Review iPad 9th Gen 2021


Review gadget ala-ala dengan fungsi mendukung hobi, kali ini jatuh pada iPad dan Apple Pencil. Sebelumnya saya pernah mengulas Kobo Glo (2015), lalu ganti ke tablet Amazon Fire HD (2018). Pas ganti ke Amazon, Kobo masih berfungsi bagus dan karena ada teman yang minat, saya jual deh. Terus sekarang ganti ke iPad, apa karena Amazon udah rusak? Enggak juga, sih. Saya tipe yang merawat barang dengan apik. Beli iPad ya karena pengen aja dan punya duit. Hehe.. Selain itu berdasarkan pengalaman, produk Apple awet dan bagus. Punya macbook Air dari tahun 2014 dan iPhone 6S Plus dari tahun 2018, keduanya berfungsi dengan baik sampai sekarang. So, why not try iPad to make my life happier and easier? 


Okay let's start. Fungsi utama yang dicari adalah mendukung hobi: membaca, menulis, dan tahun ini saya mulai hobi menggambar. Selain itu kalau berdasarkan pendapat Bani dan Mput, iPad juga banyak faedah yang lain. Kenapa milik iPad 9? Karena di antara seri tablet keluaran Apple terbaru, doi paling murah tentu saja. Beli di Alza (semacam toped versi Czechia) seharga 9,785 czk atau setara IDR 6,350,000. Eh ngemeng-ngemeng, kalau pulang ke Indonesia perlu register gadget segala ga ya? Hmm.. never mind, let future me solve my future problem. Ini dia penampakan saat unboxing. Uwuwuuuw...



Untuk kebutuhan membaca, nggak banyak yang berubah dari apps di Amazon Fire; Kindle, NYTimes, Webtoon, Playbooks, Gramedia. Sekarang bisa nambah Kobo Books dan iBooks. Banyak banget cuma buat baca ebook? Tentu saja untuk survey harga yang lebih murah. Hehehe..


Untuk menulis, pilihan jatuh pada 2 apps utama: Notes (bawaan Apple) dan GoodNotes 5. Notes saya pakai karena bisa sinkron di semua gadget Apple, jadi biasa untuk nulis segala hal random mulai dari daftar belanja, curhat, atau ide tulisan. Oiya, saya tuh kan masih nulis dengan cara manual di notebook, terutama untuk catatan to-do-list, journaling, dan healing process (meski saya pelaku bullet jurnal yang tidak istiqomah). Nah, iPad ini popular juga dengan digital planner & journaling. Setelah nonton review sana-sini, saya memutuskan untuk install GoodNotes 5. Tadinya mau pakai Kilonotes karena gratis (LOL), tapi GoodNotes ada fitur bisa bikin folder, simpan file, dll. Lumayan kalau nanti nulis novel bisa lebih terorganisir penyimpanan file-nya. Saya juga install Story Planner for Writers untuk bikin rencana dan tracking project tulisan. Etapi emang kapan nulis novel lagi, Rhein? :p 


Untuk kebutuhan menggambar, banyak yang merekomendasikan Procreate (kudu bayar). Cuma saya ini kan masih amatir dalam urusan menggambar, jadi sayang kalau langsung beli apps tapi nanti nggak digunakan dengan maksimal (beda dengan menulis). Jadilah pilihan saya jatuh ke Adobe Fresco, yang juga punya channel youtube untuk belajar gambar. Setelah sekitar sebulan pakai Fresco, kok ngerasa kalau tutorial gambar di yutub lebih banyak pakai Procreate. Ya sudahlah akhirnya diinstall juga. Hahaha.. Keduanya bagus dan cocok untuk dipakai profesional.  Dari sudut pandang nubitol, Procreate simpel, banyak tutorial yang mudah diikuti apalagi untuk doodle, sedangkan Adobe Fresco punya brush cat air yang lebih menghasilkan kayak lukisan asli. Ini beneran pendapat amatir yah. Oh I love learn new skill!

I learn to follow tutorial at least 3 times a week
Aktivitas lain:

Nonton: standar saja dengan youtube dan TED. Btw, saya bukan penggemar nonton, apalagi youtube. Tapi gara-gara cari info tentang iPad dan segala pernak-perniknya, wow ternyata youtube punya banyak bahan belajar yang berfaedah (kemana aja lu, Rhein?). Urusan belajar hal baru, apps coursera juga nyaman diakses dari iPad. Apalagi subscriptionnya dibayarin kantor kan mantap. 


Bermusik: masih menggunakan Tabs untuk main ukulele yang ternyata memliki fitur lebih banyak di iPad daripada di Amazon Fire. Selain itu ada garage band untuk rekaman. Apps tersebut hilang dari macbook air yang sudah tidak bisa upgrade ke OS terbaru karena terlalu jadul. Huhuhu...

daily apps

Well, apalagi ya? Games? Nggak ada. Saya bukan peminat game. Ketahanan baterai lumayan lama, saya biasa ngecas 2 hari sekali. Untuk pencil bisa dicas di iPadnya dan lebih cepat daripada ngecas di colokan biasa, entah kenapa. Konektivitas bluetooth bisa nyambung sama 3 devices sekaligus (speaker, keyboard, pencil). Belum pernah nyoba lebih dari itu sih karena ga punya devices lain juga. Kamera, jangan diharap karena peruntukan ipad bukan buat foto-foto. Saya pakai glass screen protector yang standar. Pertimbangannya selain harga lebih murah, screen protector yang paper like (konon) membuat lapisan tip pencil cepat aus. Mungkin kalau untuk yang full-time designer lebih enak paper-like. Oiya, pemakaian screen protector juga tidak mengganggu konektivitas pensil. 


Setelah dua bulan pemakaian, perangkat ini memenuhi ekspektasi tujuan utama, to provide all my hobbies, make my life more excited to learn new skill, and happier. :)


Love is real, real is love. -John Lennon-

Comments

Popular posts from this blog

#AskRhein: Awal & Akhir Cerita

Ulang Tahun dan Rumah

Tempat Wisata Oke!