Langsung ke konten utama

Postingan

Rentang Cerita: Usia 20-30 Tahun

Hari ini ulang tahun saya yang ke 25++. Haha... Konon orang bilang, hidup dimulai sejak usia 30 tahun. Maka kali ini, saya ingin berhenti sejenak, berbalik badan, dan melihat hidup saya saat usia 20an tahun. Konon orang bilang (lagi), usia 20an tahun adalah masa-masanya eksplorasi, waktunya belajar dan membuat banyak kesalahan. Momen petualangan! Saya ingin menuliskan beberapa daftar petualangan apa saja yang sudah dijalani selama kurang lebih 10 tahun ini. 

Kesehatan.
Alhamdulillah sehat. Mengalami berat bada dari yang nggak bisa tembus 50 kilo sampai lebih dari 60 kilo (wth!) dan sekarang stabil antara 54-55 kilo. Olahraga tiga puluh menit setidaknya 5 kali seminggu, makan buah tiap hari, dan tak lupa krim mata, sis! Mari hindari penuaan dini.
Study akademis. Layaknya standar generasi milenial, saya bisa mengecap pendidikan hingga bangku kuliah dan lulus S1 dari Departemen Fisika Universitas Indonesia. Kemudian melanjutkan S2 di Master of Business Administration Institut Teknologi Bandu…
Postingan terbaru

Kartini Zaman Now: Tambah Ilmu di Sela Waktu

Dalam memperingati hari Kartini, saya berencana membuat tulisan tentang pembahasan dua buah buku yang isinya mengulik topik perempuan. Buku "Sarinah" karangan Presiden Pertama RI, Soekarno, dan buku "Perempuan" karangan M. Quraish Shihab. Kedua buku yang membahas perempuan dari sudut pandang seorang negarawan dan agamawan. Namun apa daya, pembahasan ini yang awalnya rencana berakhir menjadi wacana. Hahaha... Alasan saya sangat tipikal: sibuk #kibasjilbab. 
Maka, saat ini saya hanya ingin sedikit berbagi sekaligus curhat tentang pandangan saya tentang menjadi salah satu Kartini zaman now. Kita mengenal Ibu Kartini sebagai sosok yang haus akan ilmu. Beliau selalu ingin belajar, berjuang untuk mendapatkan hak yang setara akan keilmuwan, dan tidak peduli betapa sulit kondisi saat itu, beliau ingin perempuan memiliki kesempatan yang sama dengan lelaki untuk mendapatkan hak belajar.
Bagi saya, perjuangan beliau perlu dilanjutkan meski dengan hal-hal sederhana. Tentu per…

Again

That hit me again. The feeling of unimportant                    of abandoned                    of my dream is nothing The pressure of  'do things you can do even you don't want to'
Lonely
Love is real, real is love. -John Lennon-

Review Tablet Amazon Fire HD 8

Gadget baru!  Sebagai manusia yang bukan gadgetholic, saya biasa membeli gadget untuk mendukung hobi utama: membaca dan menulis. Sebelumnya pernah menulis review Macbook Air dan Kobo Glo e-reader yang sudah saya miliki hampir 4 tahun dan keduanya masih berfungsi dengan maksimal. 
Kali ini saya berkenalan dengan Amazon Fire HD 8 yang saya beli dengan alasan: banyak fungsi dan murah! Pembelian di Singapura seharga 140 SGD (lebih murah dikit dari Kobo Glo yang saya beli di Jepang 110 USD).  Setelah memiliki selama kurang lebih dua minggu, mari kita jabarkan review ala-ala gadget ini. 
Developer Amazon mengeluarkan tablet seri ini dengan apps bawaan yang nggak terlalu mendukung kebutuhan saya dan kebanyakan apps musti bayar (akulah sahabat miskinmu). Namun tidak perlu khawatir, dengan install PlayStore, semua yang gratisan di sana bisa diunduh layaknya di OS Android biasa. 
Untuk kebutuhan menulis, Evernote selalu menjadi andalan karena tersinkronisasi dan bisa diakses dari beragam gadget. Un…

