Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2013

Kebodohan-kebodohan...

Hidup tanpa gadget itu hampa. Duh, tagline nya kok sok anak gaul masa kini banget, yah. Jadi ceritanya, karena kebodohan dan kelalaian, Rhein sempat hidup tanpa gadget canggih selama beberapa hari.   Berawal dari Rhein yang harus kembali ke Bandung setelah beberapa hari senang-senang di rumah Bogor karena harus mengurus administrasi kampus dan latihan thai boxing (udah bayar, ga boleh bolos). Semua perlengkapan udah dibawa, mulai dari beberapa baju dan kerudung ganti sampai kunci kosan yang penting banget ga boleh lupa. Laptop, hp, modem, dan segala alat eletronik pendukung kehidupan dunia maya pun dirasa sudah masuk ransel semua. Oleh-oleh? Nggak lupa juga dong.. Sip, berangkat!

Setelah perjalanan di bis, Rhein baru ingat kalau charger laptop belum masuk ransel. Bawa laptop tapi charger nggak ada? CRAP!

Itu terjadi hari kamis. Yasudahlah, nanti minta tolong orang rumah untuk kirim via ekspedisi. Toh hanya laptop ini, nggak ada tugas kuliah juga, jadi nggak butuh-butuh amat. Maka, b…

Launching Novel Pemenang Qanita Romance

Seperti yang pernah Rhein bahas sebelum-sebelumnya, tentang ikutan lomba novel dari Qanita by. Penerbit Mizan, akhirnya novel Seven Days yang dapet juara 1 udah terbit dan ada di toko buku. Alhamdulillah, seneng banget! Lebih seneng lagi pas Penerbit Mizan mau mengadakan launching novel ketiga pemenang Qanita Romance ini. Iya dong, ini kesempatan buat Rhein untuk ketemu para juri dan dua pemenang lain plus 'mencuri' ilmu menulis dari mereka.
Acara launching diadakan tanggal 14 April lalu di Kafe Tjikini di daerah Menteng. Nggak nyangka, ternyata yang dateng banyaaakkk.. Bahkan sampe tempatnya penuh. Hahaha... Ada juga beberapa komunitas pembaca seperti Goodreads Indonesia, Kampung Fiksi, dan Blogger Buku Indonesia. Pembaca-pembaca lain juga banyak. Acaranya antara lain penjelasan dari juri tentang lomba novel dan bagaimana kriteria untuk jadi pemenang. Dilanjut dengan curhat masing-masing pemenang tentang proses kreatif mereka saat menulis novel. Ada kuis bagi-bagi hadiah don…

My Class, My New Family: CCE ITB 48

Hai teman-teman, apa kabar? Udah lama banget sepertinya sejak Rhein terakhir kali nulis blog tentang cerita keseharian. Iya nih, Rhein isi blognya promosi buku melulu. Hihihi.. :p.

Kali ini Rhein mau cerita keseharian, deh. Apalagi kalau bukan tentang kehidupan mahasiswa di kampus. Sejak Januari lalu, Rhein kuliah lagi di Bandung, kampus Gajah, ambil jurusan Bisnis, konsentrasi Creative & Cultural Entrepreunership (disingkat CCE). Ih, apaan tuh? Gaya amat! Intinya, kuliah untuk jadi entrepreuner, cocok banget untuk manusia seperti Rhein yang nggak bisa hidup dalam rutinitas kantoran dan penyuka tantangan. Hohoho...

Rhein sekelas sama 40an mahasiswa lain. Kami angkatan MBA ITB CCE 48. Apa yang unik dari kelas ini? Oh, kami semua dididik untuk jadi entrepreuner dan hampir semua temen sekelas Rhein udah punya bisnis sendiri atau menjalankan bisnis keluarga. Kebayang dong, ada yang punya bisnis clothing design, spa house, konsultan keuangan, desain interior, wedding organizer, sampe …