Langsung ke konten utama

Kebodohan-kebodohan...

Hidup tanpa gadget itu hampa.
Duh, tagline nya kok sok anak gaul masa kini banget, yah. Jadi ceritanya, karena kebodohan dan kelalaian, Rhein sempat hidup tanpa gadget canggih selama beberapa hari.  
Berawal dari Rhein yang harus kembali ke Bandung setelah beberapa hari senang-senang di rumah Bogor karena harus mengurus administrasi kampus dan latihan thai boxing (udah bayar, ga boleh bolos). Semua perlengkapan udah dibawa, mulai dari beberapa baju dan kerudung ganti sampai kunci kosan yang penting banget ga boleh lupa. Laptop, hp, modem, dan segala alat eletronik pendukung kehidupan dunia maya pun dirasa sudah masuk ransel semua. Oleh-oleh? Nggak lupa juga dong.. Sip, berangkat!

Setelah perjalanan di bis, Rhein baru ingat kalau charger laptop belum masuk ransel. Bawa laptop tapi charger nggak ada? CRAP!

Itu terjadi hari kamis. Yasudahlah, nanti minta tolong orang rumah untuk kirim via ekspedisi. Toh hanya laptop ini, nggak ada tugas kuliah juga, jadi nggak butuh-butuh amat. Maka, bahagialah Rhein meski tanpa laptop. Thai boxing, renang, kongkow sama temen, jalan-jalan, ketawa-ketawa, belanja barang murah, dan aktivitas mahasiswa lainnya. Bahkan, Rhein dan seorang teman sudah membuat list jalan-jalan selama itu charger laptop belum sampai ke Bandung demi mengusir kebosanan.

Sampai di hari Jum'at malam setelah belanja bulanan yang mengakibatkan Rhein harus nenteng-nenteng kresek, pulanglah ke kosan naik angkot. Waktu di angkot, masih pegang-pegang hp Gio tuh sambil twitteran. Habis itu, masukin tuh hp ke tas cangklong bagian kantong depan yang emang ga ada risleting. Kondisi di angkot ada satu ibu-ibu di hadapan Rhein, satu bapak2 sejajar dengan ibu-ibu tapi duduk di pojok, satu bapak-bapak di samping Rhein tapi duduk agak pojok, dan Rhein duduk di deket pintu. Awalnya, sempet agak heran si bapak-bapak di samping Rhein ini kayak menyampirkan jaketnya ke arah tas yang Rhein cangklong. Tapi ya sudahlah, ngga ada pikiran buruk. Sampai angkot berhenti di pintu gerbang TI-ITB, banyak mahasiswa masuk. Nah, kedua bapak-bapak ini turun. Rhein mulai curiga, karena inget banget dua bapak-bapak ini naiknya beda lokasi...

Perlahan, Rhein raba tas.. Eng-ing-eng.. Dompet, hape, dua HAPE RAIB! Crap!

Kaget, iya. Tapi sampai marah sih nggak... Rhein cuma langsung berdoa semoga semua novel Rhein jadi best seller (kan ceritanya doa orang teraniaya) ;p. Panik, nggak juga. Entah kenapa saat itu rasanya langsung ikhlas. Cuma ya pasti bingung data phonebook selama 7 tahun raib begitu saja (semoga masih ada backup di laptop). Kemudian, Rhein langsung ke kampus, pinjem telepon kampus untuk hubungi orang tua dan adik. Nongkrong di labkom kampus buat internetan dan ngabarin di socmed (khawatir tuh copet pake hp Rhein untuk nipu-nipu), dan chatting sama sahabat yang langsung tanggap untuk bantu harus ngapain.

Malam itu juga Rhein ke kantor provider untuk urus nomor supaya bisa balik lagi (thanks GraPari 24 hours), pulang ke kosan, dan... Sepi. Tidur tanpa sayang-sayangan sama Gio terasa ada yang kurang.

Sabtu, masih bisa nongkrong di lab kampus untuk numpang ngenet. Rhein juga segera beli hp semurah mungkin yang penting bisa sms-telepon supaya ortu nggak panik. Hp cina, murah, saking murahnya Rhein sampe kaget ada hp harga segitu.. :D

Minggu. Tanpa hp canggih dan laptop masih mati karena nggak ada charger. Sepiiiiiiii...! Huaa..huaaa.. Akhirnya, Rhein menelepon sahabat dan curhat betapa sebel nggak ada gadget sama sekali. Rhein kangen Gio... Akhirnya, baru Senin sore charger laptop datang... Alhamdulillah, laptop nyala dan bisa komunikasi...

Ngapain aja dari Jum'at malem sampai Senin sore nggak ada gadget? Oh, Rhein nyuci baju, nyetrika sampe beres, dan tamat 3 buah novel. Gileeee.. produktif banget yah..

Jujur, Rhein bukan berarti maniak gadget canggih dan masih bisa hidup tanpa laptop dan hp yang tanpa sinyal kalau lagi backpacking di negeri antah berantah. Tapi, kondisi backpacking tentu beda dengan kondisi sehari-hari yang memang membutuhkan gadget untuk komunikasi. Ah well, untuk sementara, karena masih bokek belum bisa beli smartphone, sementara Rhein hanya bisa dihubungi via sms dan telepon.

