Langsung ke konten utama

Persiapan: Trans-Mongolia & Trans-Siberia Railway

Sejak mendapat informasi tentang kereta ini kurang lebih tiga tahun lalu, Trans-Siberia menjadi salah satu obsesi saya dalam hal traveling. Menyusuri Russia melalui jalur darat dan 'tinggal' di dalam kereta selama beberapa hari sembari melihat pemandangan di sepanjang perjalanan sepertinya bakal menyenangkan (dan agak mati gaya, mungkin). Kemudian saat tinggal di Australia bertemu banyak traveler dari beragam negara, hey, ternyata mereka pun menjadikan jalur kereta ini sebagai 'bucketlist'. So, patut dicoba dong! 

Setelah mencari info sana-sini, menabung (ini wajib, biaya lebih mahal daripada traveling pakai pesawat, cuy!), mengajak orang-orang join, akhirnya persiapan untuk perjalanan ini udah 80%. Baru persiapan ini lho, ya. Belum berangkat.

Sekilas info: Ada tiga jalur kereta yang dikenal menghubungkan benua Asia dan Eropa ini. Trans-Manchurian, menghubungkan China dan Russia. Trans-Mongolian, menghubungkan China, Mongolia, dan Russia. Trans-Siberian, hanya ada di Russia dari Vladivostok hingga Moscow. Karena kami agak maruk, tentu ingin sekalian lewat banyak negara, dong. Dipilihlah Trans-Mongolia dan Trans-Siberia. Ibarat pepatah, "Sekali 'jugijagijugijagijug' dua-tiga negara terlampaui". 

Di sini saya akan coba jelaskan sedikit persiapan yang sudah dilakukan. Pertama adalah membaca buku. I'm an oldschool person yang masih lebih percaya buku dan menjadikan internet sebagai sumber informasi tambahan. Ketahuilah dengan banyaknya website mengenai jalur kereta ini, sangat membingungkan pada awalnya bagaimana dan di mana saya harus beli tiket keretanya?? Yang terpercaya, bukan scam, dll? Informasi lengkap ada di buku ini. 

Kedua, menentukan rute. Perjalanan akan menempuh 6 zona waktu, 3 negara, 2 benua, dan pastinya puluhan kota. Setelah mempertimbangkan jadwal kereta, akses perjalanan, atraksi serta tempat wisata di tiap kota, dan JATAH CUTI (habiskan!), maka diputuskan trip kereta ini akan memakan waktu 20 hari dan berhenti di 4 kota. Kok dikit amat singgahnya? Ya karena niat awal pengin merasakan pengalaman naik keretanya, sih. Kami akan singgah di Beijing, Ulaanbaatar, Irkutsk, dan Moscow. 

Ketiga, membeli tiket. Ada tiga rute kereta yang akan membawa kami dalam perjalanan kali ini. 

Beijing-Ulaanbatar: Train no. 23. Beli di cits.net
Ulaanbatar-Irkutsk: Train no. 305. Beli di railwaymongolia.com
Irkutsk-Moscow: Train no. 001. Beli di eng.rzd.ru

Patut diketahui bahwa tidak semua kereta ada jadwal keberangkatan tiap hari. Pembelian tiket dan menentukan rute ini agak-agak tricky, harus detail sampai ke jam-menitnya. Selain tiket kereta, kami juga membeli tiket pesawat dari Jakarta ke Beijing dan dari Moscow ke Jakarta.

Keempat, booking akomodasi. Singgah di 4 kota, tentu bookingnya 4 penginapan. Di Beijing, Irkutsk, dan Moscow, kami menggunakan website booking.com. Untuk persyaratan visa Russia, semua akomomodasi sudah dibayar lunas dan ada bukti tanda lunas. Untuk hotel di Beijing, booking yang bisa dicancel. Akomodasi di Ulaanbatar, kami booking melalui website resmi zayahostel.com sekalian minta mereka membuatkan invitation letter. 

Kelima, membuat invitation letter. Mari terima nasib saja kalau paspor Indonesia emang perlu hal-hal seperti ini agar mendapat visa ke beberapa negara. Mongolia mensyaratkan invitation letter bagi pengunjung dari Indonesia (adik saya tinggal dan kerja di Singapura, paspor Indonesia, tidak perlu invitation untuk apply visa Mongolia). Surat sakti ini dibuat pihak Zayahostel yang dikirim oleh mereka langsung ke Konsulat Mongolia di Indonesia (bukan dikirim ke kami). Setelah surat sakti diterima Konsulat, pihak Zayahostel menghubungi kami kalau sudah boleh apply visa. Kemudian, invitation letter untuk ke Russia wajib bagi semua paspor Indonesia (adik saya yang di Singapura juga perlu ini). Pembuatan invitation letter Russia ini bisa melalui beberapa website, meski tidak semua website mau membuat invitation letter untuk manusia paspor Indonesia (hmmm... -_-). Kami mengajukan invitation letter di website bronevik.com. Proses mudah dan cepat, surat sakti dikirim ke email dalam waktu kurang dari 24 jam. 

