Langsung ke konten utama

Kelas Inspirasi & Hari Sumpah Pemuda

Kemarin, tanggal 27 Oktober katanya Hari Blogger Nasional. Sebagai blogger yang baik, mungkin seharusnya Rhein posting gitu supaya update. Namun apa ada Rhein sukanya ngasih alasan macam-macam. Nah, mumpung sekarang Hari Sumpah Pemuda, Rhein posting di hari ini aja yaaa... Hohoho..

Sesuai judul postingan, semua pemuda profesional kece se-Indonesia Raya pasti tahu program besutan pak Anies Baswedan yang sekarang menjadi Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah ini. Kelas Inspirasi, yang muncul setelah program Indonesia Mengajar, memfasilitasi para profesional yang ingin ikut merasakan bagaimana berbagi ilmu dengan anak-anak sekolah dasar, tetapi belum ada kesempatan untuk mendekam di pelosok negeri ini dalam jangka waktu lama.

Maka, setelah melalui pendaftaran dan seleksi melalui website Kelas Inspirasi, para profesional ini diberi kesempatan untuk menginspirasi siswa-siswi Sekolah Dasar tentang profesi masing-masing. Ini tentang cita-cita, tentang bagaimana kehidupan profesional setelah keluar dari pendidikan akademis, tentang kerja keras, tentang informasi bahwa pekerjaan impian tidaklah hanya dokter, pilot, dan insinyur. 

Rhein pernah ikut program ini 2 kali. Pertama Kelas Inspirasi Jakarta #3 Kelompok 29 yang terdiri dari:

Caesaria Engineer
Gina Dwi Astuti      Analisa Kredit/AO
Rhein Fathia Penulis Novel
Abbas Supardi PuRel & Marketing
Anna Alfiyanti Area Manager
Reza Ass. Tea Procurement Manager
Agus Kasub Bag Pengadaan & Distribusi 
Christie PuRel & Marketing
Gemala Hanafiah Surfer
Ary Dwiaji Fotografer
Penny Fotografer
Nana                       Fotografer
Rizal Videografer


Kami mengajar di SDN Kenari 10 Jakarta di daerah Menteng. Sebelumnya Rhein pernah jadi guru freelance untuk anak SMA, namun ternyata mempersiapkan bahan ajar untuk anak-anak SD memberikan dag-dig-dug tersendiri. Apalagi kali ini harus berbagi tentang profesi: PENULIS NOVEL. Bagaimana menginspirasi siswa-siswi SD tentang betapa menyenangkan menjadi penulis? 


Setelah sharing & diskusi dengan teman-teman 1 kelompok di grup WhatsApp, akhirnya Rhein memutuskan untuk memberi 2 materi berbeda. Untuk siswa kelas 1,2,3, akan Rhein ajak bermain boneka sambil mendongeng karena mereka tentu masih belum paham bagaimana membuat plot sebuah novel 200an halaman, toh? Untuk kelas 4,5,6 sudah dianggap cukup dewasa untuk memahami bagaimana proses sebuah novel dari mulai ide tercetus sampai novel terpajang di toko buku. Rhein juga mengajak mereka bermain merangkai cerita secara spontan dari sebuah ide yang tercetus untuk mengasah kemampuan berkhayal mereka. Seru? Pastinya!! 



Kemudian kali kedua ikut Kelas Inspirasi Depok #2 di kelompok 15 yang tediri dari:

Dahlia Dosen
Silvi               Jr. Analyst Tonnage Management
Sampor Ali Pemimpin KLN
Indah IT Business Analyst
Rhein Penulis Novel
Nisa              QHSE Superintendent
Andri Developer Program
Arya Dokter Olahraga
Ambar HR Supervisor
Vania Fotografer

Kami mendapat kesempatan mengajar di SDN Mekarjaya 16 Depok. Materi yang Rhein berikan masih sama seperti di SD sebelumnya. Kemudian Rhein belajar bahwa ada perbedaan antara siswa SDN di Jakarta dan Depok dari segi kefasihan mereka menggunakan gadget, sikap percaya diri, dan keterbukaan terhadap orang asing.





Hal menyenangkan dari ikut Kelas Inspirasi ini adalah bisa mengenal teman-teman baru dengan profesi kece yang beragam. Meski event Kelas Inspirasi sudah berlalu, kami masih sering chit-chat di grup WhatsApp.

