Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2017

The Chronicle in Fremantle

Pada suatu hari, salah seorang sahabat saya mengirimkan gambar di atas. Sebagai anak sok petualang, saya pun berkeyakinan bahwa suatu hari harus mencoba. Bukan hanya sekadar wisata, tapi benar-benar harus mencoba hidup di suatu tempat yang tidak satu pun tahu siapa saya dan tidak seorang pun yang saya kenal sebelumnya. 
Usai lima bulan tinggal di Sydney dan mulai bosan (serta hampa plus lelah kebanyakan klabing #plak), saya pun berpikir saatnya menjelajahi tempat baru. Ide di gambar itu pun kembali muncul. Pilihan destinasi tertuju ke kota Fremantle yang gaulnya disebut Freo. Sebuah kota kecil dengan jarak 30 menit menggunakan kereta dari Perth City, Western Australia. Tidak banyak informasi yang saya dapat tentang kota ini sebelumnya karena saya malas googling. Dalam pikiran saya hanya, “Okay, I’ll go!”
Berbeda dengan saat pertama kali ke Australia, saya benar-benar penuh rencana. Ada teman bareng naik pesawat, sampai Sydney akan ada yang jemput, saya punya tempat tinggal sementara,…

Simple Girl

I rarely bring fancy handbag, backpack still the most comfortable for me.
I don't have pretty wallet. Even mine is simpler than men's wallet, the small one for cards and a little money inside.
I don't wear branded dress. I bought when I need it, the cheap one or discount price, as long as it fit and comfy.
I do love make up. I choose nude and natural look colour, then put them inside travel size pocket. I still want to look pretty when I take selfie.
My shoes, sure it should be high quality because I wear them everyday for my journey. Good shoes, healthy feet, amazing journey.
I'm a simple girl in appearance, but pretty sure not in experience.



Love is real, real is love. -John Lennon-

Rottnest Island, A Paradise

Surga itu ternyata hanya berjarak 30 menit dari tempat saya tinggal sekarang, Fremantle.
Setelah sekian lama saya selalu membanggakan pantai-pantai di Bali dan 3 Gili yang belum ada memandingi keindahan mereka di semua pantai yang pernah saya temui, akhirnya saya menemukan pulau surga lain: Rottnest Island. 
Berbekal izin libur dari pak Bos, saya dan Kiyomi berangkat ke Rottnest untuk piknik setelah dua minggu kerja rodi di restoran saat musim liburan akhir & awal tahun yang oh-my-god kenapa tamu nggak berhenti-berhenti dateng?! Kami membeli tiket di hari selasa agar dapat separuh harga yang tiketnya bisa dibooking di sini. Saya tahu orang-orang bilang Rottnest indah dan menyenangkan terutama pantainya, tapi tidak mau berekspektasi besar karena dari pantai-pantai yang pernah saya kunjungi di Asia Tenggara dan Australia selama ini, belum ada yang se-memuaskan Bali dan 3 Gili (yang udah ke Raja Ampat, ga usah komentar. Saya belum kesana). Kemudian, sampailah kami di Rottnest dan...…

I Will Meet You

Saya akan ketemu kamu suatu hari nanti. Kamu yang bisa mencintai saya dan keluarga saya dalam kondisi apa pun dan saya bisa melakukan hal sebaliknya. Kamu yang nggak akan marah kalau saya ganggu-ganggu ketika saya bosan. Yah, sesekali boleh lah marah kalau saya keterlaluan. Kamu yang akan memeluk saya lembut ketika saya drama dan melankolis. Kamu yang bisa melihat bahwa saya bukan perempuan tangguh ceria hobi ketawa, tapi ada sosok rapuh pemurung yang sinis pada dunia.  Kamu yang mau memberi saya ruang dan waktu tiap pagi untuk saya melamun sendiri sembari menggenggam mug dan menyesap kopi.  Kamu yang akan memaklumi kebiasaan saya yang sering protes karena merasa gendut dan jerawatan tapi tetap makan eskrim, cokelat, dan segalan camilan ber-MSG. Kamu yang akan terbiasa dengan wajah saya yang sesekali hitam semua, hijau semua, atau putih semua, karena sedang maskeran. Kamu yang hanya akan tertawa maklum karena saya tidak suka olahraga dan menggantinya dengan joget-joget nggak jelas de…