Open Water Diving Course - Surat Izin Menyelam

Sebenarnya saya lebih suka luar angkasa, tapi sering terpesona oleh makhluk-makhluk indah di dalam laut dan samudera. Saat pertama kali snorkling bertahun lalu melihat cantiknya terumbu karang dan ikan-ikan seperti menonton Discovery Channel secara siaran langsung, saya bertekad untuk bisa menyelam lebih dalam. Sayangnya saya ini penakut. Hahaha.. Melihat gelapnya laut dalam saja membuat saya sering berpikir aneh-aneh. Bagaimana kalau tiba-tiba muncul makhluk seram dan bahaya? Bagaimana kalau saya tersedot ke kegelapan dan tidak bisa menyelamatkan diri? Bagaimana kalau ini dan itu? 
Sejak awal tahun saya berencana untuk mempelajari banyak skill baru. Kemudian terpikirlah untuk merealisasikan keinginan belajar menyelam yang sejak lama tenggelam. Kebetulanada rencana traveling ke Bali dan seorang teman merekomendasikan sekolah selam yang, menurut pengalamannya, oke banget. Setelah kontak-kontakan, disepakati saya akan ambil kelas selam (Open Water Diving Course) selama 3 hari. Hari per…

Antara Senyum, Zona Nyaman, dan Menulis

Beberapa hari lalu seorang teman menelepon dan kami bercerita banyak hal. Saya mengenal dan mengagumi dia sebagai sosok yang punya banyak rencana, cita-cita, dan ambisi. Beberapa bulan terakhir kami sering ngobrol dan saya suka mendengar bagaimana dia punya banyak hal yang ingin dilakukan dalam hidupnya di masa depan. Saya suka melihat orang yang bersemangat memiliki mimpi-mimpi. Meski kadang saya merasa iritasi kalau dia menyentil yang intinya kira-kira: hidup saya tampak gini-gini aja dibanding rencana hidupnya.

Kemudian di percakapan kami yang terakhir, saya cukup merasa tersinggung karena beberapa hal. Pertama, dia bilang saya ini hidupnya terlalu senang-senang dan senyum-senyum aja. Awalnya saya menanggapi hanya dengan tawa karena mengira dia bercanda. Ayolah, apa yang salah dengan murah senyum? Namun ternyata dia serius, katanya saya ini keliatan ketawa-ketawa aja. Hidup itu harus lebih serius. Saya menimpali, "Terus gue harus gimana? Nangis?" Jawabannya tetap sama, h…

Trip to Vietnam: Hanoi-Ha Long Bay

Sebenarnya perjalanan ini saya lakukan Oktober 2017 lalu, namun apa daya baru sempat ditulis sekarang. Kemudian kali ini juga kunjungan saya ke Vietnam yang kedua, yang  pertama tahun 2015 dan malah tidak saya tulis di blog. Semua karena apa? Tentu karena malas. Hahaha..

Berbekal izin libur dari kantor dan tiket yang nggak murah-murah amat, saya dan adik bertolak ke Vietnam, sempat transit dan bermalam di KLIA2 untuk flight pagi menuju Hanoi. Berhubung kali ini merupakan perjalanan singkat (maklum buruh), otomatis saya nggak bisa go-show ujug-ujug menclok di suatu negara baru dan berpikir mau ngapain aja seperti biasanya. Saya sudah booking hostel dorm (hanya $5! I love Vietnam! Cheap!) dan tujuan saya kali ini jelas: Bermalam di kapal pesiar di Ha Long Bay. Duh, buruh satu ini emang loba gaya pisan. 
Hari ke 1
Dari bandara Hanoi kami naik bis umum dengan waktu perjalanan kurang lebih 30 menit ke daerah Old Quarter atau Hoan Kiem District. Sebenarnya di bandara banyak yang menawarkan …