Langsung ke konten utama

Go to Cisarua

Yup! Mari bercerita tentang perjalanan.



Sudah menjadi hobi Rhein sejak dulu, jalan-jalan ke tempat-tempat baru yang unik dan melakukan kegiatan menyenangkan. *Dasar wanita hobi senang-senang* Hoho... Lalu, mumpung kuliah sedang waktunya liburan, jadilah Rhein manfaatkan untuk melakukan hobi yang satu ini. Well, hasil cari duit bulan-bulan sebelumnya, dibuang-buang untuk cari pengalaman baru ga papa dunk. Tapi-tapi.. Psssttt.. sebenarnya Rhein ambil semester pendek alias masih ada kuliah. Cuma, berhubung masih suasana liburan, tetep dipake jalan-jalan lah ya.. Hehehe.. *Peace, bapak dosen!* ^_^v

Perjalanan 20 Juni, Cisarua Puncak. Yah, itu mah deket Bogor, apa asyiknya?? Eits, tetep asyik dong ya, soalnya sekalian ikut kegiatan Astronomi yang memang diadakan Himpunan Astronomi Amatir Jakarta. Kali ini bertempat di kompleks villa Agro Wisata Gunung Mas.

Berangkat dari rumah sore hari jam 5. Sendirian, karena ditinggalin teman-teman akibat miss-com. Uuh..Uuh.. Tetep lanjut, ngeteng naik angkot ditemani dengan setia oleh mp3. Rhein kasih rute kalau mau ke puncak nih ya. Siapa tau ada yang mau jalan-jalan juga. Pertama, naik angkot apapun sampai terminal Baranangsiang Bogor. Lanjut naik angkot nomor 01 jurusan Ciawi, turun sampe akhir perjalanan tuh angkot. Seinget Rhein di pasar Ciawi. Dari situ, cari angkot jurusan Cisarua-Bogor, tentu yang ke arah Cisarua, kalau ke Bogor mah ntar balik lagi. Udah deh.. Silahkan nikmati perjalanan menuju puncak *bukan AFI*. Sebenarnya angkot ini hanya sampai Cisarua alias deket-deket Taman Safari. Kalau mau lanjut, ya nyambung angkot lagi.

Kesalahan yang Rhein lakukan adalah, perjalanan kali ini malam minggu. Beuh, malam minggu, ke puncak, alamaaakkk.. macet dan crowdednya. Macet, ribut, banyak asap kendaraan. Kalau normal, ke puncak bisa dilakukan dalam waktu 1 jam. Lha ini, Rhein sampe tempat tujuan jam 8.30 uuh..uuhh... Itu pun karena angkot yang Rhein tumpangi punya supir canggih ala pembalap F1. Ngebut, plus nyalip-nyalip oke punya. Lewat bahu jalan lah, lewat jalur berlawanan lah, pokoknya Rhein yang memang duduk di samping pak kusir yang sedang bekerja tuh supir, cuma bisa tegang dan dzikir semoga tuh angkot ga terguling. Dan baiknya, pak supir nganter Rhein sampai tujuan, tepat di depan villa.

Sampai di sana, acara utama setelah makan-makan tentunya neropong bintang. Keluarkan teleskop, binokuler, gelar alas, dan ayo mengintip! Beruntung sekali lagi langit malam itu cukup cerah. Rasi Scorpio dengan Antares di jantungnya tampak cantik sekali. Jupiter nongol dikawal para satelitnya. Sagitarius oke banget. Beranjak pagi buta, muncullah Andromeda. Dan tak lupa, hujan meteor! Uh-oh... Rhein yang jarang kebagian teleskop dan binokuler, cukup asyik dengan tiduran menatap langit malam dan menyaksikan meteor-meteor itu melesat membelah malam. Jejeritan kesenengan deh kalau lihat meteor! Kebetulan saat itu adalah waktunya hujan meteor Bootis yang puncaknya tanggal 22 Juni. Oke banget lah!

Pagi hari, jam 7 pulang. Kali ini tidak sendiri, tapi ditemani Mas Gaby. Thanks mas, atas cerita proses pupuk kompos dan metamorfosis lalat-nya. Hehe...

Buat yang tertarik hobi jalan-jalan dan dan liat langit malam, atau pengen nyoba-nyoba liat bintang di teleskop, join aja sama klub kami ya, di Himpunan Astronomi Amatir Jakarta. Dijamin nggak rugi!




