Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2012

Novel, ITB, dan @ Fam

Rhein sedang bokek *eeaa, blogger pamer kemiskinan*. Namun, dompet dan rekening yang mengenaskan ternyata tidak menyurutkan kebahagiaan yang ada. Benar uang bisa membeli kebahagiaan, tapi tanpa uang juga bisa tetep bahagia, kok. Karena Tuhan Maha Baik Hati yang bisa dengan mudah memberi dan mencabut rasa bahagia dalam setiap hati manusia. Minggu ini, Rhein lagi bahagia banget. Alhamdulillah... Nggak tahu lagi gimana caranya bersyukur dengan setiap momen bahagia ini. Meski lagi bokek *teteuupp*...

Novel & Mizan

Kamis lalu, 27 Sept 2012, Rhein diundang oleh pihak Penerbit Mizan untuk datang ke kantornya yang di Bandung. Ngapain? Dalam rangka penyerahan hadiah lomba penulisan novel Qanita Romance kemarin itu, dong... Kan eike juara pertama ya, cyyynn.. *sombong abiiisss*. Terakhir kali Rhein main ke kantor Mizan ini duluuuu banget! Zaman SMA sama kuliah tingkat awal, deh. Makanya pas balik lagi ke Mizan, rasanya seperti nostalgia. Ada beberapa yang berubah, ada juga yang enggak. Yang…

Hari-Hari Pengangguran

Istilah kerennya pengacara. Pengangguran banyak acara. Nah, sebenarnya sih Rhein nggak termasuk seperti mereka karena nggak banyak acara. Cuma ya itu, pengangguran sok sibuk *ya samimawon kali, Rhein*.

Selepas Lebaran kemarin, Rhein resmi hengkang dari status pegawai. Nggak ada lagi berangkat pagi pulang malem. Nggak ada lagi tidur di bis pas berangkat & pulang kerja. Nggak melewati macet di jam-jam padat kendaraan. Nggak ada lagi seharian duduk di kantor 8 jam di hadapan PC. Nggak ada lagi meja khusus buat gw kerja dengan setumpuk naskah yang harus gw edit. Nggak ada lagi celoteh temen-temen kantor yang biasa menemani. Is that fine? Yes of course. I'm happy...

Awalnya, Rhein khawatir tidak menjadi pegawai akan bikin gw bosan dan kesepian karena lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Nyatanya? Tidak sodara-sodara. Kesibukan gw tidak berkurang. Gw jadi sering bolak-balik ke Bandung. Selain ngurusin si adek di sana, juga dalam rangka pendaftaran kuliah. Persiapan kuliah ini…

Seven Days Won Qanita Romance Novel Competition

Seperti yang pernah Rhein tulis di postingan Happines of June, di cerita terakhir Rhein bilang sedang nulis novel untuk ikut Lomba Penulisan Novel Qanita Romance. Judul novel yang dikirim, "Seven Days". Sebelum heboh karena *sesuai judul* novel ini akhirnya menang, Rhein pengen cerita dulu gimana proses terbuatnya novel ini...

Seven Days bercerita dengan latar belakang Bali. Mengapa? Karena saat Rhein mendapat info mengenai lomba itu tepat sepulang dari Bali. Jadi, munculah ide tentang novel berlatar perjalanan ke Bali. Tentang isi novelnya, nanti aja lah ya pada baca kalau novelnya udah terbit. Hahaha... Sebenarnya agak khawatir novel itu bakal selesai di tengah kesibukan kantor dan waktu yang sudah mepet deadline, untunglah deadline diperpanjang. Thanks, Mizan :). Proses pembuatan novel ini tepat satu bulan. Dengan spesifikasi naskah sejumlah 111 halaman, riset dari berbagai sumber dan kawan yang di Bali, plus ingatan Rhein yang masih segar mengenai Bali tentunya. Apakah …

Idul Fitri 1433 H

Masih dalam suasana bulan Syawal, Rhein mau mengucapkan:
Selamat Idul Fitri 1433 H. Mohon Maaf Lahir Batin
Apa kabar nih semua? Gimana puasanya? Mudiknya? Silaturahminya? Lebarannya? Oleh-olehnya mana? Hehehe.. :D Buat Rhein pribadi, akhir Agustus ini memberikan kesan yang campur aduk antara senang, sedih, syok, kaget, dan bingung (aduh lu rempong banget sih, Rhein!). Lebaran lalu Rhein sekeluarga shalat Ied di masjid dekat rumah, seperti tahun-tahun sebelumnya. Lepas shalat, pastinya maaf-maafan sekeluarga, makan-makan, terima tamu-tamu, ngobrol sama pacar dan Ibu Camer yang ada di Semarang, dan prepare untuk ke rumah nenek di daerah Purwakarta. Semuanya, menyenangkan! Perjalanan ke rumah nenek juga lancar. Sampai di suatu sore, pacar ngasih kabar singkat kalau Ibu Camer masuk rumah sakit dan pacar minta Rhein untuk nggak tanya2 apapun karena dia lagi hectic merawat ibunya. Rhein pun mengiyakan, sedikit deg-degan, menunggu kabar...
Kondisi di rumah nenek menyenangkan, denga…