Langsung ke konten utama

Review Kobo Glo Ebook Reader

Apa yang lebih menyenangkan bagi seorang kutubuku selain sebuah perpustakaan pribadi dalam genggaman tangan? 

If there’s no orange, then choose hot pink
Setelah sering mendapat protes karena jumlah koleksi buku bertambah sedangkan rak buku semakin sempit, maka Rhein mulai melirik ebook. Thanks to apple (I use macbook air) yang menyediakan banyak ebook gratis di iBook. Awalnya menyenangkan baca di iBook karena ada fitur ‘night mode’ sehingga mata tidak terlalu lelah jika lama membaca. Sayangnya, nggak praktis juga kalau semisal sedang menunggu antrian atau di perjalanan Rhein harus membuka laptop untuk membaca. Bawa buku cetak dong, Rhein! Sudah... Dan dari pengalaman, satu novel cetak biasanya habis Rhein baca dalam sekali duduk di pesawat atau kereta. Mau bawa buku banyak? Berat dong, Ciiinn...

Jadilah Rhein (dari sekitar 2 tahun lalu) mulai cari-cari informasi mengenai ebook reader. Have you ever heard about Kindle? Yes, Rhein mencari info tersebut dan setelah ditelusuri ternyata masih agak sulit mendapatkannya di Indonesia. Belum lagi pembelian ebook melalui amazon harus menggunakan kartu kredit dan Rhein nggak punya. Alhamdulillah sekitar pertengahan tahun lalu nemu grup yang membahas tentang ebook reader di sini. Silakan dibaca karena cukup informatif mengenai beragam brand ereader dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Kemudian tiba-tiba langsung ‘klik’ saat mendengar brand KOBO. Ih, lucu.. jadi inget Kobo-Chan #abaikan. Awal Desember lalu sahabat saya datang dari Florida dan menunjukkan Kindle miliknya... Saya pun jatuh cinta (sama ebook reader-nya) karena e-ink ternyata sungguh nyaman untuk dibaca (belum pernah liat ebook reader langsung sebelumnya, norak). Pengoperasian ebook reader juga mudah. Dan saya pun makin mantap membeli ebook reader.

Beberapa kebutuhan saya akan ebook reader:
  • e-ink
  • Bisa memuat banyak ebook
  • Bisa beli ebook tanpa kartu kredit
  • Baterai tahan lama
  • Harga tidak lebih dari 2 juta
  • Bisa menyala dalam gelap
  • Pengoperasian mudah
  • Bisa membaca ebook format (terutama) epub dan pdf (ngaku deh tukang download ebook kebanyakan pasti formatnya ini. Tambahan lagi koleksi di iBook juga semuanya epub).
Browsing sana-sini, pilihan saya jatuh pada Kobo Glo dan di Indonesia ada yang jual tapi mahal sekali. Alternatif pembelian melalui ebay. Tapi...tapi... khawatir rempong sama urusan bea cuka (pembelian barang dari luar negeri lebih dari $50 aturannya dikenai bea cukai). Namun ya Bismillah ajalah. Saya pun beli Kobo Glo dari ebay di salah satu seller di Jepang dengan harga $110 sudah termasuk ongkir Air Mail. Perkiraan sampai ke Indonesia 2 minggu. 

Alhamdulillah, ngga sampai 2 minggu, jeng...jeng... Gadget baru itu datang. Tanpa kena bea cukai. Entah kenapa. Tapi ya alhamdulillah. :D :D Maka.. berikut adalah review pemakaian Kobo Glo ebook reader selama kurang lebih dua minggu ini.

Buka bungkus, joss!
E-Ink
Alias tinta elektronik. Kelebihan inilah yang membuat ebook reader lebih nyaman dibaca dibanding hape atau tablet. Enggak mudah lelah dan rasanya bener-bener mirip baca buku cetak, tanpa lembar halaman dan bau kertas yang khas, tentunya.

Memuat banyak ebook
Kobo Glo memiliki memori internal 2GB, yang bisa memuat sekitar 1,000 ebook, plus bisa ditambah memori eksternal hingga 32GB. Menurut info yang Rhein dapat, belum ada Kindle yang bisa ditambah memori eksternal.

Beli ebook tanpa kartu kredit
Yup! Beli ebook di website Kobo bisa menggunakan paypal. I prefer paypal then CC.

Baterai tahan lama
Yes. Setelah ngecas saat pertama kali digunakan, baterai bertahan tanpa cas lebih dari 2 minggu. Rhein membaca ebook reader ini tiap hari, sekitar 30 menit-2 jam per hari. Wifi dimatikan dan nyala hanya sesekali untuk download ebook baru. 

Harga tidak lebih dari 2 juta.
$110 dengan kurs rupiah saat beli harganya jadi 1,4 juta. 

Bisa menyala dalam gelap.
Oh yes... Ketahuilah kalau sebelum masa Kobo Rhein harus menghentikan kebiasaan baca buku sebelum tidur untuk mematikan lampu baru bisa tidur. Maka setelah masa Kobo meski lampu kamar sudah mati, masih tetap membaca ebook. More and more insomnia. Cahaya dari Kobo ini sistem backlight, ngga bikin silau mata seperti gadget lain (apa sih istilahnya?). Kayak di foto ini.