Kesan-kesan selama mengajar anak SD seharian? Sumpah! Rhein pengen langsung ketemu guru-guru SD untuk minta maaf... Hahaha.. Bocah-bocah aktif yang nggak ada capeknya, tanya ini itu, celetuk itu ini, belum yang berantem, nangis, saling dorong, tonjok, giginya kepentok meja. Sagala rupa weh lah.. Namun di atas betapa riweuh mengajar mereka, sungguh.. ada satu hal yang Rhein sadari: 
Mereka adalah harapan bangsa, para pemuda penerus perjuangan. Ibarat mereka adalah kertas putih polos, tulislah hal-hal baik, bermanfaat, dan menginspirasi di sana..
Terima kasih pak Anies Baswedan atas program hebat ini. Semoga bisa menjadi ujung tombak pergerakan pemuda di masa kini dan mendatang untuk terus bekerja, berkarya, dan menginspirasi.

Selamat Hari Sumpah Pemuda!


Video Kelas Inspirasi

Love is real, real is love. -John Lennon-

Komentar

Indah Alfajarina mengatakan…
Hihihi .. Mbak Rhein salam kenal . Aku juga ikut kelas inspirasi Bojonegoro#2

https://m.youtube.com/watch?v=pXpiz9stquo

Postingan populer dari blog ini

Untuk Kamu-Kamu yang Tidak Pintar

Zaman saya SMP sempat nge-tren adanya award semacam cewek tercantik, cowok terganteng, cewek tergaul, cowok terramah, dsb. Saat itu saya juga menang award, lho... jadi cewek ter-lemot alias lemah otak alias tulalit alias loading lama. Hahaha.. Dan emang bener sih, kala itu (sampai sekarang, meski nggak separah dulu) saya sering merespon sesuatu hal baru dengan kata pamungkas, “Hah? Hah?” dengan tampang boloho :))
Dari kecil saya nggak terlalu suka belajar akademis, apalagi di kelas. Lebih suka baca komik, majalah, novel, main, mengkhayal, jalan-jalan, atau membuat prakarya. Ibu juga bilang kalau saya bukan anak yang pintar, pun sampai sekarang punya kelemahan susah fokus saat di keramaian. Tapiiii... tapiii.. saat SD selalu ranking 3 besar, masuk SMP & SMA favorit dan mendapat peringkat 10 besar, lulus kuliah dari UI. Sombong kamu, Rhein! Itu namanya pintar!
No! Trust me, I’m not that smart dan kadang bingung kenapa bisa mencapai hal-hal yang mungkin termasuk wow untuk sebagian or…

Backpacker Thailand Trip (part 1): Jakarta-Bangkok

Sawaddi Kha...
Ayey! Rhein baru pulang dari Thailand dengan hati senang.. :D Hmm.. cerita mulai dari mana dulu ya? Persiapan dulu kali ya. Oke deh.
Persiapan Backpacker murah meriah. Selain sama keluarga atau dapat fasilitas dari instansi tertentu, Rhein selalu jalan-jalan ala backpacker. Why? Selain murah juga karena males geret-geret koper. Hahaha... Rencana backpacking ke Thailand ini berawal dari adanya tiket promo Air Asia & Lion Air sekitar 5 bulan lalu yang membuat Rhein berhasil mendapat tiket Jakarta-Bangkok PP seharga 700 ribu rupiah sajah! Yes, murah!
Menjelang sekitar 1-2 minggu keberangkatan, baru deh mulai cari info detail tentang segala hal menarik di Thailand. Dari worskhop Seasoned Traveler waktu di UWRF, dikasih tahu kalau persiapan sebelum traveling (apalagi bagi penulis) itu sangat penting supaya nggak blank banget saat di lokasi. Sehingga saat sampai di tujuan, kita nggak lagi bingung mau ngapain atau ke mana, tapi bisa lebih fokus menerima hal-hal detail yang …

Perkara ber-Agama dan ber-Tuhan di Australia

"Are you a Buddhist?" Saya menatap teman, yang sudah saya kenal di tempat kerja selama satu bulan itu, dengan pandangan bermakna, "Hah?"
Australia, sebuah benua dan negara dengan penduduk sangat-sangat-sangat beragam latar belakangnya. Di sini, pertanyaan setelah "What's your name?" adalah "Where are you from?". Dan jawabannya jarang banget "I'm Aussie." Pasti dari negara yang beda-beda. Indonesia memang penganut Bhineka Tunggal Ika (yang sekarang sedang terluka), namun tinggal setahun di benua Kanguru membuat saya berinteraksi dengan lebih banyak lagi perbedaan. Postingan kali ini akan mencoba membahas tiga perbedaan signifikan berdasarkan pengalaman saya dan bagaimana menyikapinya. Tadinya saya mau menulis menjadi satu postingan, tapi berhubung hobi curhat jadi saya pisah karena kepanjangan.
AGAMA

"Are you working everyday?" Pemuda itu bertanya sembari tangannya sibuk menyiapkan pesanan mie. "No. I have day off …