Langsung ke konten utama

Backpacker Thailand Trip (part 4): Grand Palace - Asiatique

Rhein itu kebiasaan deh, kalau posting tentang backpacking pasti ngga beres dari berangkat sampai pulang. Seringnya kepotong setengah-setengah karena alasan yang entah apa. Mungkin ini mengidentifikasi kalau Rhein tipe orang yang cepet move on yah.. Hehehe.. 

Untuk Backpacking Thailand ini udah diniatkan harus ditulis sampai tamat! Soalnya ini backpacking berprestasi yang mengeluarkan budget murah, ke luar negeri pula. Baiklah, mari kita lanjutkan cerita-cerita backpackingnya dengan membongkar ingatan. Yang belum baca part sebelumnya ada di sini, di sini, dan di sini, ya.

Hari keempat di Thailand dan kembali ke Bangkok lagi. Pagi-pagi sekitar jam 8 Rhein udah siap mandi, dandan cantik, dan siap untuk wisata kebudayaan. Saat turun ke lobi, Rhein dikasih tahu sama penjaga penginapan bagaimana rute ke Grand Palace yang bisa ditempuh dengan jalan kaki dari Khaosan Road dan jangan tertipu sama orang-orang yang menawarkan tuktuk atau mengatakan bahwa Grand Palace tutup. Ih sumpah pemilik & penjaga penginapan di Rest Inn Dormotory ini baik-baik bangeeett! Penjaga ini bilang Rhein bisa menikmati keliling Grand Palace+Wat Arun+Wat Pho dalam waktu sekitar 3-4 jam. Heh? Sempat mikir sih, lama banget gue keliling pagoda sama patung-patung doang sampe 4 jam?

Bangkok pagi hari nggak terlalu ramai, dalam arti lalu lintasnya nggak seheboh Jakarta atau Bandung. Udaranya bersih segar, kendaraan yang lalu lalang nggak terlalu banyak. Tambahan lagi masih banyak pohon rimbun di sisi jalan dan membuat pejalan kaki nyaman untuk melangkah di trotoar. Sebenarnya, Rhein termasuk buruk dalam mengingat rute atau membaca peta karena setelah menemui jalan besar, hilang sudah ingatan bagaimana mencapai Grand Palace. Akhirnya, ketika melihat segerombolan bule dengan ransel, Rhein membuat asumsi mereka akan ke Grand Palace juga. Because hey, ke mana lagi mereka akan pergi, kan?

Dan ternyata benar mereka mau ke Grand Palace. Hahaha… Jalan kaki membutuhkan waktu sekitar 20 menit dari Khaosan Road ke Grand Palace, suasana di lokasi wisata udah ramai padahal masih pagi. Wisatawan tumplek di sekeliling Grand Palace. Oiya, Grand Palace ini punya buaaannyaaakk banget pintu. Tapi, hanya ada 1 pintu masuk yang dibuka, di sebrangnya banyak yang jualan dan ada 7eleven gitu. Nah, di pintu-pintu lain yang tutup, wisatawan akan melihat banyak orang berjaga-jaga. Mereka adalah para calo yang -kalau kita mendekat- akan bilang bahwa Grand Palace tutup dan mereka bisa membantu untuk mengajak kita masuk dengan membayar cukup mahal (diluar tiket). Padahal, Grand Palace buka tiap hari! Maka, tips kalau mau ke sana, carilah pintu terbuka yang ramai oleh wisatawan dengan speaker kencang mengumumkan, “GRAND PALACE OPEN EVERY DAY”.

Awalnya, Rhein sangsi akan menghabiskan waktu lama di tempat ini sampai ketika masuk ke dalam Grand Palace, oh my god sumpah luas bangeeeett!! Saat beli tiket (jangan dibuang tiketnya karena bisa masuk gratis ke Vimanmek Mansion dan berlaku selama 7 hari) wisatawan akan dikasih beberapa lembar kertas yang masuk ke museum-museum kecil beserta peta Grand Palace dan keterangan bangunan. Pertama Rhein masuk ke museum yang menyimpan barang-barang & sejarah kerajaan. Perhiasan untuk ratu bagus-bagus, cyyynn! *dasar cewek yah*. Lanjut keliling Grand Palace, luas, bagus, bersih, ramai wisatawan, lukisan-lukisan dinding yang keren, dan oh Bangkok panas sekali. Ternyata benar yang dikatakan penjaga penginapan kalau untuk keliling bisa menghabiskan waktu 3-4 jam, jalan kaki pula, capeknya semacam kalau lagi umroh lah. Oiya, di Grand Palace ini juga ada tentara kerajaan bak patung kayak di Eropa gitu. Pengen foto bareng tapi apa daya single backpacker cuma bisa bengong menatap si penjaga. Pengen godain sih, tapi sayang penjaganya nggak ganteng.

