Langsung ke konten utama

Novel, ITB, dan @ Fam

Mba Dyah (2nd winner) and Me, @ Penerbit Mizan Office
Rhein sedang bokek *eeaa, blogger pamer kemiskinan*. Namun, dompet dan rekening yang mengenaskan ternyata tidak menyurutkan kebahagiaan yang ada. Benar uang bisa membeli kebahagiaan, tapi tanpa uang juga bisa tetep bahagia, kok. Karena Tuhan Maha Baik Hati yang bisa dengan mudah memberi dan mencabut rasa bahagia dalam setiap hati manusia. Minggu ini, Rhein lagi bahagia banget. Alhamdulillah... Nggak tahu lagi gimana caranya bersyukur dengan setiap momen bahagia ini. Meski lagi bokek *teteuupp*...
  

Novel & Mizan

Kamis lalu, 27 Sept 2012, Rhein diundang oleh pihak Penerbit Mizan untuk datang ke kantornya yang di Bandung. Ngapain? Dalam rangka penyerahan hadiah lomba penulisan novel Qanita Romance kemarin itu, dong... Kan eike juara pertama ya, cyyynn.. *sombong abiiisss*. Terakhir kali Rhein main ke kantor Mizan ini duluuuu banget! Zaman SMA sama kuliah tingkat awal, deh. Makanya pas balik lagi ke Mizan, rasanya seperti nostalgia. Ada beberapa yang berubah, ada juga yang enggak. Yang nggak berubah, suasana kekeluargaan di sana. Seneng banget disambut ramah sama temen-temen redaksi dan juri. Selain acara resmi penyerahan hadiah, ucapan selamat, curhat para juri, ketemu editor, de-el-el, salah satu tujuan Rhein ke kantor Mizan juga dalam rangka diskusi untuk penerbitan kembali novel Jadian 6 Bulan.
bareng Moemoe Rizal dan bukunya di zaman unyu plus zaman sekarang
Apah?? Jadian 6 Bulan mau diterbitin lagi?? Kyaaaaa!! *Okay, ini lebay* Benar sodara-sodara, InsyAllah novel pertama Rhein yang fenomenal di zaman SMA ini akan terbit lagi. Tentunya dengan adanya revisi agar lebih sesuai dengan kondisi abegeh masa kini. Kalau dulu yang jadi editor adalah mas Salman dan Kang Dul, sekarang yang jadi editor tak lain dan tak bukan Moemoe Rizal, penulis juga. Sedangkan yang jadi editor novel Seven Days adalah mba Prisca Primasari, penulis juga. Aiihhh.. Seneng deh bisa kerja sama bareng penulis juga. Rhein sama Moemoe juga dulu sama-sama penulis di Mizan waktu zaman kita masih unyu-unyu. Nggak nyangka sekarang udah pada gede dan tetep unyu... *tsaahh*

Alhamdulillah, seneng banget eksistensi gw di dunia kepenulisan mulai kembali beranjak. Setelah 4 tahun nggak menerbitkan novel sama sekali, insyAllah awal tahun depan akan terbit novel baru Seven Days dan re-publish Jadian 6 Bulan. Pada beli ya, kakaaakkk... Buat biaya kuliah niiiihh... :D

MBA ITB

Bicara tentang kuliah, seperti yang pernah Rhein tulis di curhat-curhat sebelumnya, setelah rempong ngurus persyaratan, akhirnya Rhein ikut tes masuk ke MBA ITB. Kok MBA, sih? Lu kan asalnya dari Fisika Nuklir? Oh well, kan ceritanya Rhein mau mengembangkan bisnis keluarga Tenda Destarata itu. Jadi, supaya usaha keluarga makin canggih, Rhein harus tahu dulu ilmu bisnis seperti apa. Nah, ikut tes ke MBA ini sedikit berbeda dengan tes S2 lainnya. Tesnya berupa ELPT dan AAT. Atau bahasa tenarnya TOEFL sama GMAT. Iya, GMAT yang standar internasional kalau mau kuliah ekonomi atau bisnis itu.

Untuk tes TOEFL, sipirili lah ya, bisa teratasi. GMAT ini yang dari awal Rhein agak-agak ragu karena nggak pernah bersentuhan sama sekali. Plis deh, gw anak fisika mana pernah nyentuh dunia ips? Makanya, Rhein belajar dari ebook GMAT terbitan Mc Graw Hill. Awal-awal belajar dari ebook itu sih, masih bisa mengikuti lah. Soal-soal quantitative GMAT nggak se-menyeramkan rumus kuantum di zaman kuliah. Untuk soal-soal verbal, ini yang agak-agak bikin bingung karena penuh dengan analisis dan bentuk soalnya adalah kasus-kasus di perusahaan gitu. Setelah belajar singkat-singkat seadanya, ikutlah tes di ITB. Ternyataaaahh... Soalnya lebih susaaaaahhh! Aaaakkk... T_T. Baik quantitative apalagi verbal, soal yang diujikan di ITB ini lebih susah dari ebook Mc Graw Hill. Hiks.. Ditambah lagi waktunya mepet. Terus gimana? Ya terpaksa pake cara zaman SMA, tembak aja itu soal-soal pilihan ganda. Huhuhu... Udah hopeless dan mikir ikut tes lagi di gelombang selanjutnya aja. Padahal sih sebenernya nggak semenegangkan zaman SPMB dan soalnya nggak separah SPMB (standar gw anak lulusan SMA). Namun entahlah, emang soalnya yang susah atau kemampuan gw otak mulai menurun. Hiks.. Oiya, semua tes dalam bahasa Inggris.

