Langsung ke konten utama

Guess Who?





Rhein Fathia percaya, bahwa siapa yang bahagia di dunia, ia akan bahagia di akhirat. Karena itu ia selalu berupaya menjalani hari-hari yang menyenangkan dengan cara bersyukur dan melakukan hal-hal disuka. Seperti menulis, backpacking murah meriah, mengeksplor tempat baru, melihat langit malam, atau berdiskusi tentang astronomi di Himpunan Astronomi Amatir Jakarta.

Meski ternyata sifat moody dalam dirinya cukup berpengaruh pada apa-apa yang disuka dan secara kasat mata tampak tidak konsisten. Contohnya, gadis kelahiran 13 Juni ini pernah kuliah di Universitas Indonesia, jurusan Fisika, konsentrasi Nuklir Partikel. Kemudian, sekarang malah menjadi penulis novel roman picisan. Tidak nyambung, tapi yang penting baginya hal itu menyenangkan.

Hobinya menulis sudah ada sejak SD di buku diary alias tukang curhat. Yang ternyata berkembang hingga bisa menerbitkan novel Jadian 6 Bulan, Jalan Menuju Cinta-Mu, Seven Days (yang menjadi juara 1 Lomba Qanita Romance dari Penerbit Mizan), CoupL(ov)e, dan Gloomy Gift.

Semua ocehan tentang dunia yang disukainya bisa diintip melalui website http://www.rheinfathia.com. Kalau mau sekedar menyapa, bisa melalui twitter @rheinfathia. Tenang saja, dia tidak menggigit. Well, mungkin sedikit.

Komentar

afnirustam mengatakan…
ohhh..Rhein orangnya begono??? oohhh *hiyaaaa tambah capek masuk angin monyong-monyongin bibir*
asik dah..dapat teman baru lagi..sip...sip.... cucOk lah..Mari berkawan.... *peyuk-peyuk*
featherfrost mengatakan…
Pertama kali ngeliat novel 'jadian 6 bulan' ku kaget... ^.^ soalnya nama pengarangnya pas sama dgn nick name yg slama ni ku pakai ~rhein fathiya~ (hanya beda di y)... hmm, prasaan gak ada nulis buku, kok terbt? he he..

Salam kenal dariku, rhein...
kiky_rose mengatakan…
salam kenal ijin share link
http://key-rose.blogspot.com
nh18 mengatakan…
Rhein
sepertinya ini kunjungan perdana saya kesini
terima kasih telah datang ketempat saya ya ...

salam kenal ...

(blog kamu ini rapih)
hastomi mengatakan…
fath,, maksih yo dah mampir ke blog gw,, blog lu gw link yah,,, :)
Tukang Gosip mengatakan…
wah tukang gosip ndak pengen bikin gosip di sini ah ... takut kuwalat
mending ngoceh "salam kenal" buat rhein
dah ntu ajah
Andriy mengatakan…
Haloo mba, nama situ ko sama ya sama nama anak (balita) saya, cuma bedanya anak saya tuh laki-laki.. Salam kenal aja deh.. Salam sama papa mamanya ya, jangan lupa bilang makasih sama mereka karena udah ngasih nama bagus banget pas kamu lahir dulu.. haha..
alymerenung mengatakan…
oiiiii,,apa ajah tuh judul novelnya dua?

salam dari departemen sebelah
ibnumarogi mengatakan…
Halo Rhein Fathia. Ini kunjungan balik saya, nih. Makasih ya udah komen di blog saya.

Saya Sastra Indonesia angkatan 2010. Masih baru, masih hijau, kok. Hahaha.

Terus ngeblog, ya : )

blog ibnumarogi
ichabeldarmawan mengatakan…
hey Rhein.. salam kenal.. baru aj tau waktu itu komen d post ku yg "Of Lovely Sisterhood" my bad! huhu

mind to fol me back? ive followed you... Nice to know ya! :D
chemistryofray mengatakan…
Fixed, fisika UI
kita 1 fakultas ternyata :D
Vanisa Desfriani mengatakan…
waah, cantinya teteh :)
sihujantanpapetir mengatakan…
Huah, alumni fisika ui toh. Angkata 2005 kah?
Kita tetanggaan gedungnya. Saya kimia ui 2007.
dwie okta futatabi mengatakan…
salam kenal yaaa :)
Roni Yusron Fauzi mengatakan…
salam kenal teh..
Kapan bisa main ke Garut?
Ditunggu ya share ilmunya di Rumah Baca Asma Nadia Garut
nelson mengatakan…
Salam kenal astronot rhein..
Agus Mulyadi mengatakan…
Salam kenal mbak Rhein, dulu saya kelihatannya pernah ketemu njenengan di Salihara, tapi baru sekarang saya komen di blog njenengan... Salam kenal mbak