Keluar dari Grand Palace, Bangkok panas & silau sampai akhirnya Rhein beli topi berpinggiran lebar. Selanjutnya jalan kaki ke Wat Pho. Nah, di sini mulai banyak yang menawarkan tuktuk yang akan mengantar wisatawan. Jangan mau! Jalan kaki deket kok. Teknik penipuan atau scam di Bangkok menggunakan tuktuk ini adalah, kalau kita naik tuktuk mereka (dari cerita sobat yang pengalaman hampir ketipu), si supir malah bakal nganter ke tempat-tempat wisata yang bayarannya mahal, atau ngajak ke travel agent yang bayaran mahal, dan ujung-ujungnya ke tempat belanja dan kita dipaksa beli barang. Oh sobat Rhein yang sebelumnya ke Bangkok ini pernah ketipu dia beli liontin hijau yang konon bisa menyembuhkan beragam penyakit gitu padahal bohong. Si sobat lapor ke polisi dan akhirnya duitnya balik, 6 juta rupiah. Dia sempat lapor ke polisi karena tinggal di Bangkok cukup lama. Ada beberapa bule yang lapor ke polisi tapi nggak sempat memproses karena sudah harus balik ke negaranya. Ternyata penipu tuktuk ini mengincar orang-orang yang ‘hari ini bisa ditipu karena besok harus pulang. JADI, tiap kali ada yang menawarkan tuktuk ke Rhein dan dengan ramahnya ngajak ngobrol -sumpah ramah banget, bahkan dia tahu seluk beluk Jakarta-, Rhein selalu menjawab, “I stay in Bangkok until next week”. Maka si penipu akan menyerah. 

Wat Pho! Subhanallah… Itu patung Budha gede amaaaatt… Selain patung Budha, Wat Pho juga punya kompleks lain yang bisa dikelilingi dan cukup luas, meski nggak seluas Grand Palace. Isinya patung Budha di mana-mana. Ada juga kuil untuk ibadah yang cukup luas. Rhein masuk ke dalam kuil, tentu bukan untuk ibadah tapi mau ngadem *fiuuhh panas*. Haha.. Di dalam kuil ini sejuk banget suasananya. Banyak juga kok orang masuk untuk istirahat sejenak, asal nggak boleh berisik ganggu yang ibadah. Oiya, pas ke Wat Pho lagi ada promo entah provider apa gitu, jadi dapat voucher internet wifi gratis di kompleks Wat Pho. Hore! Update status… Hahaha. Selain itu dapat sebotol air mineral juga gratis.

Beres di Wat Pho, lanjut ke Wat Arun. Menuju lokasi selanjutnya harus naik perahu menyebrangi sungai Chao Phraya. Sebentar doang kok jalan ke tempat perahu untuk nyebrang. Wat Arun relatif sepi, nggak terlalu luas, dan entah karena pas Rhein ke sana lagi direnovasi beberapa bagian, jadinya nggak bisa terlalu banyak eksplor. Sebenarnya di Wat Arun wisawatan bisa naik sampai tinggi banget macam kita naik ke Borobudur. Namun apa daya Rhein phobia ketinggian dan jalan sendiri jadi nggak bisa pegangan ke siapa-siapa, cukup foto-foto di bawah.

Satu hal yang Rhein kagumi usai berkeliling adalah Bangkok sangat memperhatikan destinasi wisata museum/peninggalan sejarahnya. Para petugas ramah, tersebar di beberapa titik untuk membantu wisatawan setengah bingung seperti Rhein. Semua gedung, jalan setapak, toilet, BERSIH. Bahkan Rhein tidak melihat setitik debu pun di dinding bangunan. Kinclong. Perawatan yang dilakukan benar-benar patut diacungi jempol.

