Langsung ke konten utama

Ulang Tahun dan Apel Warna Oranye

Juni selalu menjadi bulan yang spesial bagi Rhein selain karena identik dengan suasana liburan juga karena ulang tahun. Sebenarnya ultah Rhein sudah lewat, 2 minggu lalu saat Jum'at ke 13, dan biasanya ngga pernah lupa bikin postingan. Apa daya kemarin-kemarin itu sedang hectic berat antara thesis-deadline novel-kerjaan, dan yang paling menyedihkan bagi seorang penulis adalah laptop mati total. Hiks.. Sebenarnya sudah lama itu laptop bermasalah, tapi baru kali itu nggak bisa nyala. Sebenarnya sudah lama juga pengen beli laptop baru, tapi masih mikir-mikir sayang sama tabungan.

Kemudian, setelah berpikir masak-masak (halah), ketika semua pekerjaan & tugas butuh laptop, tentu  tidak masalah membeli 'senjata' untuk kelangsungan hidup serta tanggung jawab toh. Bertepatan dengan hari ulang tahun, Rhein membeli kado untuk diri sendiri (ngga ada yang mau beliin kado ini soalnya). Please welcome, my new gun:

The Orange-Apple
Kok warnanya oranye? Oh, adik yang baik hati membelikan cover case-nya karena Rhein pecinta warna oranye. Laptop aslinya sih silver-silver elegan gitu... Sukses membuat tabungan terkuraaaasss.. Namun, rasanya puaaasss banget! Karena sejak setahun lalu Rhein ngincer Macbook Air 11" ini. Kecil, ringan, mudah dibawa-bawa, batre awet sampai 9 jam! Untuk yang sering lupa tempat & waktu kalau lagi ngetik, ih ini laptop bermanfaat banget. Ngetik di kafe, kampus, rumah, airport, sampai di bis sekalipun kalau lagi ada ide nulis bisa langsung dikerjakan. Udah gitu, ngga perlu lama proses menyalakan ni laptop karena sekali buka, ngga sampai 5 detik udah bisa ngetik. Kecanggihan keyboard yang menyala di laptop ini juga membuat Rhein bisa nulis bahkan saat gelap. Cihuy! :D

Awalnya Rhein kira bakal kesulitan menggunakan OS Macbook karena beda dengan Windows. Ternyata oh ternyata, Macbook sangat gaptek-user-friendly. Mudah banget digunakan & dipahami. Senang.. senang... Semoga laptop ini membawa berkah dan bisa menemani Rhein dalam menghasilkan banyak tulisan yang berkualitas. 


Nah, bagi yang masih berminat untuk ngasih Rhein kado, boleh tiket pesawat PP Indonesia-Eropa. Tiketnya doang, kok, di sananya Rhein bisa backpacking hemat... 

Love is real, real is love. -John Lennon-

Komentar

Anonim mengatakan…
baguuusss
Anonim mengatakan…
btw kak rhein .. selain nulis kerjaannya apa?

Postingan populer dari blog ini

Untuk Kamu-Kamu yang Tidak Pintar

Zaman saya SMP sempat nge-tren adanya award semacam cewek tercantik, cowok terganteng, cewek tergaul, cowok terramah, dsb. Saat itu saya juga menang award, lho... jadi cewek ter-lemot alias lemah otak alias tulalit alias loading lama. Hahaha.. Dan emang bener sih, kala itu (sampai sekarang, meski nggak separah dulu) saya sering merespon sesuatu hal baru dengan kata pamungkas, “Hah? Hah?” dengan tampang boloho :))
Dari kecil saya nggak terlalu suka belajar akademis, apalagi di kelas. Lebih suka baca komik, majalah, novel, main, mengkhayal, jalan-jalan, atau membuat prakarya. Ibu juga bilang kalau saya bukan anak yang pintar, pun sampai sekarang punya kelemahan susah fokus saat di keramaian. Tapiiii... tapiii.. saat SD selalu ranking 3 besar, masuk SMP & SMA favorit dan mendapat peringkat 10 besar, lulus kuliah dari UI. Sombong kamu, Rhein! Itu namanya pintar!
No! Trust me, I’m not that smart dan kadang bingung kenapa bisa mencapai hal-hal yang mungkin termasuk wow untuk sebagian or…

Backpacker Thailand Trip (part 4): Grand Palace - Asiatique

Rhein itu kebiasaan deh, kalau posting tentang backpacking pasti ngga beres dari berangkat sampai pulang. Seringnya kepotong setengah-setengah karena alasan yang entah apa. Mungkin ini mengidentifikasi kalau Rhein tipe orang yang cepet move on yah.. Hehehe.. 
Untuk Backpacking Thailand ini udah diniatkan harus ditulis sampai tamat! Soalnya ini backpacking berprestasi yang mengeluarkan budget murah, ke luar negeri pula. Baiklah, mari kita lanjutkan cerita-cerita backpackingnya dengan membongkar ingatan. Yang belum baca part sebelumnya ada di sini, di sini, dan di sini, ya.
Hari keempat di Thailand dan kembali ke Bangkok lagi. Pagi-pagi sekitar jam 8 Rhein udah siap mandi, dandan cantik, dan siap untuk wisata kebudayaan. Saat turun ke lobi, Rhein dikasih tahu sama penjaga penginapan bagaimana rute ke Grand Palace yang bisa ditempuh dengan jalan kaki dari Khaosan Road dan jangan tertipu sama orang-orang yang menawarkan tuktuk atau mengatakan bahwa Grand Palace tutup. Ih sumpah pemilik &…

Trip to Vietnam: Hanoi-Ha Long Bay

Sebenarnya perjalanan ini saya lakukan Oktober 2017 lalu, namun apa daya baru sempat ditulis sekarang. Kemudian kali ini juga kunjungan saya ke Vietnam yang kedua, yang  pertama tahun 2015 dan malah tidak saya tulis di blog. Semua karena apa? Tentu karena malas. Hahaha..

Berbekal izin libur dari kantor dan tiket yang nggak murah-murah amat, saya dan adik bertolak ke Vietnam, sempat transit dan bermalam di KLIA2 untuk flight pagi menuju Hanoi. Berhubung kali ini merupakan perjalanan singkat (maklum buruh), otomatis saya nggak bisa go-show ujug-ujug menclok di suatu negara baru dan berpikir mau ngapain aja seperti biasanya. Saya sudah booking hostel dorm (hanya $5! I love Vietnam! Cheap!) dan tujuan saya kali ini jelas: Bermalam di kapal pesiar di Ha Long Bay. Duh, buruh satu ini emang loba gaya pisan. 
Hari ke 1
Dari bandara Hanoi kami naik bis umum dengan waktu perjalanan kurang lebih 30 menit ke daerah Old Quarter atau Hoan Kiem District. Sebenarnya di bandara banyak yang menawarkan …