Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Review Macbook Air 11 Inch

Rhein nggak biasa nulls postingan review di blog, lebih sering curhat. Maka, kali ini pun Rhein hanya ingin curhat tentang review Macbook Air 11" yang telah menemani hari-hari baik suka mau pun duka sebagai penulis.
Senjata penulis itu apa sih? Dulu sih pena, sekarang juga masih. Tapi ibarat penembak yang senjatanya pistol, pasti ada pendamping 'senjata' yang bisa mendukung dan memaksimalkan kekuatan senjata utama. Aduh Rhein, nggak usah muter-muter, deh, buruan reviewnya. 
Berawal dari Rele, laptop lama yang mulai kena penyakit mati tiba-tiba. Toshiba itu entah kenapa sering mati tiba-tiba dan kalau dinyalain lamaaaa~~ banget! Sampai bisa ditinggal mandi. Kesal? Pastinya lah. Jangan ditanya urusan baterai karena udah drop sejak lama, harus pakai kabel charger., start power lama, suka mati tiba-tiba (padahal Rhein lagi ngerjain thesis dan novel), dan udah coba benerin ke tempat service (bahkan outlet resmi Toshiba) pun ngga bisa. Hih! Sudahlah, daripada stress mending be…

Wanita Cantik dan Siapa yang Ada di Baliknya

Hari ini Rhein mengantar Ibu ke reuni SMP beliau. Iyah, reuni SMP N 1 Plered setelah Ibu dan teman-temannya lulus 33 tahun lalu. Ini juga bukan untuk pertama kalinya karena setelah lebaran lalu Rhein mengantar ibu ke reuni dengan teman-teman ITB-nya. Lagi happening banget lah urusan reuni ini di pergaulan Ibu. Kemudian setiap datang ke acara tersebut, Rhein selalu mendengar komentar yang sama tentang Ibu dari teman-temannya. Neng Tuti yang dulu gendut sekarang langsing, awet muda, cantik, sukses. Kemudian, Ibu akan tertawa bahagia dan memperkenalkan keluarganya (Iya, setiap ada acara pasti sekeluarga mengantar, kata Ibu mau pamer). Ibu masih cantik, tentu, anak-anaknya aja kalah cantik jauuuhhh. Sukses. Apa sih takaran sukses? Menurut versi Ibu, sukses baginya adalah punya anak-anak baik, sehat, pintar, berprestasi, menjadi wirausahawan dengan karyawan makmur, dan tentunya memiliki suami yang... tidak dijelaskan dalam kata-kata.
Bagaimana Ibu bisa menjadi seperti itu? Dari segala maca…

Backpacker Thailand Trip (part-5): Chatuchak Market, Belanja, & Kuliner

Baiklah...Baiklah.. Karena banyak yang request (dan protes) kenapa cerita backpacking ke Thailand ngga selesai-selesai, kali ini Rhein lanjutkan ceritanya. Bagi yang belum tahu kisah dari awal, bisa baca mulai dari persiapan dan jalan-jalan murah di sini, sini, sini, dan sini.
Weekend di Bangkok, harus ngapain? Ya ke Chatuchak Market, dooonngg!! Tips bagi yang mau ke Thailand terutama Bangkok dan sekitarnya, buat jadwal perjalanan kalian ke mana pun itu selain weekend karena hanya di hari Sabtu & Minggu Chatuchak Market dibuka. Konon katanya hari lain juga ada yang buka, tapi sedikit. 
Pasar yang luas buaaannggeeett ini buka jam 9 pagi. Jam 8 pagi Rhein sudah mandi-wangi-rapi-jali siap untuk belanja barang murah. Hahaha... Setelah tanya ke resepsionis yang baik hatinya bagaimana menuju Chatuchak, Rhein pun jalan ke halte bis dekat hostel. Di sana sudah ada beberapa bule yang juga menunggu bis. Awalnya Rhein disuruh naik bis nomor sekian (lupa), tapi nggak dateng-dateng (para bule …

