Hari Ini Tenang Sekali

Hari ini rasanya tenang sekali. Weekend pertama setelah tahun ajaran 2019/2020 usai, semua ujian dan tugas selesai. Lulus semua pastinya, jangan tanya nilai karena lulus saja sudah bikin saya bahagia. Hari ini saya bangun siang, masak singkat, dan menikmati brunch sambil memperhatikan dua burung yang juga sedang makan buah-buahan di ranting pohon depan kamar. Cuaca cerah meski seringkali tidak stabil (mendung-cerah-berangin-cerah-mendung). Hari ini rasanya damai, melegakan. 

Summer holiday sudah dimulai sampai 3 bulan ke depan. Pulang ke Indonesia bukan pilihan dengan situasi yang belum membaik dan penerbangan di Eropa masih sangat terbatas. Setidaknya di sini saya punya pekerjaan full-time jadi tidak akan terlalu bosan atau kesepian. Kerjaan saya banyak, tapi mudah dan tidak memberatkan pikiran. Mungkin sesekali saya akan ke luar kota dan semoga bulan depan sudah bisa ke negara tetangga tanpa perlu melibatkan banyak aturan. Kan ribet aja kalau ke Jerman atau Austria hanya 2-4 jam perjalanan tapi harus bawa segala macam dokumen dan syarat karantina segala. 

Kalau dipikir-pikir, nggak nyangka juga dua semester sudah terlewati. Situasinya tidak sesuai bayangan saya tentang kuliah di Eropa yang akan diisi dengan banyak jalan-jalan schyantik dan instagram penuh postingan ala luar negeri. Untuk yang mau kuliah ke Eropa, ketahuilah bahwasanya sussyyyaaahhh. Tugasnya banyak, mikirnya susah, jangan dipikir bikin makalah bisa copy-paste dari internet karena sudah pasti nggak akan lulus (beberapa teman sekelas sudah mengalami ini), ujian lisan dengan topik random yang bikin nervous, ujian tulis yang soal-soalnya twist banget dari soal latihan, ditambah sambil kerja. Sungguh, beberapa kali saya pengen pulang. Sempat kepikiran, untuk apa juga kuliah toh saya nggak cari gelar, ini S2 yang kedua, saya nggak cari karier karena ujung-ujungnya akan mengurus bisnis, saya juga nggak punya beban beasiswa atau duit orangtua karena semua biaya saya tanggung sendiri. Ini kenapa saya memilih jalur hidup yang menyulitkan diri sendiri??

Tapi di balik kerempongan itu semua, tentu banyak yang dipelajari. Tentang bagaimana menyelesaikan masalah, membuat strategi dengan teman, bernegosiasi dengan bos agar saya tetap bisa kuliah meski kerja (di tim, saya satu-satunya pelajar yang dapat kerja full-time, pelajar lain hanya boleh part-time), mengatur waktu yang terbatas untuk mengerjakan tugas (tetap kurang tidur meski weekend). Tentunya saya nggak bisa bertahan tanpa support system. Bapak-Ibu nggak pernah menuntut nilai bagus, yang penting saya hepi di sini. Geng Trio miliarder tempat share keluhan dan meme receh. Terutama Ramayadi, yang berhasil membuat saya lulus semua mata kuliah dan selalu menenangkan kalau saya panik menghadapi ujian. He surely a genius bestie. :D

Masih belum tahu apa yang akan saya lakukan untuk mengisi kekosongan waktu selama 3 bulan ke depan. Pastinya saya akan baca buku (perpustakaan di sini sungguh surga!), saya akan coba mengunjungi semua museum di Praha, mungkin saya akan mencoba menulis lagi, atau ikut beberapa kursus untuk upgrade skill. Iya, saya bukan kaum rebahan karena nggak bisa diam. 

Praha, 30 Mei 2020

Love is real, real is love. -John Lennon-

Comments

Ceuceumeo said…
Baru baca aja udah ikut kebayang susahnya. Tapi kabayang keseruan sama suasana di sana. Foto2 perpusnya mau liaat dong surga baca di sana.

Popular posts from this blog

Untuk Kamu-Kamu yang Tidak Pintar

Giveaway & Talkshow with Nulisbuku Club

Backpacker Thailand Trip (part 1): Jakarta-Bangkok