Tes diadakan tanggal 21-22 September lalu dan pengumuman akan diinfokan satu minggu kemudian. Tapi, sepulang gw dari acara Mizan (belum seminggu), Rhein ditelepon pihak ITB dan dinyatakan lulus tes. Cihuuuyy! Seneng banget. Etapi, perjuangan belum selesai. Masih ada tahap interview yang harus dilewati, yaitu keesokan harinya. Jeng! Jeng! Gw ke Bandung itu kan nggak ada niat nginep, tapi harus ke ITB besok paginya. Nggak bawa baju apalagi alat make up *eeaa*. Hadeeuuhh... Yasudahlah, nebenglah saya di kosan Furky. Pagi-pagi langsung cabut ke ITB dengan kostum ala Cinderella (salah kostum banget untuk sebuah interview sekolah bisnis), baju yang dipakai hari kemarin. Interview ini nggak seperti wawancara kerja, tapi di depan kelas, cyynn.. Di hadapan 3 dosen dan para mahasiswa yang lagi kuliah. Gw harus mempresentasikan diri sendiri, tujuan kuliah di MBA ITB, dan business plan yang nantinya akan dijalani. Ditambah lagi ditanya-tanya ala sidang skripsi gitulah. Fiiuuhhh.. Asli tegang! Beres presentasi dadakan itu, gw disuruh keluar ruangan dan nunggu mereka diskusi untuk keputusan gw lulus atau nggak. Setelah nunggu beberapa menit yang bikin nervous, akhirnya ada pengumuman kalau gw lulus. Cihuuy! Welcome to ITB. :D Alhamdulillah... Sujud Syukur...

Amburadul Family (@ Fam)
Nggak sempet poto-poto banyak, keasyikan curhat
Zaman SMP kelas 3, Rhein punya geng yang terdiri dari 12 cewek. Keren dan labil ala abegeh yah. Hahaha... Nama gengnya Amburadul Family atau biasa disingkat @ Fam. Kenapa disebut amburadul? Kayaknya emang anggotanya emang cewek-cewek nggak beres sih. Hahaha.. Nah, kalau diitung-itung, usia geng kami ini udah 11 tahun! Lama banget ya, cyynn.. 11 tahun punya sahabat itu rasanya menyenangkan banget, lho. Kami satu SMP dan satu SMA. Waktu zaman sekolah, mungkin masih sering ketemu buat saling curhat dan gosip. Meski jangan dibayangkan kami kemana-mana selalu ber-duabelas, ya. Nggak banget! Ntar disangka anak panti asuhan. Hahaha... Selepas SMA dan mulai pencar-pencar kuliah, kami sesekali kumpul meski nggak pernah lengkap, tapi cukup untuk bisa saling update kabar dan berbagi gosip. Nama acaranya One Day with @ Fam. Apalagi setelah lulus kuliah dan masing-masing kerja, makin susah banget ketemu. Terakhir kali ketemuan rame-rame itu awal tahun 2011. Lalu, hari Sabtu 29 September kemarin, kami kumpul lagi.

One Day with @ Fam kali ini yang datang 7 orang. Kebayang ya 7 orang cewek-cewek ributnya kayak apa kalau kumpul pada berisik saling curhat dan gosip. Hahaha.. Yang gw bersyukur banget punya geng ini adalah, apa pun yang terjadi, kami tetep sahabat. Tetep saling dukung untuk berkembang dan berubah ke arah yang baik. Obrolan kami pun agak lebih dewasa sekarang *ciiyyeeehh*. Kalau dulu obrolan nggak jauh-jauh dari gebetan dan cowok, sekarang juga tetep sama, sih. Apalagi dengan nostalgia kelakuan-kelakuan bodoh zaman sekolah. Hahahaha.. Tapi ya tetep ada tambahan obrolan tentang kesehatan wanita, keluarga, bisnis, kerjaan, pendidikan anak (padahal yang punya anak baru satu), prinsip dengan pasangan, de-el-el. Hanya ngobrol-ngobrol biasa, sharing, dan momen sederhana ini selalu membekas di hati kami masing-masing. Serius deh, di belantara kehidupan yang semakin dewasa dengan segala intriknya, punya sahabat selama 11 tahun dari zaman abegeh itu sangat menyenangkan. Setidaknya dalam kondisi seburuk apa pun, mereka akan menyambut dengan senyum ketika kita butuh bantuan. Entahlah, rasanya kalau kumpul-kumpul, seberubah apa pun, kami masih merasa seperti abegeh polos yang hepi-hepi aja. I love you so much, girls! :)