Kelas Inspirasi & Hari Sumpah Pemuda

Kemarin, tanggal 27 Oktober katanya Hari Blogger Nasional. Sebagai blogger yang baik, mungkin seharusnya Rhein posting gitu supaya update. Namun apa ada Rhein sukanya ngasih alasan macam-macam. Nah, mumpung sekarang Hari Sumpah Pemuda, Rhein posting di hari ini aja yaaa... Hohoho..
Sesuai judul postingan, semua pemuda profesional kece se-Indonesia Raya pasti tahu program besutan pak Anies Baswedan yang sekarang menjadi Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah ini. Kelas Inspirasi, yang muncul setelah program Indonesia Mengajar, memfasilitasi para profesional yang ingin ikut merasakan bagaimana berbagi ilmu dengan anak-anak sekolah dasar, tetapi belum ada kesempatan untuk mendekam di pelosok negeri ini dalam jangka waktu lama.
Maka, setelah melalui pendaftaran dan seleksi melalui website Kelas Inspirasi, para profesional ini diberi kesempatan untuk menginspirasi siswa-siswi Sekolah Dasar tentang profesi masing-masing. Ini tentang cita-cita, tentang bagaimana kehidupan profesi…

Jadian 6 Bulan Film yang Tertunda

Nulis postingan hari ini bukan dalam rangka memperingati Gerakan 30 September. Hanya saja setelah ditilik-tilik ternyata bulan ini Rhein belum nulis blog sama sekali. Kenapa oh kenapa? Mari mengakui saja kalau emang lagi malas. Hahaha.. Tapi nggak boleh gitu, dari dulu udah janji kalau weblog ini harus diisi minimal 1 bulan 1 tulisan. Maka, di akhir bulan ini, Rhein mau mengisinya dengan curhat sajaaaahhh..
Untuk siapa pun yang kenal dekat sama Rhein, jadi follower twitter, berteman di FB atau Path (sok tenar kamu, Rhein!), pasti pernah mendengar isu-isu kalau novel Jadian 6 Bulan akan diangkat menjadi film. Terus, kok sampai sekarang nggak ada kabarnya, sih? Progresnya udah sampai mana? Kok PHP? Pembohongan publik ya?
Ceritanya, karena banyak pembaca novel Jadian 6 Bulan memberikan respon positif setelah membaca buku tersebut, banyak dari mereka yang berkomentar "Kalau dijadikan film pasti bagus, kak." atau "Kok nggak dibuat film sekalian, kak" atau "Pesan d…

Backpacker Thailand Trip (part 4): Grand Palace - Asiatique

Rhein itu kebiasaan deh, kalau posting tentang backpacking pasti ngga beres dari berangkat sampai pulang. Seringnya kepotong setengah-setengah karena alasan yang entah apa. Mungkin ini mengidentifikasi kalau Rhein tipe orang yang cepet move on yah.. Hehehe.. 
Untuk Backpacking Thailand ini udah diniatkan harus ditulis sampai tamat! Soalnya ini backpacking berprestasi yang mengeluarkan budget murah, ke luar negeri pula. Baiklah, mari kita lanjutkan cerita-cerita backpackingnya dengan membongkar ingatan. Yang belum baca part sebelumnya ada di sini, di sini, dan di sini, ya.
Hari keempat di Thailand dan kembali ke Bangkok lagi. Pagi-pagi sekitar jam 8 Rhein udah siap mandi, dandan cantik, dan siap untuk wisata kebudayaan. Saat turun ke lobi, Rhein dikasih tahu sama penjaga penginapan bagaimana rute ke Grand Palace yang bisa ditempuh dengan jalan kaki dari Khaosan Road dan jangan tertipu sama orang-orang yang menawarkan tuktuk atau mengatakan bahwa Grand Palace tutup. Ih sumpah pemilik &…

