Posts

Showing posts with the label students

Persiapan Kuliah ke Eropa

Image
Kali ini mau nulis agak berfaedah meski tetap dari pengalaman pribadi dan masih ada bumbu curhat. Setelah setahun kuliah di Praha, baru niat nulis serius tentang persiapan kuliah ke sini. Hahaha. Gampang atau susah persiapan kuliah ke Eropa? Hmm.. Persiapannya lebih gampang daripada kuliah benerannya kok. Ini beberapa tips sederhana untuk persiapan. Cari Jurusan dan Kampus Eropa punya banyak kampus dan jurusan yang bisa dipilih. Dari jurusan umum seperti manajemen sampai spesifik seperti tourism. Pertama-tama kita perlu bertanya ke diri sendiri, mau belajar apa nih supaya punya skill yang bermanfaat untuk masa depan? Mahasiswa Indonesia di luar nagreg ada 2 tipe; a) yang cari jurusan berdasarkan beasiswa yang tersedia, b) yang cari jurusan sesuai minat. Karena nggak semua jurusan bisa difasilitasi beasiswa. Kalau nemu yang sesuai minat dan ada beasiswa, ya Alhamdulillah.  Setelah dapet ilham pengen kuliah di jurusan apa, mulai deh cari kampusnya. Ubek-ubek aja di google semua k...

Hari Ini Tenang Sekali

Image
Hari ini rasanya tenang sekali. Weekend pertama setelah tahun ajaran 2019/2020 usai, semua ujian dan tugas selesai. Lulus semua pastinya, jangan tanya nilai karena lulus saja sudah bikin saya bahagia. Hari ini saya bangun siang, masak singkat, dan menikmati brunch sambil memperhatikan dua burung yang juga sedang makan buah-buahan di ranting pohon depan kamar. Cuaca cerah meski seringkali tidak stabil (mendung-cerah-berangin-cerah-mendung). Hari ini rasanya damai, melegakan.  Summer holiday sudah dimulai sampai 3 bulan ke depan. Pulang ke Indonesia bukan pilihan dengan situasi yang belum membaik dan penerbangan di Eropa masih sangat terbatas. Setidaknya di sini saya punya pekerjaan full-time jadi tidak akan terlalu bosan atau kesepian. Kerjaan saya banyak, tapi mudah dan tidak memberatkan pikiran. Mungkin sesekali saya akan ke luar kota dan semoga bulan depan sudah bisa ke negara tetangga tanpa perlu melibatkan banyak aturan. Kan ribet aja kalau ke Jerman atau Austria hanya 2...

Sudah Sampai di Praha

Image
Pagi hari dua minggu lalu, pukul tujuh. Saya berjalan di trotar sembari menggeret koper besar menuju sebuah bangungan yang kelak akan menjadi tempat tinggal selama dua tahun ke depan. Asrama mahasiswa. Saya kembali ke kampus, kali ini di negeri kastil, Praha.  Setelah hampir setahun penuh drama dan persiapan di Indonesia, kali ini berlanjut dengan segala urusan di Ceko. Hari pertama mengurus segala birokrasi kampus, urusan kartu mahasiswa, kartu transportasi, kartu sim hp, dan segala macam jenis kartu lain agar mempermudah akses selama tinggal di sini. Masih efek jetleg, saya sudah tidur lelap meski hari masih sore. Keesokan harinya kembali mengurus birokrasi imigrasi yang mana saya hanya bengong karena para petugasnya berbahasa Ceko (lol), tapi untungnya beres juga. Hari selanjutnya hingga sisa minggu adalah orientasi kampus yang sangat berfaedah. Mulai dari pengenalan sistem online kampus, perkenalan budaya Ceko, sampai seminar hak-kewajiban para pelajar Internasional yang s...

Satu Bulan di Australia

Image
Tanpa terasa, tepat sudah satu bulan saya tinggal di Australia, tepatnya di Sydney, salah satu kota paling mahal di dunia. Cerita tentang apa-apa mahal akan diulas nanti. Sekarang saya hanya mau curhat.. *lah, biasanya juga ini blog isinya cuma curhat* . Ajaran Rasulullah Saw agar umat muslim berhijrah untuk belajar menjadi pribadi yang lebih baik benar-benar saya rasakan. Kalau Kanjeng Nabi hijrah dari Mekkah ke Madinah, saya masih tahap hijrah dari Bogor ke Sydney. Sedih? Awalnya iyalah sedih.. Meninggalkan kenyamanan tiada tara di rumah menuju negeri antah berantah. Rasanya seperti judi, otak saya tak lepas dari kalkulasi beragam rencana dan prediksi. Apalagi pas di bandara diantar keluarga dan saya harus pura-pura tegar masuk ke boarding room, meninggalkan Bapa, Ibu dan Adik dengan perasaan campur aduk. Namun, seperti kata tulisan adik saya, Bani, bahwa seringkali hidup harus pura-pura berani . Allah memang Maha Baik. Super-Maha-Gigantis kebaikan-Nya untuk saya. Injury tim...

Finally, Granted!