So, jangan lupa beli novel-novel Rhein ya... buat beli gadget baru! *tetep, promosi novel* ;p

Love is real, real is love. -John Lennon-

Komentar

Bunda Dzaky mengatakan…
Kalo aku sih, kalo udah nyampe rumah mesti bakal jarang banget buka gadget kecuali anak udah tidur. Sering banget di komplen ama temen kok telp dan smsnya ga dibales2. hahaha
Hafid Junaidi mengatakan…
Nyaris sama ama aq bun
rhein fathia mengatakan…
@Bunda Dzaky & Hafid:

Wah, keren ya bisa lepas dari gadget.. Aku belum bisa... Hahahah.. :D
Anonim mengatakan…
Turut berduka :,(
Sangat tidak menyenangkan memang ga ada gadget di keseharian kita. Tapi lebih ngenes kalo barang-barang kita dicuri. Menyebalkan!

Saya juga pernah dicopet di dalam angkot. Rasanya menyebalkan. Dan memang, ada rasa "kelegaan" muncul gitu aja...entahlah.
Semoga diberi yang lebih baik ya : )

Postingan populer dari blog ini

Untuk Kamu-Kamu yang Tidak Pintar

Zaman saya SMP sempat nge-tren adanya award semacam cewek tercantik, cowok terganteng, cewek tergaul, cowok terramah, dsb. Saat itu saya juga menang award, lho... jadi cewek ter-lemot alias lemah otak alias tulalit alias loading lama. Hahaha.. Dan emang bener sih, kala itu (sampai sekarang, meski nggak separah dulu) saya sering merespon sesuatu hal baru dengan kata pamungkas, “Hah? Hah?” dengan tampang boloho :))
Dari kecil saya nggak terlalu suka belajar akademis, apalagi di kelas. Lebih suka baca komik, majalah, novel, main, mengkhayal, jalan-jalan, atau membuat prakarya. Ibu juga bilang kalau saya bukan anak yang pintar, pun sampai sekarang punya kelemahan susah fokus saat di keramaian. Tapiiii... tapiii.. saat SD selalu ranking 3 besar, masuk SMP & SMA favorit dan mendapat peringkat 10 besar, lulus kuliah dari UI. Sombong kamu, Rhein! Itu namanya pintar!
No! Trust me, I’m not that smart dan kadang bingung kenapa bisa mencapai hal-hal yang mungkin termasuk wow untuk sebagian or…

Trip to Vietnam: Hanoi-Ha Long Bay

Sebenarnya perjalanan ini saya lakukan Oktober 2017 lalu, namun apa daya baru sempat ditulis sekarang. Kemudian kali ini juga kunjungan saya ke Vietnam yang kedua, yang  pertama tahun 2015 dan malah tidak saya tulis di blog. Semua karena apa? Tentu karena malas. Hahaha..

Berbekal izin libur dari kantor dan tiket yang nggak murah-murah amat, saya dan adik bertolak ke Vietnam, sempat transit dan bermalam di KLIA2 untuk flight pagi menuju Hanoi. Berhubung kali ini merupakan perjalanan singkat (maklum buruh), otomatis saya nggak bisa go-show ujug-ujug menclok di suatu negara baru dan berpikir mau ngapain aja seperti biasanya. Saya sudah booking hostel dorm (hanya $5! I love Vietnam! Cheap!) dan tujuan saya kali ini jelas: Bermalam di kapal pesiar di Ha Long Bay. Duh, buruh satu ini emang loba gaya pisan. 
Hari ke 1
Dari bandara Hanoi kami naik bis umum dengan waktu perjalanan kurang lebih 30 menit ke daerah Old Quarter atau Hoan Kiem District. Sebenarnya di bandara banyak yang menawarkan …

Backpacker Thailand Trip (part 4): Grand Palace - Asiatique

Rhein itu kebiasaan deh, kalau posting tentang backpacking pasti ngga beres dari berangkat sampai pulang. Seringnya kepotong setengah-setengah karena alasan yang entah apa. Mungkin ini mengidentifikasi kalau Rhein tipe orang yang cepet move on yah.. Hehehe.. 
Untuk Backpacking Thailand ini udah diniatkan harus ditulis sampai tamat! Soalnya ini backpacking berprestasi yang mengeluarkan budget murah, ke luar negeri pula. Baiklah, mari kita lanjutkan cerita-cerita backpackingnya dengan membongkar ingatan. Yang belum baca part sebelumnya ada di sini, di sini, dan di sini, ya.
Hari keempat di Thailand dan kembali ke Bangkok lagi. Pagi-pagi sekitar jam 8 Rhein udah siap mandi, dandan cantik, dan siap untuk wisata kebudayaan. Saat turun ke lobi, Rhein dikasih tahu sama penjaga penginapan bagaimana rute ke Grand Palace yang bisa ditempuh dengan jalan kaki dari Khaosan Road dan jangan tertipu sama orang-orang yang menawarkan tuktuk atau mengatakan bahwa Grand Palace tutup. Ih sumpah pemilik &…