Langsung ke konten utama

My Class, My New Family: CCE ITB 48

Hai teman-teman, apa kabar? Udah lama banget sepertinya sejak Rhein terakhir kali nulis blog tentang cerita keseharian. Iya nih, Rhein isi blognya promosi buku melulu. Hihihi.. :p.

Kali ini Rhein mau cerita keseharian, deh. Apalagi kalau bukan tentang kehidupan mahasiswa di kampus. Sejak Januari lalu, Rhein kuliah lagi di Bandung, kampus Gajah, ambil jurusan Bisnis, konsentrasi Creative & Cultural Entrepreunership (disingkat CCE). Ih, apaan tuh? Gaya amat! Intinya, kuliah untuk jadi entrepreuner, cocok banget untuk manusia seperti Rhein yang nggak bisa hidup dalam rutinitas kantoran dan penyuka tantangan. Hohoho...

Rhein sekelas sama 40an mahasiswa lain. Kami angkatan MBA ITB CCE 48. Apa yang unik dari kelas ini? Oh, kami semua dididik untuk jadi entrepreuner dan hampir semua temen sekelas Rhein udah punya bisnis sendiri atau menjalankan bisnis keluarga. Kebayang dong, ada yang punya bisnis clothing design, spa house, konsultan keuangan, desain interior, wedding organizer, sampe bisnis kelas berat macam kontraktor bangunan atau pemilik ranch kuda. Di kelas ini, impian kami bukan jadi manager atau memiliki karier cemerlang di sebuah perusahaan ternama. Kami ingin jadi Raja di bisnis sendiri. Mengapa? Ah, alasannya simpel sih... Karena kami semua hobi MAIN! Hahaha.. Dan mengelola bisnis sendiri bisa lebih mengatur waktu menjadi lebih efektif sehingga waktu main tidak terganggu oleh ikatan jam kantor.
Tau gambar di atas? So true, right? Nah, kami pengen membuat kategori baru dari gambar di atas: young, have time, money, and energy. Tambahan deh, mati masuk surga. Aamiin! Di usia-usia produktif seperti Rhein & temen-temen sekelas (20's years old), banyak orang lain yang terjebak oleh rutinitas kantor. Sebenarnya enak sih, dapet gaji gede, bonus, prestige perusahaan tersohor. Apa pula bikin bisnis di usia muda. Emang gampang? NGGAK! Butuh modal gede, energi gede, rugi berjuta-juta, belum lagi masalah nyari SDM karyawan. Oh, apalagi ditambah tugas kuliah yang... MasyaAllah... MasyaAllah... (speechless saking banyak dan bikin stress).

Nah, di kelas CCE ini kami dibekali mata kuliah-mata kuliah yang bisa mendukung bisnis. Mulai dari bagaimana membuat logo perusahaan, promosi, sampe yang ribet-ribet macam inventory, finance, SDM, dll. Kuliahnya menyenangkan, temen-temen sekelas menyenangkan, yang nggak menyenangkan itu tugasnya banyaaaakk. Hahahaha...

But at least, kami di sini udah kayak keluarga. Mungkin banyak di antara kalian yang pengen nyoba bisnis tapi lingkungan nggak mendukung. Saat down, rugi, orang-orang sekitar kembali memberi saran "udah deh, ngelamar kerja lagi aja". Di sini, Rhein merasa beruntung karena ada 40an teman yang senasib! Ngomongin modal kawin yang habis buat buka cabang bisnis baru, adaaaa... Ngomongin karyawan yang nyebelin, adaaaa... Ngomongin startegi promosi yang kece, adaaaa... Pebisnis banyak duitnya? Kata siapa? Yang bokek banget sampe harus minjem duit, adaaaa... Hahahaha.. Tapi satu yang pasti, kami semua menjalankan apa yang disebut passion! :)

With lecturer of Design Thinking Class at Batik Komar Bandung

With our lovely lecturer at Marketing Management Class

Pengalengan Trip
Ketika hidup di dunia ini hanya satu kali, manfaatkan untuk melakukan semua hal yang kita suka dan menyenangkan. 


Love is real, real is love. -John Lennon-

Komentar

Hanna HM Zwan mengatakan…
Weh seru bgtttt....jd igt jmn kuliah dlu hehe
Jessica Wiana mengatakan…
Hai mba Rhein, kenalin aku jessica :D

aku lg tertarik jg nih mba untuk masuk CCE. Tapi dy kuliahnya itu senin- kamis ya full?

saya minat banget, tp saya punya usaha toko gtu yg agaknya susah di tinggal.

di kelas mbak, ada ga kira2 yg senasib sama saya? kalo ada, gmn cara dy bagi waktunya?

tq mba :D
rhein fathia mengatakan…
Hai Jessica, untuk semester 1&2 iya kuliah bisa dibilang full dan tugasnya gila2an. Mengenai waktu, itu emang tergantung prioritas kamu. Beberapa teman sekelas ada yg punya punya resto, salon, atau perusahaan. Mereka ttp bisa kuliah krn bs mengalihkan ke pegawai, kecuali jika ada hal penting diperbolehkan izin ke dosen.

