Aku candu kopi, kamu candu rokok. Aku lemah jantung, kamu tak sehat paru-paru. Dan candu itu, makin merusak. Tapi kita sama-sama mau belajar dan berusaha menghilangkan candu itu, kan? Aku percaya kita bisa. Meski seringkali aku masih merengek meminta kopi.

Candu oh, candu...

Selalu kuingat, ketika kamu berkata, "Kalau kamu pengen kopi, ya aku juga pengen rokok!". Fiuuuhh... "Kalau gitu, aku pengen es krim," pintaku. "Boleh, asal bukan es krim rasa kopi," jawabmu. Ah, tahu saja kalau itu salah satu akalku untuk merasakan kopi.

Kalau begitu, aku candu kamu saja. Dan kamu candu aku... Bagaimana, hmm? :)

Love is real, real is love. -John Lennon-

Love Me Tender

Sama seperti nama blog Rhein ini, kan? Saat awal setting blog ini, bingung juga mau ngasih nama apa. Kalau nama "Little Star" udah di blog lama. "Bintang Kecil" juga udah ada. Tadinya namanya "My Name is Rhein". Tapi kok ya kesannya agak narsis lebay gitu yah. Hahaha.. Akhirnya, 'si ehem' ini mengusulkan nama "Love Me Tender" yang artinya kira-kira 'cintai aku dengan lembut'. Ok juga.. Karena ku pikir semua orang suka dicintai dengan lembut. Bukan begitu, bukan?

Nah, saat iseng-iseng baca novel jadul milik Ibu, ternyata baru tau kalau "Love Me Tender" ini salah satu judul lagu yang pernah dinyanyikan Elvis Presley pada tahun 1956. Wow! You took the right name, Dear.. Hehehe.. Pluuuussss.. Lirik lagunya romantis pula. Ini nih liriknya:


Love me tender,
Love me sweet,
Never let me go.
You have made my life complete,
And I love you so.

Love me tender,
Love me true,
All my dreams fulfilled.
For my darlin I love you,
And I always will.

Pacaran

Sebuah percakapan singkat via chatting dengan Kak Ayu, ketika Rhein sedang ngbrol di telepon dengan seorang pria di malam minggu. Kira-kira begini:

Kak Ayu: Hei, malam minggu nggak kemana-mana nih?
Rhein : Nggak, kak.
Kak Ayu: Nggak ada acara pergi kemana gitu?
Rhein : Nggak. Tapi ini lagi telpon-telponan. Pacaran...
Kak Ayu: Hah? Pacaran sama siapa?
Rhein: Sama pacarnya orang... Hahaha...
Kak Ayu: *terdiam*...

Love is real, real is love. -John Lennon-

Bukan Akhwat?

"Ternyata Rhein itu bukan akhwat, yaaaa???!!"

Sumpret! Kaget gw tiba-tiba ada orang chatting di fesbuk langsung bilang histeris kayak gitu. Eduunn... Dikira gw ini bencong atau cowok kali ya? *yang langsung di-iyakan seorang teman kalau gw ini cowok cantik*. Jelas gw akhwat lah. Masa ikhwan??

Okay, mari kita klarifikasi. Menurut hasil pemahaman gw yang sangat dangkal ini, setahu gw saat belajar terjemah Al-Qur'an, 'akhwat' atau 'akhowat' itu berasal dari bahasa arab yang artinya manusia berjenis kelamin perempuan. Jadi, baik dia anak-anak, tua, muda, pake jilbab atau nggak, selama dia bukan laki-laki dan bencong, ya dia akhwat. Lha terus? Kok gw bisa disangka bukan akhwat? *langsung ngaca apakah kumis gw makin lebat?*

Dari hasil pengataman gw yang lagi-lagi ngasal. Setelah sampai ke Indonesia, kata itu memang mengalami penyempitan makna *Melo, tanggung jawab lu sebagai anak sastra Indonesia, apa maksudnya ini?*. Terutama di lingkungan-lingkungan tertentu. Ka…

Trip to Surabaya (part.2)

Lanjut dari cerita sini:

Surabaya Hari 1:

Sesampainya di Pasar Turi dan berhasil ngeles dari cowok menyebalkan itu, Rhein dijemput si cantik ini. Whoaaa,,, Senangnya! Rhein ketemu Deasyini melalui internet, sesama blogger juga. Lalu persahabatan kami berlanjut ke chatting, fesbuk, sms-an, dan saling curhat. Ini pertama kali Rhein ketemu dia dan langsung ngerepotin untuk jadiin dia tour guide selama Rhein di Surabaya. Hahaha... Thanks a lot, Love.