Selaksa Kerlip Bintang

Jadi setelah beres menulis The Gloomy Gift dan mengirim ke penerbit dan sudah diedit plus revisi tahap satu kemudian sudah dikasih ke saya lagi untuk revisi tahap dua atas permintaan sendiri, kali ini sedang menulis cerita tentang kehidupan sehari-hari.
Sebut saja judulnya Selaksa Kerlip Bintang. Mengambil setting di Bandung tahun sekarang dengan tokoh utama mahasiswa menjelang lulus. Masih tentang romance dengan konsep yang sangat sederhana, kehidupan sehari-hari. Bisa dibilang cerita ini setipe dengan Jadian 6 Bulan dengan konflik-konflik kecil menyangkut pemahaman Islam tentang kehidupan, tanpa sebar ayat dan hadist tentunya karena saya masih merasa belum mumpuni untuk menjelaskan. 
Sebenarnya, setelah menulis thriller-crime-romance, kemudian banting stir menulis tema ala keluarga cemara dengan alur lebih lambat, rasanya agak kagok. Apa ya sebutannya? Author hangover? Bagaimana pun menurunkan tempo dari yang super cepat di The Gloomy Gift, lalu harus menekan rem kuat-kuat di Selak…

Selamat Idul Fitri

Hai! Welcome monday after holiday... :D
Gimana mudiknya, teman-teman? Lebaran kali ini Rhein alhamdulillah masih diberi usia untuk berkumpul dengan keluarga besar dan jalan-jalan. Nggak jauh-jauh amat sih karena pasti macet dimana-mana. Hanya pergi ke rumah Nenek di Purwakarta lalu piknik ke Cirata naik perahu, kemudian lanjut nginap di villa puncak. Happy..Happy.. 




Dengan ini, saya Rhein Fathia beserta keluarga mengucapkan,
Selamat Idul Fitri 1435 H Mohon Maaf Lahir & Batin

Love is real, real is love. -John Lennon-

Kalau

Love is real, real is love. -John Lennon-

Ulang Tahun dan Apel Warna Oranye

Juni selalu menjadi bulan yang spesial bagi Rhein selain karena identik dengan suasana liburan juga karena ulang tahun. Sebenarnya ultah Rhein sudah lewat, 2 minggu lalu saat Jum'at ke 13, dan biasanya ngga pernah lupa bikin postingan. Apa daya kemarin-kemarin itu sedang hectic berat antara thesis-deadline novel-kerjaan, dan yang paling menyedihkan bagi seorang penulis adalah laptop mati total. Hiks.. Sebenarnya sudah lama itu laptop bermasalah, tapi baru kali itu nggak bisa nyala. Sebenarnya sudah lama juga pengen beli laptop baru, tapi masih mikir-mikir sayang sama tabungan.
Kemudian, setelah berpikir masak-masak (halah), ketika semua pekerjaan & tugas butuh laptop, tentu  tidak masalah membeli 'senjata' untuk kelangsungan hidup serta tanggung jawab toh. Bertepatan dengan hari ulang tahun, Rhein membeli kado untuk diri sendiri (ngga ada yang mau beliin kado ini soalnya). Please welcome, my new gun:
Kok warnanya oranye? Oh, adik yang baik hati membelikan cover case-n…

Kompetisi

Seberapa sering kamu ikut lomba? Seberapa besar ambisimu untuk menang?
Sejak dulu, entah mengapa setiap kali Rhein ikutan macam test psikologi, potensi, kemampuan diri, atau kepribadian, nilai yang paling rendah pasti dalam hal kompetisi. Katanya Rhein rendah dalam hal kemampuan untuk bersaing dengan orang lain, tidak punya ambisi. Sempat bingung juga sih, karena orang-orang terdekat selalu bilang bahwa Rhein termasuk pribadi yang ambisius. Terus apa test-test itu salah? Tapi kok hasilnya selalu sama?
Setelah Rhein pikir-pikir, mungkin tolak ukur pertanyaan-pertanyaan dari test itu membandingkan kompetisi atau persaingan antar pribadi dengan orang lain. Lalu bagaimana dengan Rhein yang selalu berpikir bahwa kompetitor terbaik adalah diri sendiri? Maksudnya?
Kita buat lebih simpel. Kompetisi identik dengan lomba.  Sejak dulu, Rhein sangat jarang ikut lomba (kecuali zaman SD lomba 17an di RT). Termasuk dalam lingkup hobi menulis, Rhein ngga pernah ikut lomba cerpen, lomba blog, lomba puisi…