So you think you can sleep after turn off the light? Hohoho.. Not anymore, darling... More and more insomnia
Pengoperasian mudah
Kobo Glo sudah touch screen, hanya ada tombol on/off dan untuk menyalakan backlight di bagian atas. Tapi jangan bayangkan touchscreennya kayak iPhone ya. Kapasitasnya emang hanya mencukupi untuk kebutuhan membaca ebook. Saat pertama menyalakan Kobo, nanti ada pilihan apakah mau setting melalui PC atau Wifi. Sebaiknya saat setting awal ini ada koneksi internet, karena Kobo ereader tersinkronisasi dengan website Kobo. Jadi kalau sudah punya akun di sana (direkomendasikan bikin karena banyak ebook gratis yang bisa didownload, bisa dibaca di iBook juga), tinggal masukin email dan password, nanti akan otomatis semua data dan ebook koleksi kita di akun masuk ke dalam Kobo Glo. Udah deh.. tinggal baca.

Format epub dan pdf
Bisa banget. Paling capable menggunakan epub karena beberapa hal seperti: Bisa ganti ukuran dan jenis font, bisa highlight kalimat atau kata (bagi Rhein yang punya kebiasaan menandai kalimat menarik, ini penting), ada kamus otomatis.
Untuk pdf, hanya bisa di zoom untuk memperbesar halaman, tidak bisa highlight, tapi ada mode bookmark kalau ada halaman menarik.
Disarankan jangan memasukan ebook format mobi (formatnya Kindle), karena Rhein pernah mencoba buka mobi di Kobo, terus HANG! Ngga bisa disentuh, tombol on/off dan backlight ngga berfungsi. Emang sih, di spec-nya juga Kobo emang ngga bisa baca mobi. Kalau hang jangan panik, cukup colok lubang kecil di bagian bawa Kobo menggunakan jarum, nanti otomatis reset dan Kobo kembali seperti semula (data-data ngga akan hilang).

click for detail
Lain-Lain
Wifi
Did you hear wifi in this Kobo Glo? So I can connect with internet? Yes! Tapi Rhein ngga menggunakan wifi untuk browsing karena faktor e-ink menyebabkan seluruh layar abu-abu, bisa dibayangkan membuka Facebook dan semua warnanya abu-abu. Haha.. Wifi hanya untuk beli ebook atau sinkronisasi dengan website untuk update.

Games
Ada catur dan sudoku. Yeah..yeah.. such a bookworm favorite games.

Charge
Hanya ada kabel data dari paket pembelian Kobo Glo. Disarankan ngecas colok ke PC atau laptop. Kabel data juga berfungsi untuk transfer koleksi ebook di PC ke Kobo ereader. Kalau mau beli adapter supaya bisa ngecas langsung ke listrik, sebaiknya gunakan yang 5 V.

fitur-fitur
Tips-tips
  • Ereader ini tidak ada garansi di Indonesia, jadi sebaiknya dirawat baik-baik. 
  • Kasih bungkusan supaya layar ereader nggak langsung kena benda-benda tajam, apalagi kalau masuk tas. Konon layar ereader ini sensitif, bisa cek contoh kerusakan di sini.
  • Cas sesuai dengan ketentuan buku manual.
  • Buku manual tentang pemakaian, pemeliharaan, dll bisa download di sini.

Puaskah dengan Kobo Glo ini? PUAS BANGET! Bisa baca buku di mana & kapan aja, belajar bahasa Inggris, ringan banget dibawa-bawa, untuk bookworm, ini gadget mengerikan dan berbahaya karena bisa bikin lupa apa-apa.


Love is real, real is love. -John Lennon-

Komentar

Arian Sahidi mengatakan…
http://ariansahidi.blogspot.com/

nice info, tante. jadi kepengen beli :D
The Ordinary Trainer mengatakan…
Bagi pembaca sejati ...
Gawai ini tentu akan sangat membantu ... praktis ... mengasyikkan ...
tantangannya adalah mungkin tidak semua buku bagus ada versi on line atau "e" nya mungkin ya ...

salam saya
(19/1 : 4)
Tresnasari Ratnaningtias mengatakan…
Mohon info beli kobo glo dimana? reply di tr.trezz@gmail.com

trim sebelumnya
rhein fathia mengatakan…
@Om Nher:
Iya om, terutama untuk buku-buku lokal, masih jarang yang ada ebooknya.

@Tresnasari:
Saya beli di ebay (sudah disebutkan di postingan)
Puty Fauzya mengatakan…
hii..
bole tau contact toko nya? krn di ebay bnyk sekali tokonya,, saya tertarik kobo aura, tp toko di jkt mahal sekali sampai 4 juta.. thanks in advance
ceritamusim gugur mengatakan…
hi!aku baru kejambret niy kemaren. salah satu yg diambil kobo aura. mau beli lagi, tp mahal bgt disini.kmaren belinya pas di ausie. bisa kasi tau nama seller di ebaynya? terima kasih yahhh.
Barry Arga mengatakan…
Nice review Rhein, baca melalui ebook memang lebih nyaman daripada tablet modern lainnya karena layarnya yang e-ink dan baterai tahan lama.