Sebelum kami ke kosan Deasy, Rhein ke tempat reservasi tiket dulu untuk mencari tiket pulang. Dan apa yang terjadi sodara-sodara? Lagi-lagi tiket kereta habis! Hadduuuhh... Gimana gw balik ke Jakarta coba?? Satu kesalahan yang dibuat Rhein adalah, melakukan backpacking saat liburan sekolah. Uhh...Uhh... Tapi ya sudahlah ya. Udah nyampe Surabaya, nikmatin aja dulu senang-senangnya.

Lalu pulanglah kami ke kosan Deasy, setelah sebelumnya nyaris ditipu supir taksi *Aduh maaf ya pak, kita cantik tapi nggak bego, kok*. Kosan Deasy ini, kata pemilikny…

Dear, Honey...

Dear Honey,
Makasih, untuk kencan semalam. Makasih, karena akhirnya memilih untuk menemuiku dibanding menyendiri memikirkan masalahmu. Makasih, untuk kesedianmu berbagi cerita hidupmu. Dan makasih, karena bersedia menjadi pendengar yang baik untukku. I really love that quality time while we were together.

Ceritamu, ceritaku, cerita kita. Tentang cintamu, cintaku, cinta kita. Fiuuhh... Mengapa selalu dalam kondisi "It's Complicated" begitu yah. Belum lagi ditambah dengan kondisi sekitar yang seringkali malah memperkeruh suasana. Atau sebenarnya kondisi dalam diri kita sendiri? Benar seperti apa katamu, Tuhan sedang bercanda dengan kita.

Lagi-lagi tentang cinta, yang sepertinya tidak ada habisnya. Cinta memang membuat kita bodoh, tapi kita nggak sebodoh itu. Wanita cerdas menggunakan logika dalam mengungkap cintanya. Lagi-lagi tentang pria, yang kita tak bisa hidup tanpa atau dengannya. Seringkali kita mencintai pria yang salah, dan bodohnya, itu terjadi berkali-kali.

Kita bel…

Trip to Surabaya (part.1)

Oke, Rhein akan kembali bercerita tentang perjalanan. Akhir Juni lalu, Rhein melakukan perjalanan menuju Surabaya, kota Pahlawan. Seumur-umur, Rhein belom pernah ke sana. So, ini adalah first trip. Sebelum keberangkatan, sempat mikir-mikir gimana izin sama ortu, ya? Akhirnya, Rhein bilang saja kalau HAAJ ada acara astronomi di Malang, lalu ke Surabaya. Ups, bohong? Nggak kok, memang HAAJ ada acara astronomi di sana, cuma Rhein nggak ikut serta. Hihii.. Sesuai dengan motto anak fisika teori, "kami bukan penipu, tapi tidak semua yang kami katakan itu benar". Lanjjuuttt....

Persiapan:

Tiket! Sebelum melakukan perjalanan ke mana pun, harap diingat untuk merencanakan tanggal keberangkatan, pulang, dan akan menggunakan kendaraan apa. Setelah itu, cepat-cepat pesan tiket sebelum kehabisan. Dari awal mau beli tiket aja nih, Rhein udah dapat halangan. Mulai dari katanya tiket kereta habis lah, koneksi PT. Kereta Api offline lah, ngantri lama banget lah. Banyak deh. Namun akhirnya, dap…

Gemini

Look at me, you may think you see who I really am. But you'll never know me (OST-Mulan)


I really love that song. Really express myself.

Mari kita bicara tentang Gemini, yang sebenarnya merupakan salah satu rasi bintang di langit malam. Mengapa tiba-tiba rasi bintang itu menjadi begitu spesial dan disangkutpautkan dengan astrologi? Karena gemini merupakan salah satu rasi bintang zodiak, yang dilewati Matahari dalam perjalanannya. Okay, di sini Rhein hanya ingin bercerita *curhat* tentang orang yang terlahir dalam naungan zodiak Gemini.