Keenam, mengajukan visa ke 3 negara; China, Mongolia, Russia. Proses dan syarat pengajuan visa sudah saya tulis di postingan ini.

Berapa lama proses semua persiapan ini? FYI, kami bukan orang kaya, jadi semua biaya pribadi ini dari hasil nabung menjadi buruh pegawai selama lebih dari setahun. Mulai baca-baca buku sejak awal tahun 2018. Kemudian booking-booking tiket sejak 3 bulan sebelum hari H keberangkatan. Oiya, ini data kurang lebih biaya yang sudah kami keluarkan. Lagi apes karena dollar naik. Hahaha.. Ingat, ini hanya biaya persiapan. Kalau ada yang mikir mahal, karena kami cuma punya waktu fix yang mepet jadi susah cari-cari harga promo. Selain itu, kami juga mencari akomodasi yang nyaman karena perjalanan darat ini dikhawatirkan akan melelahkan. 
Bagi yang ingin info harian selama perjalanan, silakan follow instagram @rheinfathia yaaa.. 

See you! 

Tuut--Tuut--!!

Love is real, real is love. -John Lennon-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Untuk Kamu-Kamu yang Tidak Pintar

Zaman saya SMP sempat nge-tren adanya award semacam cewek tercantik, cowok terganteng, cewek tergaul, cowok terramah, dsb. Saat itu saya juga menang award, lho... jadi cewek ter-lemot alias lemah otak alias tulalit alias loading lama. Hahaha.. Dan emang bener sih, kala itu (sampai sekarang, meski nggak separah dulu) saya sering merespon sesuatu hal baru dengan kata pamungkas, “Hah? Hah?” dengan tampang boloho :))
Dari kecil saya nggak terlalu suka belajar akademis, apalagi di kelas. Lebih suka baca komik, majalah, novel, main, mengkhayal, jalan-jalan, atau membuat prakarya. Ibu juga bilang kalau saya bukan anak yang pintar, pun sampai sekarang punya kelemahan susah fokus saat di keramaian. Tapiiii... tapiii.. saat SD selalu ranking 3 besar, masuk SMP & SMA favorit dan mendapat peringkat 10 besar, lulus kuliah dari UI. Sombong kamu, Rhein! Itu namanya pintar!
No! Trust me, I’m not that smart dan kadang bingung kenapa bisa mencapai hal-hal yang mungkin termasuk wow untuk sebagian or…

9 Things to Do for WHV Indonesia When Arrived in Australia

Sebenarnya saya udah lama ingin nulis ini, meski nggak sesibuk teman-teman WHV warrior lain, toh saya terkendala penyakit malas. As usual. Nah, berhubung sekarang lagi day off dan hawa-hawa di perpustakaan ini bikin pengen nulis, saya mau share beberapa hal yang perlu dilakukan saat awal hidup di Australia (Sydney, tepatnya) saat menjalani Work & Holiday Visa.
Beli Kartu Bukan kartu gaple ya. Saat mendarat di bandara Sydney, akan banyak ditemukan counter-counter provider ponsel. Saya milih kartu Vodafone, alasannya selain karena konon katanya menurut gosip sinyalnya paling kenceng, juga pada saat mau beli eh lagi ada diskon gitu, paket $50 cukup bayar $30. Nah, kartu sim di Australia ini agak sedikit berbeda dengan di Indonesia. Sistemnya paketan dengan harga berbeda. Misalnya, saya pakai paket $30 dengan masa berlaku 28 hari, gratis telpon & sms ke semua nomor Australia, paket internet 2 GB plus bonus, dan pulsa $30. Ini nggak pernah habis, lho. Karena saya seringnya pakai wi…

Backpacker Thailand Trip (part 1): Jakarta-Bangkok

Sawaddi Kha...
Ayey! Rhein baru pulang dari Thailand dengan hati senang.. :D Hmm.. cerita mulai dari mana dulu ya? Persiapan dulu kali ya. Oke deh.
Persiapan Backpacker murah meriah. Selain sama keluarga atau dapat fasilitas dari instansi tertentu, Rhein selalu jalan-jalan ala backpacker. Why? Selain murah juga karena males geret-geret koper. Hahaha... Rencana backpacking ke Thailand ini berawal dari adanya tiket promo Air Asia & Lion Air sekitar 5 bulan lalu yang membuat Rhein berhasil mendapat tiket Jakarta-Bangkok PP seharga 700 ribu rupiah sajah! Yes, murah!
Menjelang sekitar 1-2 minggu keberangkatan, baru deh mulai cari info detail tentang segala hal menarik di Thailand. Dari worskhop Seasoned Traveler waktu di UWRF, dikasih tahu kalau persiapan sebelum traveling (apalagi bagi penulis) itu sangat penting supaya nggak blank banget saat di lokasi. Sehingga saat sampai di tujuan, kita nggak lagi bingung mau ngapain atau ke mana, tapi bisa lebih fokus menerima hal-hal detail yang …