Waktu sudah menunjukkan pukul 2 siang ketika Rhein selesai keliling ke 3 destinasi wajib Bangkok itu. Iyah, benar sodara-sodara, Rhein menghabiskan waktu 5 jam! Lebih lama daripada yang dibilang penjaga penginapan. Kalau tadi pas berangkat Rhein cukup membuntuti bule karena mereka pasti akan menuju Grand Palace, pas pulang tentu nggak bisa seperti itu karena nggak semua bule mau ke Khaosan Road. Akhirnya, Rhein memilih pulang naik taksi. Hahaha.. Sampai penginapan terus solat, mandi -keringetan parah, dan bobo ciang sebentar.

Jam setengah 5 sore, Rhein udah jalan lagi mau ke Asiatique The Riverfront. Dari Khaosan Road ke Asiatique bisa naik perahu Chao Phraya Express. Lokasi dermaga perahu juga deket dari penginapan tinggal jalan kaki. Menikmati sore hari sambil menyusuri sungai Chao Phraya sungguh menyenangkan. Sungainya besar, luas, BERSIH, banyak perahu lewat, bahkan ada perahu khusus untuk membersihkan sungai. Naik perahu klasik di sungai dan memandang gedung-gedung tinggi nan modern di Bangkok, ditambah beberapa kali melewati kolong rel kereta BTS yang canggih, sungguh menimbulkan kekaguman karena kota ini bisa memadukan teknologi modern dan tetap mempertahankan apa-apa yang klasik dan menjadi kebudayaan negerinya.

Asiatique ini memang benar-benar tempat plesiran dengan ciri khas permainan bianglala besaaarr banget. Night life! Banyak restoran, kafe, butik, kios belanja barang-barang unik, dan kerlip lampu meriah di berbagai tempat. Rhein sukaaaaaa keliling-keliling di sini. Menikmati makan malam yang enyaaaaakkk buanget di salah satu resto yang menyajikan menu halal. Jajan camilan yang enak-enak, dan terakhir sebelum pulang lagi naik perahu, Rhein menyempatkan beli eskrim. Huummm.. Menyusuri sungai Chao Phraya malam hari dengan titik-titik lampu kehidupan di kanan kiri sungai, kerlip lampu dari gedung-gedung tinggi, semilir angin malam lembut, sambil makan eskrim, nikmat sekali! xD. Oh, pas perjalanan pulang ini banyak kapal-kapal besar yang berlayar dan menyajikan makan malam di atas kapal cruise yang mewah gitu. Sebenarnya mau sih, tapi kalau sendirian yang apa enaknyaa.. Hahaha.




Perhitungan Biaya

Roti sarapan                               29 baht
Tiket Grand Palace                   500 baht
Tiket Wat Pho                           100 baht
Tiket Wat Arun                           50 baht
Jajan Mangga                             20 baht
Topi                                           100 baht
Minum milo                                20 baht
Taksi pulang ke hostel                47 baht
Chao Phraya Express Boat PP   80 baht
Makan malam+minum             113 baht
=================================

Total 1,059 baht x 355 (kurs IDR) = 375,945

Love is real, real is love. -John Lennon-

Komentar

HM Zwan mengatakan…
uwaaa...seru ya thailand,semoga bisa menjejakkan kaki disna :)
Ahmad Saadillah mengatakan…
mari kita backpaker
salam kenal
follow blog saya ya
http://infoejaman.blogspot.com/
risma aprillia mengatakan…
backpaker pasti seru tuh,jadi pengen ke sana
Tiara Lee mengatakan…
kepengen deh travelling bareng kakak.... aku jg sering solo travel.
Sabila P. Ghassani mengatakan…
asik banget baca blognya kak ^^
banyak useful tips nya trus rincian feesnya jg helpful banget. makasih yaa udh sharing kak ^^
doakan aku segera menyusul kesana hahahaha
Ratu Humaerah Ma'mun mengatakan…
Hai Rhein.. salam kenal yaa . Ada conta t person gak buat nanya2 ttgl backpacker k Thailand ?
Thank you
Kurnia Dwi Widyarini mengatakan…
Dear Rhein, aku pengen ke thailand jg niy... lagi nyari2 referensi buat backpackeran kesono, nha ketemu ma tulisanmu & tertarik jadi follower trip kamu tapi kayaknya ceritamu belom tuntas di part 4 ini y? lanjutin cerita adventure kamu ampe balik ke jakartanya dong Rhein...
Dwi Winarni mengatakan…
hai kak mau tanya jarak dari dermaga chao praya express ke asiatique berapa lama ya?

