Langsung ke konten utama

Postingan

Sudah Sampai di Praha

Pagi hari dua minggu lalu, pukul tujuh. Saya berjalan di trotar sembari menggeret koper besar menuju sebuah bangungan yang kelak akan menjadi tempat tinggal selama dua tahun ke depan. Asrama mahasiswa. Saya kembali ke kampus, kali ini di negeri kastil, Praha. 
Setelah hampir setahun penuh drama dan persiapan di Indonesia, kali ini berlanjut dengan segala urusan di Ceko. Hari pertama mengurus segala birokrasi kampus, urusan kartu mahasiswa, kartu transportasi, kartu sim hp, dan segala macam jenis kartu lain agar mempermudah akses selama tinggal di sini. Masih efek jetleg, saya sudah tidur lelap meski hari masih sore. Keesokan harinya kembali mengurus birokrasi imigrasi yang mana saya hanya bengong karena para petugasnya berbahasa Ceko (lol), tapi untungnya beres juga. Hari selanjutnya hingga sisa minggu adalah orientasi kampus yang sangat berfaedah. Mulai dari pengenalan sistem online kampus, perkenalan budaya Ceko, sampai seminar hak-kewajiban para pelajar Internasional yang sangat m…
Postingan terbaru

Ibu Negara

"Thi, mau seburuk apa pun masalah yang lu hadapi atau perasaan lu lagi kacau, ketika lu keluar rumah dan menghadapi dunia, lu harus bersikap layaknya Ibu Negara."
Itu pesan sahabat saya, Angie (ibu 2 anak), yang saya tanggapi dengan canda, "Ibu negara apaan? Negara api?"
Sebelumnya, saya tidak pernah menganggap sosok Ibu Negara sebagai seseorang yang memiliki peranan penting secara lingkup nasional. Mengingat semua ibu negara yang pernah ada di negeri ini tidak lebih dari perempuan produk patriarki (enggak saya banget). Saya justru lebih mengagumi perempuan yang menjadi direktur BUMN atau menteri karena terlihat nyata bagaimana mereka berkontribusi. 
Waktu SD saya pernah membaca buku punya ortu yang judulnya "100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia" karangan Michael Hart (ini buku legend yang sampe sekarang juga masih ada). Satu sosok yang berkesan adalah Ratu Isabella dengan segala cerita saat dia mengelola Spanyol. Namun apalah kisah ratu tahun 1400an kayakn…

Trio Miliarder

I tu nama grup WhatsApp kami, meski belum ada salah satu dari kami yang menjadi miliarder. Namun nama termasuk doa, kan? Hehe...
What friendship means for you? Who are they? 
Saya yang remaja mungkin akan menjawab, teman itu siapa saja yang bisa diajak hang out sepulang sekolah atau saat weekend. Teman itu yang bisa ngasih jawaban pe-er di sekolah atau contekan saat ujian. Saya yang mulai memasuki dunia kerja akan menjawab, teman adalah yang saya temui tiap hari di kantor, yang saling support akan carrier-path, yang saya ajak obrol tiap hari baik dengan atau tanpa tatap muka. Tiap orang punya definisi dan arti masing-masing tentang teman dan sahabat. Mereka yang selalu ada saat kamu menangis. Mereka yang jadi bridesmaids kamu. Mereka yang merayakan tiap fase dalam hidup kamu.
Sayangnya, seseorang yang kamu anggap teman atau sahabat, belum tentu menganggap hal yang sama ke kamu.
Friendship, sama seperti jenis relationship lain, punya kisah ujiannya masing-masing. Sama juga seperti jeni…

Juni, Ulang Tahun, dan Jalan-Jalan

Nggak afdol kalau bulan Juni nggak nulis blog, soalnya saya ulang tahun. Hahaha... Mirip seperti tahun lalu, bulan Juni tahun ini bertepatan dengan adanya libur lebaran Idulfitri. Keluarga menjadi fokus utama di setiap acara di bulan ini. Keluarga dari pihak ibu, dari pihak bapak, keluarga inti kami, dan sahabat yang sudah saya anggap seperti keluarga.
Menengok setahun ke belakang, saya bisa menghela napas dan tersenyum. Banyak hal terjadi, banyak pelajaran yang bisa dipetik. Situasinya up-and-down, ibarat naik roller coaster yang panik, takut, dan jejeritan saat terjadi, kemudian setelah sampai, saya tersenyum lega bahkan bisa tertawa terbahak. Di balik semua drama yang terjadi sejak tahun lalu, ada banyak mimpi yang dikabulkan Tuhan. Akhirnya saya bisa melakukan perjalanan Trans-Siberia, berkeliling Eropa, tinggal di kota yang paling saya impikan (Praha), berkunjung ke teman-teman yang pernah saya kenal di Australia di kota asal mereka di Eropa, mengisi workshop menulis (lagi), pek…