Love is real, real is love. -John Lennon-

Komentar

Melody Violine mengatakan…
sekarang jalan2 lagi ke surabaya kan? hahaha, kapan kuliahnya? :)
ayu ambarsari hanafiah mengatakan…
haduuu pengeeennn liat bintaaanggg... hhiks :'(
rhein fathia mengatakan…
@Melody:
Hohoho... iya dunk.. Surabaya TOP abis, dah! Kuliah? yah, itu sih selingan.. hohoho..

@Ayu:
Hehe.. ayo dunk sini, Yoy... dulu pernah kutunggu dirimu di bosscha, blom ada kabar2...

Postingan populer dari blog ini

Untuk Kamu-Kamu yang Tidak Pintar

Zaman saya SMP sempat nge-tren adanya award semacam cewek tercantik, cowok terganteng, cewek tergaul, cowok terramah, dsb. Saat itu saya juga menang award, lho... jadi cewek ter-lemot alias lemah otak alias tulalit alias loading lama. Hahaha.. Dan emang bener sih, kala itu (sampai sekarang, meski nggak separah dulu) saya sering merespon sesuatu hal baru dengan kata pamungkas, “Hah? Hah?” dengan tampang boloho :))
Dari kecil saya nggak terlalu suka belajar akademis, apalagi di kelas. Lebih suka baca komik, majalah, novel, main, mengkhayal, jalan-jalan, atau membuat prakarya. Ibu juga bilang kalau saya bukan anak yang pintar, pun sampai sekarang punya kelemahan susah fokus saat di keramaian. Tapiiii... tapiii.. saat SD selalu ranking 3 besar, masuk SMP & SMA favorit dan mendapat peringkat 10 besar, lulus kuliah dari UI. Sombong kamu, Rhein! Itu namanya pintar!
No! Trust me, I’m not that smart dan kadang bingung kenapa bisa mencapai hal-hal yang mungkin termasuk wow untuk sebagian or…

Backpacker Thailand Trip (part 1): Jakarta-Bangkok

Sawaddi Kha...
Ayey! Rhein baru pulang dari Thailand dengan hati senang.. :D Hmm.. cerita mulai dari mana dulu ya? Persiapan dulu kali ya. Oke deh.
Persiapan Backpacker murah meriah. Selain sama keluarga atau dapat fasilitas dari instansi tertentu, Rhein selalu jalan-jalan ala backpacker. Why? Selain murah juga karena males geret-geret koper. Hahaha... Rencana backpacking ke Thailand ini berawal dari adanya tiket promo Air Asia & Lion Air sekitar 5 bulan lalu yang membuat Rhein berhasil mendapat tiket Jakarta-Bangkok PP seharga 700 ribu rupiah sajah! Yes, murah!
Menjelang sekitar 1-2 minggu keberangkatan, baru deh mulai cari info detail tentang segala hal menarik di Thailand. Dari worskhop Seasoned Traveler waktu di UWRF, dikasih tahu kalau persiapan sebelum traveling (apalagi bagi penulis) itu sangat penting supaya nggak blank banget saat di lokasi. Sehingga saat sampai di tujuan, kita nggak lagi bingung mau ngapain atau ke mana, tapi bisa lebih fokus menerima hal-hal detail yang …

Perkara ber-Agama dan ber-Tuhan di Australia

"Are you a Buddhist?" Saya menatap teman, yang sudah saya kenal di tempat kerja selama satu bulan itu, dengan pandangan bermakna, "Hah?"
Australia, sebuah benua dan negara dengan penduduk sangat-sangat-sangat beragam latar belakangnya. Di sini, pertanyaan setelah "What's your name?" adalah "Where are you from?". Dan jawabannya jarang banget "I'm Aussie." Pasti dari negara yang beda-beda. Indonesia memang penganut Bhineka Tunggal Ika (yang sekarang sedang terluka), namun tinggal setahun di benua Kanguru membuat saya berinteraksi dengan lebih banyak lagi perbedaan. Postingan kali ini akan mencoba membahas tiga perbedaan signifikan berdasarkan pengalaman saya dan bagaimana menyikapinya. Tadinya saya mau menulis menjadi satu postingan, tapi berhubung hobi curhat jadi saya pisah karena kepanjangan.
AGAMA

"Are you working everyday?" Pemuda itu bertanya sembari tangannya sibuk menyiapkan pesanan mie. "No. I have day off …