Langsung ke konten utama

The Only One Lady's Birthday


Ini adalah beberapa foto saat acara makan-makan kue untuk Birthday Party di Lab. Fisika Nuklir Partikel. Menjadi Putri di hari ulang tahun, satu-satunya wanita, perawan di sarang penyamun, paling cantik, paling cerewet, paling bawel, tapi tentu paling dirindukan... Hahaha...

Makasih untuk semua para 'penyamun' Teori yang udah dateng. Juga Bapak Dosen yang mau ikutan foto-foto. Makasih karena sudah selalu membuat hari-hariku menjadi ceria. Love you all....!!




Love is real, real is love. -John Lennon-

Komentar

rhein fathia mengatakan…
Kok ini ga ke-publish ya??
Andy Octavian mengatakan…
Tuh udah ke publish... Hahaha

Mbak, narsis banget sih!

Tapi ada 1 foto yang harus diHIGHLIGHT!!!

http://andyoctavian.wordpress.com/2009/06/17/kegaduhan-di-lab-teori-fisika-ui/

The best bo' posenya mbak Tia ^^
quplecrogast mengatakan…
Hueee...met ultah bu...
rhein fathia mengatakan…
@Andy: Narsis itu emang sudah genetik dari anak2 nuklir, ga bisa diubah. Hahaha.. gaya gw yang oke itu cocok banget jadi model "Agen Rahasia Fisika Nuklir" hahahaha...

@Quple: Thanks ya, Kuple.. hadiah dari gw jangan hasil copetan ya.. hahaha..
edwards mengatakan…
Kuenya tampak enak :p
ayu ambarsari hanafiah mengatakan…
itukah para penyamun rhein? wahaha.. :D

what a sweet penyamun :D

once more, happy b'day ya :)
Melody Violine mengatakan…
yaaah ga bagi2 :(
heheehe ^__^
rhein mengatakan…
@edward: penampakan dan rasa memang enak. hohoho...
@Ayu: hehehe.. yup, sweet penyamun yang menyenangkan... makasih ya, sayang...
@Melody: hohoho.. kamu ga dateng siy...

Postingan populer dari blog ini

Untuk Kamu-Kamu yang Tidak Pintar

Zaman saya SMP sempat nge-tren adanya award semacam cewek tercantik, cowok terganteng, cewek tergaul, cowok terramah, dsb. Saat itu saya juga menang award, lho... jadi cewek ter-lemot alias lemah otak alias tulalit alias loading lama. Hahaha.. Dan emang bener sih, kala itu (sampai sekarang, meski nggak separah dulu) saya sering merespon sesuatu hal baru dengan kata pamungkas, “Hah? Hah?” dengan tampang boloho :))
Dari kecil saya nggak terlalu suka belajar akademis, apalagi di kelas. Lebih suka baca komik, majalah, novel, main, mengkhayal, jalan-jalan, atau membuat prakarya. Ibu juga bilang kalau saya bukan anak yang pintar, pun sampai sekarang punya kelemahan susah fokus saat di keramaian. Tapiiii... tapiii.. saat SD selalu ranking 3 besar, masuk SMP & SMA favorit dan mendapat peringkat 10 besar, lulus kuliah dari UI. Sombong kamu, Rhein! Itu namanya pintar!
No! Trust me, I’m not that smart dan kadang bingung kenapa bisa mencapai hal-hal yang mungkin termasuk wow untuk sebagian or…

9 Things to Do for WHV Indonesia When Arrived in Australia

Sebenarnya saya udah lama ingin nulis ini, meski nggak sesibuk teman-teman WHV warrior lain, toh saya terkendala penyakit malas. As usual. Nah, berhubung sekarang lagi day off dan hawa-hawa di perpustakaan ini bikin pengen nulis, saya mau share beberapa hal yang perlu dilakukan saat awal hidup di Australia (Sydney, tepatnya) saat menjalani Work & Holiday Visa.
Beli Kartu Bukan kartu gaple ya. Saat mendarat di bandara Sydney, akan banyak ditemukan counter-counter provider ponsel. Saya milih kartu Vodafone, alasannya selain karena konon katanya menurut gosip sinyalnya paling kenceng, juga pada saat mau beli eh lagi ada diskon gitu, paket $50 cukup bayar $30. Nah, kartu sim di Australia ini agak sedikit berbeda dengan di Indonesia. Sistemnya paketan dengan harga berbeda. Misalnya, saya pakai paket $30 dengan masa berlaku 28 hari, gratis telpon & sms ke semua nomor Australia, paket internet 2 GB plus bonus, dan pulsa $30. Ini nggak pernah habis, lho. Karena saya seringnya pakai wi…

Backpacker Thailand Trip (part 4): Grand Palace - Asiatique

Rhein itu kebiasaan deh, kalau posting tentang backpacking pasti ngga beres dari berangkat sampai pulang. Seringnya kepotong setengah-setengah karena alasan yang entah apa. Mungkin ini mengidentifikasi kalau Rhein tipe orang yang cepet move on yah.. Hehehe.. 
Untuk Backpacking Thailand ini udah diniatkan harus ditulis sampai tamat! Soalnya ini backpacking berprestasi yang mengeluarkan budget murah, ke luar negeri pula. Baiklah, mari kita lanjutkan cerita-cerita backpackingnya dengan membongkar ingatan. Yang belum baca part sebelumnya ada di sini, di sini, dan di sini, ya.
Hari keempat di Thailand dan kembali ke Bangkok lagi. Pagi-pagi sekitar jam 8 Rhein udah siap mandi, dandan cantik, dan siap untuk wisata kebudayaan. Saat turun ke lobi, Rhein dikasih tahu sama penjaga penginapan bagaimana rute ke Grand Palace yang bisa ditempuh dengan jalan kaki dari Khaosan Road dan jangan tertipu sama orang-orang yang menawarkan tuktuk atau mengatakan bahwa Grand Palace tutup. Ih sumpah pemilik &…