Numpang lapak ya...

Kalau ada yang butuh ereader, bisa cek ke Tokopedia.com/ereaderstore dan di Bukalapak juga ada. Ready Kindle Basic, Kindle Paperwhite 300ppi dan Kobo GloHD (limited quantity). Harga bersaing :D
Priawan Wibisono mengatakan…
Halo! Tanya dong mbak, untuk buku bukunya beli lewat situsnya Kobo atau download sendiri lalu dimasukin ke gadget? Kalau beli buku, ribet kayak beli di amazon nggak? Thanks untuk sharenya ya :)
nabilla Adharina mengatakan…
Ka bener kan yah bisa buka pdf? hehe aku kebanyakannya pdf kan lumayan bisa baca jurnal-jurnal

Pos populer dari blog ini

Backpacker Thailand Trip (part 1): Jakarta-Bangkok

Sawaddi Kha...
Ayey! Rhein baru pulang dari Thailand dengan hati senang.. :D Hmm.. cerita mulai dari mana dulu ya? Persiapan dulu kali ya. Oke deh.
Persiapan Backpacker murah meriah. Selain sama keluarga atau dapat fasilitas dari instansi tertentu, Rhein selalu jalan-jalan ala backpacker. Why? Selain murah juga karena males geret-geret koper. Hahaha... Rencana backpacking ke Thailand ini berawal dari adanya tiket promo Air Asia & Lion Air sekitar 5 bulan lalu yang membuat Rhein berhasil mendapat tiket Jakarta-Bangkok PP seharga 700 ribu rupiah sajah! Yes, murah!
Menjelang sekitar 1-2 minggu keberangkatan, baru deh mulai cari info detail tentang segala hal menarik di Thailand. Dari worskhop Seasoned Traveler waktu di UWRF, dikasih tahu kalau persiapan sebelum traveling (apalagi bagi penulis) itu sangat penting supaya nggak blank banget saat di lokasi. Sehingga saat sampai di tujuan, kita nggak lagi bingung mau ngapain atau ke mana, tapi bisa lebih fokus menerima hal-hal detail yang …

Untuk Kamu-Kamu yang Tidak Pintar

Zaman saya SMP sempat nge-tren adanya award semacam cewek tercantik, cowok terganteng, cewek tergaul, cowok terramah, dsb. Saat itu saya juga menang award, lho... jadi cewek ter-lemot alias lemah otak alias tulalit alias loading lama. Hahaha.. Dan emang bener sih, kala itu (sampai sekarang, meski nggak separah dulu) saya sering merespon sesuatu hal baru dengan kata pamungkas, “Hah? Hah?” dengan tampang boloho :))
Dari kecil saya nggak terlalu suka belajar akademis, apalagi di kelas. Lebih suka baca komik, majalah, novel, main, mengkhayal, jalan-jalan, atau membuat prakarya. Ibu juga bilang kalau saya bukan anak yang pintar, pun sampai sekarang punya kelemahan susah fokus saat di keramaian. Tapiiii... tapiii.. saat SD selalu ranking 3 besar, masuk SMP & SMA favorit dan mendapat peringkat 10 besar, lulus kuliah dari UI. Sombong kamu, Rhein! Itu namanya pintar!
No! Trust me, I’m not that smart dan kadang bingung kenapa bisa mencapai hal-hal yang mungkin termasuk wow untuk sebagian or…

Backpacker Thailand Trip (part 2): Pattaya & Koh Larn Island

7 May 2014 Subuh di Bangkok, jujur Rhein nggak tahu arah kiblat ke mana. Pas di Indo nyarinya jadwal solat doang, lupa cari arah kiblat. Tapi yasud, kalau nggak tahu, solat mah niatnya yang penting ke kiblat, yes. Malam sebelumnya udah pesen ke resepsionis kalau beres subuh minta diantar ke terminal bus Ekkamai. Katanya mereka bisa nganter pake ojeg. Namun apa daya jam 5 pagi itu resepsionis masih gelap, nggak ada orang, ngga ada bel untuk manggil, mau nelepon ke contact person ya nomor hape Rhein masih nomor Indo kena roaming ngga bisa dipake. Akhirnya memutuskan untuk check out, simpan kunci, dan keluar hostel cari taksi ke terminal Ekkamai. Soalnya ngejar kapal ferry ke Koh Larn Island di Pattaya nanti yang cuma ada di jam-jam tertentu. 
Supir taksi, petugas terminal, dan orang-orang yang Rhein temui sepagi itu ramah-ramah. Mungkin kelihatan banget, cewek bawa backpack gede laha-loho nggak tahu arah, jadi mereka murah hati ngasih informasi. Perjalanan 2 jam dari Bangkok ke Pattaya …