Gemini identik dengan sepasang anak kembar. Mungkin karena gemini-ers *istilah orang-orang gemini* memiliki sifat yang sangat bertolak belakang. Di satu sisi dia begini, tapi ia juga punya sisi lain yang sangat berbeda. Seperti dua sisi koin mata uang. Gemini bisa menjadi sosok anak baik-baik, lembut, penyayang. Namun jangan salah, ide-ide dan sifat licik jahat bisa muncul dari para gemini-ers. Saya yakin, sangat jarang orang bisa mengerti sosok gemini …

Call

I call you
Many times
Without you answer

I'm waiting
For your call
And it's for so long

Love is real, real is love. -John Lennon-

Cemburu

Seperti apa rasanya cemburu?
Katanya, perih bagai diiris sembilu.
Ah, lebay... Emang pernah diiris sembilu?
Yang ada juga teriak-teriak perih minta obat.

Rasanya, mungkin seperti makan enak di saat sakit dan lidah pahit ya?
Pahit, eneg, tapi tetep harus dimakan.
Telen, tuh!

Love is real, real is love. -John Lennon-

Go to Cisarua

Yup! Mari bercerita tentang perjalanan.



Sudah menjadi hobi Rhein sejak dulu, jalan-jalan ke tempat-tempat baru yang unik dan melakukan kegiatan menyenangkan. *Dasar wanita hobi senang-senang* Hoho... Lalu, mumpung kuliah sedang waktunya liburan, jadilah Rhein manfaatkan untuk melakukan hobi yang satu ini. Well, hasil cari duit bulan-bulan sebelumnya, dibuang-buang untuk cari pengalaman baru ga papa dunk. Tapi-tapi.. Psssttt.. sebenarnya Rhein ambil semester pendek alias masih ada kuliah. Cuma, berhubung masih suasana liburan, tetep dipake jalan-jalan lah ya.. Hehehe.. *Peace, bapak dosen!* ^_^v

Perjalanan 20 Juni, Cisarua Puncak. Yah, itu mah deket Bogor, apa asyiknya?? Eits, tetep asyik dong ya, soalnya sekalian ikut kegiatan Astronomi yang memang diadakan Himpunan Astronomi Amatir Jakarta. Kali ini bertempat di kompleks villa Agro Wisata Gunung Mas.

Berangkat dari rumah sore hari jam 5. Sendirian, karena ditinggalin teman-teman akibat miss-com. Uuh..Uuh.. Tetep lanjut, ngeteng naik ang…

My Portofolio

I am as an Author 

Judul : Jadian 6 Bulan Penulis : Rhein Fathia Penerbit : Dar! Mizan Tahun terbit : 2005, re-published on 2013 ISBN : 9786022421597 Jumlah halaman : 196 Read: Review Goodreads
Cinta bukanlah permainan. Apa pun alasannya cinta bukanlah sarana pertaruhan gengsi.
Siapa pun tak ada yang menduga kalo Rio cowok keren idola cewek se-SMA Negeri 1 Bogor itu nekat nembak Tiara seorang jilbaber aktivis Rohis. Gayung pun bersambut Tiara mau jalan bareng sama cowok yang gape maen basket itu. Seisi "dunia" dibikin heboh oleh ulah mereka.
"Rio jadian sama Tiara? Mustahil !" cetus fans Rio. "Tiara pacaran sama Rio? Masya Allah!" seru anak-anak Rohis.
Apa sesungguhnya yang mereka lakukan? Benarkah mereka jadian? Kalau benar mereka jadian kenapa Rio suka uring-uringan sendiri? Wah..bakal seru abis nih kalo benar mereka pacaran!


I write essay with Asma Nadia and other writers in this two books. Published on 2008.

Judul : Jalan Menuju Cinta-Mu Penulis : Rhe…

The Only One Lady's Birthday

Ini adalah beberapa foto saat acara makan-makan kue untuk Birthday Party di Lab. Fisika Nuklir Partikel. Menjadi Putri di hari ulang tahun, satu-satunya wanita, perawan di sarang penyamun, paling cantik, paling cerewet, paling bawel, tapi tentu paling dirindukan... Hahaha...

Makasih untuk semua para 'penyamun' Teori yang udah dateng. Juga Bapak Dosen yang mau ikutan foto-foto. Makasih karena sudah selalu membuat hari-hariku menjadi ceria. Love you all....!!




Love is real, real is love. -John Lennon-