Persiapan: Trans-Mongolia & Trans-Siberia Railway

Sejak mendapat informasi tentang kereta ini kurang lebih tiga tahun lalu, Trans-Siberia menjadi salah satu obsesi saya dalam hal traveling. Menyusuri Russia melalui jalur darat dan 'tinggal' di dalam kereta selama beberapa hari sembari melihat pemandangan di sepanjang perjalanan sepertinya bakal menyenangkan (dan agak mati gaya, mungkin). Kemudian saat tinggal di Australia bertemu banyak traveler dari beragam negara, hey, ternyata mereka pun menjadikan jalur kereta ini sebagai 'bucketlist'. So, patut dicoba dong! 
Setelah mencari info sana-sini, menabung (ini wajib, biaya lebih mahal daripada traveling pakai pesawat, cuy!), mengajak orang-orang join, akhirnya persiapan untuk perjalanan ini udah 80%. Baru persiapan ini lho, ya. Belum berangkat.
Sekilas info: Ada tiga jalur kereta yang dikenal menghubungkan benua Asia dan Eropa ini. Trans-Manchurian, menghubungkan China dan Russia. Trans-Mongolian, menghubungkan China, Mongolia, dan Russia. Trans-Siberian, hanya ada di Rus…

Mengajukan Visa China, Mongolia, dan Rusia 2018 (sekaligus)

Akhir bulan ini saya berencana melakukan perjalanan jalur kereta Trans-Mongolia dan Trans-Siberia. Jadi, sejak dua bulan lalu lumayan pegel ngurus visa 3 negara (China, Mongolia, Rusia). Alhamdulillah lancar dan issued semua. Kali ini saya mau share persyaratan visa. Perlu diketahui pemirsa bahwa saya bukan agen, semua visa saya ajukan untuk kepentingan pribadi dengan waktu dan harga reguler. 
Visa China Syarat: 1. Form aplikasi visa, diisi online, lalu diprint. Web untuk isi form: visaforchina.org 2. Pas foto ukuran 48x33 mm (ukuran harus pas) sebanyak 2 lembar. Latar putih bersih. Yang 1 lembar tempel di form aplikasi. 3. Passport asli dan 1 lembar fotokopi halaman depan dan belakang (yang ada tanda tangan). Harus udah ditanda tangan, ya. 4. Fotokopi reservasi tiket masuk dan keluar China (pesawat dari Jakarta dan tiket kereta menuju Mongolia). 5. Fotokopi reservasi hotel (saya order di bookingdotcom yang bisa dicancel). Lama proses 4 hari kerja. Harga IDR 540.000, bisa bayar tunai atau deb…

Pulang: Konsep Indah sebuah Rumah

Saya pernah melihat kucing liar mati. Suatu malam di rumah kosan di Bandung, saya melihat gundukan di tumpukan baju tak terpakai yang ditinggalkan penghuni kos-kosan. Karena curiga, perlahan saya menyibak tumpukan baju tersebut dan melihat seekor kucing tertidur di sana. Refleks tangan saya mengelus kepalanya. Dingin, bulu kering, tulangnya terasa, tidak berbau. Dia mati. Saya tahu jenis 'dingin' dari makhluk hidup yang mati. Bukan dingin seperti es batu, hembusan angin, atau salju. Melainkan jenis dingin yang menyiratkan sepi, hampa, dan pilu. 
Kucing itu tak bertuan dan sebelumnya sering berada di area teras balkon kosan lantai dua. Tempat tidurnya di tumpukan baju-baju bekas. Penghuni kosan sering berbagi sisa makanan dengannya. Malam itu saya menghubungi bapak kos memberi tahu perihal si kucing sembari mengecek kondisinya. Tidak ada luka, kemungkinan besar dia mati karena usia. 
Seminggu yang lalu, kucing saya (nama: Mele) tidak pulang selama empat hari berturut-turut. Dia k…