Pos populer dari blog ini

Backpacker Thailand Trip (part 1): Jakarta-Bangkok

Sawaddi Kha...
Ayey! Rhein baru pulang dari Thailand dengan hati senang.. :D Hmm.. cerita mulai dari mana dulu ya? Persiapan dulu kali ya. Oke deh.
Persiapan Backpacker murah meriah. Selain sama keluarga atau dapat fasilitas dari instansi tertentu, Rhein selalu jalan-jalan ala backpacker. Why? Selain murah juga karena males geret-geret koper. Hahaha... Rencana backpacking ke Thailand ini berawal dari adanya tiket promo Air Asia & Lion Air sekitar 5 bulan lalu yang membuat Rhein berhasil mendapat tiket Jakarta-Bangkok PP seharga 700 ribu rupiah sajah! Yes, murah!
Menjelang sekitar 1-2 minggu keberangkatan, baru deh mulai cari info detail tentang segala hal menarik di Thailand. Dari worskhop Seasoned Traveler waktu di UWRF, dikasih tahu kalau persiapan sebelum traveling (apalagi bagi penulis) itu sangat penting supaya nggak blank banget saat di lokasi. Sehingga saat sampai di tujuan, kita nggak lagi bingung mau ngapain atau ke mana, tapi bisa lebih fokus menerima hal-hal detail yang …

Untuk Kamu-Kamu yang Tidak Pintar

Zaman saya SMP sempat nge-tren adanya award semacam cewek tercantik, cowok terganteng, cewek tergaul, cowok terramah, dsb. Saat itu saya juga menang award, lho... jadi cewek ter-lemot alias lemah otak alias tulalit alias loading lama. Hahaha.. Dan emang bener sih, kala itu (sampai sekarang, meski nggak separah dulu) saya sering merespon sesuatu hal baru dengan kata pamungkas, “Hah? Hah?” dengan tampang boloho :))
Dari kecil saya nggak terlalu suka belajar akademis, apalagi di kelas. Lebih suka baca komik, majalah, novel, main, mengkhayal, jalan-jalan, atau membuat prakarya. Ibu juga bilang kalau saya bukan anak yang pintar, pun sampai sekarang punya kelemahan susah fokus saat di keramaian. Tapiiii... tapiii.. saat SD selalu ranking 3 besar, masuk SMP & SMA favorit dan mendapat peringkat 10 besar, lulus kuliah dari UI. Sombong kamu, Rhein! Itu namanya pintar!
No! Trust me, I’m not that smart dan kadang bingung kenapa bisa mencapai hal-hal yang mungkin termasuk wow untuk sebagian or…

Backpacker Thailand Trip (part 2): Pattaya & Koh Larn Island

7 May 2014 Subuh di Bangkok, jujur Rhein nggak tahu arah kiblat ke mana. Pas di Indo nyarinya jadwal solat doang, lupa cari arah kiblat. Tapi yasud, kalau nggak tahu, solat mah niatnya yang penting ke kiblat, yes. Malam sebelumnya udah pesen ke resepsionis kalau beres subuh minta diantar ke terminal bus Ekkamai. Katanya mereka bisa nganter pake ojeg. Namun apa daya jam 5 pagi itu resepsionis masih gelap, nggak ada orang, ngga ada bel untuk manggil, mau nelepon ke contact person ya nomor hape Rhein masih nomor Indo kena roaming ngga bisa dipake. Akhirnya memutuskan untuk check out, simpan kunci, dan keluar hostel cari taksi ke terminal Ekkamai. Soalnya ngejar kapal ferry ke Koh Larn Island di Pattaya nanti yang cuma ada di jam-jam tertentu. 
Supir taksi, petugas terminal, dan orang-orang yang Rhein temui sepagi itu ramah-ramah. Mungkin kelihatan banget, cewek bawa backpack gede laha-loho nggak tahu arah, jadi mereka murah hati ngasih informasi. Perjalanan 2 jam dari Bangkok ke Pattaya …