:)
Jessica Wiana mengatakan…
Halo mba Rhein,

okee, thank you ya infonya mbak :) Good luck untuk study nya~
Jessica Wiana mengatakan…
btw mba, mo tanya lg :) jam kuliahny itu jam brp sampe jam brp ya mbak?

Postingan populer dari blog ini

Untuk Kamu-Kamu yang Tidak Pintar

Zaman saya SMP sempat nge-tren adanya award semacam cewek tercantik, cowok terganteng, cewek tergaul, cowok terramah, dsb. Saat itu saya juga menang award, lho... jadi cewek ter-lemot alias lemah otak alias tulalit alias loading lama. Hahaha.. Dan emang bener sih, kala itu (sampai sekarang, meski nggak separah dulu) saya sering merespon sesuatu hal baru dengan kata pamungkas, “Hah? Hah?” dengan tampang boloho :))
Dari kecil saya nggak terlalu suka belajar akademis, apalagi di kelas. Lebih suka baca komik, majalah, novel, main, mengkhayal, jalan-jalan, atau membuat prakarya. Ibu juga bilang kalau saya bukan anak yang pintar, pun sampai sekarang punya kelemahan susah fokus saat di keramaian. Tapiiii... tapiii.. saat SD selalu ranking 3 besar, masuk SMP & SMA favorit dan mendapat peringkat 10 besar, lulus kuliah dari UI. Sombong kamu, Rhein! Itu namanya pintar!
No! Trust me, I’m not that smart dan kadang bingung kenapa bisa mencapai hal-hal yang mungkin termasuk wow untuk sebagian or…

Trip to Vietnam: Hanoi-Ha Long Bay

Sebenarnya perjalanan ini saya lakukan Oktober 2017 lalu, namun apa daya baru sempat ditulis sekarang. Kemudian kali ini juga kunjungan saya ke Vietnam yang kedua, yang  pertama tahun 2015 dan malah tidak saya tulis di blog. Semua karena apa? Tentu karena malas. Hahaha..

Berbekal izin libur dari kantor dan tiket yang nggak murah-murah amat, saya dan adik bertolak ke Vietnam, sempat transit dan bermalam di KLIA2 untuk flight pagi menuju Hanoi. Berhubung kali ini merupakan perjalanan singkat (maklum buruh), otomatis saya nggak bisa go-show ujug-ujug menclok di suatu negara baru dan berpikir mau ngapain aja seperti biasanya. Saya sudah booking hostel dorm (hanya $5! I love Vietnam! Cheap!) dan tujuan saya kali ini jelas: Bermalam di kapal pesiar di Ha Long Bay. Duh, buruh satu ini emang loba gaya pisan. 
Hari ke 1
Dari bandara Hanoi kami naik bis umum dengan waktu perjalanan kurang lebih 30 menit ke daerah Old Quarter atau Hoan Kiem District. Sebenarnya di bandara banyak yang menawarkan …

Backpacker Thailand Trip (part 4): Grand Palace - Asiatique

Rhein itu kebiasaan deh, kalau posting tentang backpacking pasti ngga beres dari berangkat sampai pulang. Seringnya kepotong setengah-setengah karena alasan yang entah apa. Mungkin ini mengidentifikasi kalau Rhein tipe orang yang cepet move on yah.. Hehehe.. 
Untuk Backpacking Thailand ini udah diniatkan harus ditulis sampai tamat! Soalnya ini backpacking berprestasi yang mengeluarkan budget murah, ke luar negeri pula. Baiklah, mari kita lanjutkan cerita-cerita backpackingnya dengan membongkar ingatan. Yang belum baca part sebelumnya ada di sini, di sini, dan di sini, ya.
Hari keempat di Thailand dan kembali ke Bangkok lagi. Pagi-pagi sekitar jam 8 Rhein udah siap mandi, dandan cantik, dan siap untuk wisata kebudayaan. Saat turun ke lobi, Rhein dikasih tahu sama penjaga penginapan bagaimana rute ke Grand Palace yang bisa ditempuh dengan jalan kaki dari Khaosan Road dan jangan tertipu sama orang-orang yang menawarkan tuktuk atau mengatakan bahwa Grand Palace tutup. Ih sumpah pemilik &…