Pos populer dari blog ini

Backpacker Thailand Trip (part 1): Jakarta-Bangkok

Sawaddi Kha...
Ayey! Rhein baru pulang dari Thailand dengan hati senang.. :D Hmm.. cerita mulai dari mana dulu ya? Persiapan dulu kali ya. Oke deh.
Persiapan Backpacker murah meriah. Selain sama keluarga atau dapat fasilitas dari instansi tertentu, Rhein selalu jalan-jalan ala backpacker. Why? Selain murah juga karena males geret-geret koper. Hahaha... Rencana backpacking ke Thailand ini berawal dari adanya tiket promo Air Asia & Lion Air sekitar 5 bulan lalu yang membuat Rhein berhasil mendapat tiket Jakarta-Bangkok PP seharga 700 ribu rupiah sajah! Yes, murah!
Menjelang sekitar 1-2 minggu keberangkatan, baru deh mulai cari info detail tentang segala hal menarik di Thailand. Dari worskhop Seasoned Traveler waktu di UWRF, dikasih tahu kalau persiapan sebelum traveling (apalagi bagi penulis) itu sangat penting supaya nggak blank banget saat di lokasi. Sehingga saat sampai di tujuan, kita nggak lagi bingung mau ngapain atau ke mana, tapi bisa lebih fokus menerima hal-hal detail yang …

Untuk Kamu-Kamu yang Tidak Pintar

Zaman saya SMP sempat nge-tren adanya award semacam cewek tercantik, cowok terganteng, cewek tergaul, cowok terramah, dsb. Saat itu saya juga menang award, lho... jadi cewek ter-lemot alias lemah otak alias tulalit alias loading lama. Hahaha.. Dan emang bener sih, kala itu (sampai sekarang, meski nggak separah dulu) saya sering merespon sesuatu hal baru dengan kata pamungkas, “Hah? Hah?” dengan tampang boloho :))
Dari kecil saya nggak terlalu suka belajar akademis, apalagi di kelas. Lebih suka baca komik, majalah, novel, main, mengkhayal, jalan-jalan, atau membuat prakarya. Ibu juga bilang kalau saya bukan anak yang pintar, pun sampai sekarang punya kelemahan susah fokus saat di keramaian. Tapiiii... tapiii.. saat SD selalu ranking 3 besar, masuk SMP & SMA favorit dan mendapat peringkat 10 besar, lulus kuliah dari UI. Sombong kamu, Rhein! Itu namanya pintar!
No! Trust me, I’m not that smart dan kadang bingung kenapa bisa mencapai hal-hal yang mungkin termasuk wow untuk sebagian or…

Backpacker Thailand Trip (part 2): Pattaya & Koh Larn Island

7 May 2014 Subuh di Bangkok, jujur Rhein nggak tahu arah kiblat ke mana. Pas di Indo nyarinya jadwal solat doang, lupa cari arah kiblat. Tapi yasud, kalau nggak tahu, solat mah niatnya yang penting ke kiblat, yes. Malam sebelumnya udah pesen ke resepsionis kalau beres subuh minta diantar ke terminal bus Ekkamai. Katanya mereka bisa nganter pake ojeg. Namun apa daya jam 5 pagi itu resepsionis masih gelap, nggak ada orang, ngga ada bel untuk manggil, mau nelepon ke contact person ya nomor hape Rhein masih nomor Indo kena roaming ngga bisa dipake. Akhirnya memutuskan untuk check out, simpan kunci, dan keluar hostel cari taksi ke terminal Ekkamai. Soalnya ngejar kapal ferry ke Koh Larn Island di Pattaya nanti yang cuma ada di jam-jam tertentu. 
Supir taksi, petugas terminal, dan orang-orang yang Rhein temui sepagi itu ramah-ramah. Mungkin kelihatan banget, cewek bawa backpack gede laha-loho nggak tahu arah, jadi mereka murah hati ngasih informasi. Perjalanan 2 jam dari Bangkok ke Pattaya …