Image
Postingan pertama di tahun 2016, cuma mau curhat tentang berkah di hari Jum'at. Baru saja dapat email dari embassy kalau aplikasi visa saya disetujui. Yeeaayy! Akhirnya, mimpi & obsesi untuk bisa tinggal, belajar, bekerja, & mencari pengalaman di luar negeri tinggal selangkah lagi. Tinggal cari duit buat awal-awal tinggal di sana gitu.. Biaya hidup di luar benua Asia kan ya lumayan menguras rekening.  Mau ngapain emangnya, Rhein? Yaaa.. yang pengen go Internasional bukan hanya Agnes Monica, penulis kelas 'butiran remeh chiki' kayak saya juga mau dong go internasyenel.. Rencana berangkat masih agak lama, soalnya masih harus cari sekretaris Direktur Tenda Destarata yang bisa gantiin kerjaan saya. Mudah-mudahan semua rencana dilancarkan. Yeeeaayyy.. mau main saljuuuu... \^o^/ Love is real, real is love. -John Lennon-

Tips Belajar IELTS (yang ngga berhasil-berhasil amat)

Image
Setelah lebih dari 2 minggu, akhirnya saya cukup bisa move on dari keterpurukan yang disebabkan oleh nilai IELTS yang tidak sesuai impian (dan syarat masuk univ incaran). << Lebay. Sesuai curhat sebelumnya , saya seharusnya tidak perlu menulis postingan ini karena score band IELTS tidak mencapai 7.00. Tapi..tapi..tapi.. Nggak apa-apa deh ditulis supaya pembaca bisa mengambil hikmah, hidayah, dan barokah mumpung edisi Ramadhan dari pengalaman saya. Di sini saya akan cerita bagaimana cara belajar sebelum menghadapi IELTS dan realita saat tes berlangsung. Oiya, saya nggak ikut les bahasa Inggris sebelum tes. Semuanya total belajar intensif sendiri. Cekidot, gan! IELTS terdiri dari 4 section: Listening (40 menit), Reading (60 menit), Writing (60 menit), Speaking (interview dengan orang asing 15 menit). IELTS juga dibagi 2: academic (bagi yang ingin kuliah) dan general (bagi yang cari kerja). Saya mulai belajar IELTS kurang lebih 1 bulan sebelum tes berlangsung (13 Juni). Ba...

Dunia Nyata Tetap Lebih Menyenangkan

Hello, apa kabar kalian di bulan September ini? Konon bulan ini identik dengan quote pamungkas, wake me up when September end Namun entah mengapa, yang identik bagi Rhein tentang September adalah kisah-kasih Gerakan 30 September/PKI . Hahahaha... Okay, nothing is special about my life in this September. Semester baru sudah dimulai, perkuliahan sudah berjalan 3 minggu. Mata kuliah yang bikin sesak napas adalah Management Financial sama Business Strategy & Enterprise . Jelas ya dua mata kuliah ini ngga pernah gue dapet di Fisika dulu dan bener-bener blank! Untungnya, alhamdulillah banyak temen yang bisa diajak diskusi. Dan, menyenangkan! :) Kenapa gue bilang menyenangkan?  Well, honestly sometimes I feel so pathetic about this country, especially about not-important-thing people love to buzz. Let say, the rare of tahu-tempe (which is not in all location, only exaggerated news), Miss World controversy, or who-is-he the accidentally famous stupid person with "s...

Dyas Utomo, dari Bandung ke Berkeley

Image
Kali ini, Rhein mau bercerita tentang seorang sahabat yang membanggakan dan bikin iri luar biasa. Namanya Dyas Utomo. Kami saling kenal sejak Rhein masih di bangku SMA di Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ) . Kalau ketemunya di club begini, jelas dong ya karena hobinya sama, semua hal yang berkaitan dengan astronomi. Saat itu, Rhein dan Dyas hobi banget diskusi tentang segala hal yang berhubungan dengan langit, bintang, semesta. Termasuk bersama HAAJ menyebarkan ilmu ini ke sekolah-sekolah yang biasa disebut ' Star Party '. Kami pun memutuskan untuk melanjutkan kuliah ke Astronomi ITB. Dyas lolos. Rhein? Oh, cukup puas di Fisika UI. Bosscha, Bandung, 2007 Seiring waktu, kecintaan kami terhadap astronomi makin menjadi-jadi, hanya berbeda jalur. Rhein memilih mengambil jalur Fisika Bintang, Astrophysics. Dyas lebih menyukai hal yang berhubungan dengan astronomi radio. Oh bukan, bukan jadi penyiar radio. Tapi yang perlu satelit pemancar dan penerima gelombang radio...

My Class, My New Family: CCE ITB 48

Image
Hai teman-teman, apa kabar? Udah lama banget sepertinya sejak Rhein terakhir kali nulis blog tentang cerita keseharian. Iya nih, Rhein isi blognya promosi buku melulu. Hihihi.. :p. Kali ini Rhein mau cerita keseharian, deh. Apalagi kalau bukan tentang kehidupan mahasiswa di kampus. Sejak Januari lalu, Rhein kuliah lagi di Bandung, kampus Gajah, ambil jurusan Bisnis, konsentrasi Creative & Cultural Entrepreunership (disingkat CCE). Ih, apaan tuh? Gaya amat! Intinya, kuliah untuk jadi entrepreuner, cocok banget untuk manusia seperti Rhein yang nggak bisa hidup dalam rutinitas kantoran dan penyuka tantangan . Hohoho... Rhein sekelas sama 40an mahasiswa lain. Kami angkatan MBA ITB CCE 48. Apa yang unik dari kelas ini? Oh, kami semua dididik untuk jadi entrepreuner dan hampir semua temen sekelas Rhein udah punya bisnis sendiri atau menjalankan bisnis keluarga. Kebayang dong, ada yang punya bisnis clothing design, spa house, konsultan keuangan, desain interior, wedding organizer,...