See, meski Rhein sudah jadi pengangguran dan bokek *teteup dibahas*, Tuhan masih memberikan begitu banyak momen yang membuat hati bahagia. Alhamdulillah...  Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Love is real, real is love. -John Lennon-

Komentar

Shanti mengatakan…
yaaay! :D
btw kita ber-12 pet hehe
salMADliYA mengatakan…
halo kak Rhein..
ciyeeh congrats ya :))
kado dari Allah emg unpredictable bgt. jadian 6 bulan terbit lagi??! *imagine the cover* ada gmbr Rio nya ya Kak, yg cakeep :D hehehe..
btw dtunggu lho seven days nya di toko buku :D
Arian Sahidi mengatakan…
aih selamat ya tante atas novelnya. saya nunggu bukunya nebeng di gramedia :) http://ariansahidi.blogspot.com/
Afni Rustam mengatakan…
aiiiiiiiiiiiiiiih selamaat rheiin... 5 bulan lagi terbit dong yaaahh Alhamdulillaah
pitulimo mengatakan…
congrat'' kpn terbitnya nee??

Postingan populer dari blog ini

Untuk Kamu-Kamu yang Tidak Pintar

Zaman saya SMP sempat nge-tren adanya award semacam cewek tercantik, cowok terganteng, cewek tergaul, cowok terramah, dsb. Saat itu saya juga menang award, lho... jadi cewek ter-lemot alias lemah otak alias tulalit alias loading lama. Hahaha.. Dan emang bener sih, kala itu (sampai sekarang, meski nggak separah dulu) saya sering merespon sesuatu hal baru dengan kata pamungkas, “Hah? Hah?” dengan tampang boloho :))
Dari kecil saya nggak terlalu suka belajar akademis, apalagi di kelas. Lebih suka baca komik, majalah, novel, main, mengkhayal, jalan-jalan, atau membuat prakarya. Ibu juga bilang kalau saya bukan anak yang pintar, pun sampai sekarang punya kelemahan susah fokus saat di keramaian. Tapiiii... tapiii.. saat SD selalu ranking 3 besar, masuk SMP & SMA favorit dan mendapat peringkat 10 besar, lulus kuliah dari UI. Sombong kamu, Rhein! Itu namanya pintar!
No! Trust me, I’m not that smart dan kadang bingung kenapa bisa mencapai hal-hal yang mungkin termasuk wow untuk sebagian or…

Trip to Vietnam: Hanoi-Ha Long Bay

Sebenarnya perjalanan ini saya lakukan Oktober 2017 lalu, namun apa daya baru sempat ditulis sekarang. Kemudian kali ini juga kunjungan saya ke Vietnam yang kedua, yang  pertama tahun 2015 dan malah tidak saya tulis di blog. Semua karena apa? Tentu karena malas. Hahaha..

Berbekal izin libur dari kantor dan tiket yang nggak murah-murah amat, saya dan adik bertolak ke Vietnam, sempat transit dan bermalam di KLIA2 untuk flight pagi menuju Hanoi. Berhubung kali ini merupakan perjalanan singkat (maklum buruh), otomatis saya nggak bisa go-show ujug-ujug menclok di suatu negara baru dan berpikir mau ngapain aja seperti biasanya. Saya sudah booking hostel dorm (hanya $5! I love Vietnam! Cheap!) dan tujuan saya kali ini jelas: Bermalam di kapal pesiar di Ha Long Bay. Duh, buruh satu ini emang loba gaya pisan. 
Hari ke 1
Dari bandara Hanoi kami naik bis umum dengan waktu perjalanan kurang lebih 30 menit ke daerah Old Quarter atau Hoan Kiem District. Sebenarnya di bandara banyak yang menawarkan …

Backpacker Thailand Trip (part 4): Grand Palace - Asiatique

Rhein itu kebiasaan deh, kalau posting tentang backpacking pasti ngga beres dari berangkat sampai pulang. Seringnya kepotong setengah-setengah karena alasan yang entah apa. Mungkin ini mengidentifikasi kalau Rhein tipe orang yang cepet move on yah.. Hehehe.. 
Untuk Backpacking Thailand ini udah diniatkan harus ditulis sampai tamat! Soalnya ini backpacking berprestasi yang mengeluarkan budget murah, ke luar negeri pula. Baiklah, mari kita lanjutkan cerita-cerita backpackingnya dengan membongkar ingatan. Yang belum baca part sebelumnya ada di sini, di sini, dan di sini, ya.
Hari keempat di Thailand dan kembali ke Bangkok lagi. Pagi-pagi sekitar jam 8 Rhein udah siap mandi, dandan cantik, dan siap untuk wisata kebudayaan. Saat turun ke lobi, Rhein dikasih tahu sama penjaga penginapan bagaimana rute ke Grand Palace yang bisa ditempuh dengan jalan kaki dari Khaosan Road dan jangan tertipu sama orang-orang yang menawarkan tuktuk atau mengatakan bahwa Grand Palace tutup. Ih sumpah pemilik &…