Langsung ke konten utama

Mengajukan Visa China, Mongolia, dan Rusia 2018 (sekaligus)

Akhir bulan ini saya berencana melakukan perjalanan jalur kereta Trans-Mongolia dan Trans-Siberia. Jadi, sejak dua bulan lalu lumayan pegel ngurus visa 3 negara (China, Mongolia, Rusia). Alhamdulillah lancar dan issued semua. Kali ini saya mau share persyaratan visa. Perlu diketahui pemirsa bahwa saya bukan agen, semua visa saya ajukan untuk kepentingan pribadi dengan waktu dan harga reguler. 

Visa China
Syarat:
1. Form aplikasi visa, diisi online, lalu diprint. Web untuk isi form: visaforchina.org
2. Pas foto ukuran 48x33 mm (ukuran harus pas) sebanyak 2 lembar. Latar putih bersih. Yang 1 lembar tempel di form aplikasi.
3. Passport asli dan 1 lembar fotokopi halaman depan dan belakang (yang ada tanda tangan). Harus udah ditanda tangan, ya.
4. Fotokopi reservasi tiket masuk dan keluar China (pesawat dari Jakarta dan tiket kereta menuju Mongolia).
5. Fotokopi reservasi hotel (saya order di bookingdotcom yang bisa dicancel).
Lama proses 4 hari kerja. Harga IDR 540.000, bisa bayar tunai atau debit BCA.

Visa Mongolia
Syarat:
1. Passport asli dan 1 lembar fotokopi.
2. Form aplikasi visa, print dari website mongolianconsulate.org, lalu isi.
3. Pas foto ukuran 3x4 latar putih sebanyak 1 lembar
4. Invitation letter. Ini agak ribet ceritanya. Untuk mendapatkan surat ini bisa melalui hotel atau agen perjalanan di Mongolia. Saya menginap di Zaya hostel, lalu minta mereka untuk membuatkan surat ini, yang mereka kirim ke Konsulat Mongolia di Jakarta. Jadi bukan dikirim ke saya. Kemudian pihak Zaya mengabari saya kalau surat tersebut sudah dikirim dan saya baru bisa apply visa. 
5. Surat referensi kerja dari kantor.
6. Fotokopi reservasi tiket masuk dan keluar Mongolia (tiket kereta dari Beijing dan tiket kereta menuju Irkutsk).
7. Fotokopi reservasi hotel (saya order di Zaya hostel dan udah lunas sekalian bayar invitation letter).
Lama proses: 7 hari kerja. Harga USD 60 pembayaran tunai, nggak bisa pakai rupiah.

Visa Rusia
Syarat:
1. Paspor asli dan 1 lembar fotokopi
2. Fotokopi reservasi tiket masuk dan keluar Rusia (tiket kereta dari Mongolia dan tiket pesawat ke Jakarta).
3. Fotokopi reservasi hotel beserta TANDA BUKTI LUNAS.
4. Visa support letter. Saya order di bronevik.com, yang meminta data hotel tempat menginap di Russia. Untuk pengisian tanggal pastikan sesuai dengan tanggal masuk dan keluar Russia. Maksimal 30 hari.
5. Form aplikasi visa, diisi online. Pengisian ini harus menyertakan data di dalam visa support letter dan hotel. Jadi pastikan sudah memiliki keduanya sebelum isi form online. Website untuk isi form: visa.kdmid.ru. Diprint ya.
6. Pas foto ukuran 3x4 latar belakang putih sebanyak 2 lembar.
Lama proses 14 hari kerja. Harga USD 70 pembayaran tunai, bisa pakai rupiah (rate lebih mahal).
Note: Berbeda dengan visa lain (yang pernah saya miliki), visa Russia menetapkan tanggal pasti untuk kita tinggal di Russia, sesuai yang tertera di visa support letter. Rencanakan perjalanan ke negara ini dengan pasti. Kita nggak bisa datang sebelum tanggal yang tertera di visa atau pun tinggal melebihi waktu yang ditentukan.

Mengurus visa hanya satu dari sekian drama mempersiapkan perjalanan ini. Belum nanti kalau udah berangkat kali ya. Hahaha.

Love is real, real is love. -John Lennon-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Untuk Kamu-Kamu yang Tidak Pintar

Zaman saya SMP sempat nge-tren adanya award semacam cewek tercantik, cowok terganteng, cewek tergaul, cowok terramah, dsb. Saat itu saya juga menang award, lho... jadi cewek ter-lemot alias lemah otak alias tulalit alias loading lama. Hahaha.. Dan emang bener sih, kala itu (sampai sekarang, meski nggak separah dulu) saya sering merespon sesuatu hal baru dengan kata pamungkas, “Hah? Hah?” dengan tampang boloho :))
Dari kecil saya nggak terlalu suka belajar akademis, apalagi di kelas. Lebih suka baca komik, majalah, novel, main, mengkhayal, jalan-jalan, atau membuat prakarya. Ibu juga bilang kalau saya bukan anak yang pintar, pun sampai sekarang punya kelemahan susah fokus saat di keramaian. Tapiiii... tapiii.. saat SD selalu ranking 3 besar, masuk SMP & SMA favorit dan mendapat peringkat 10 besar, lulus kuliah dari UI. Sombong kamu, Rhein! Itu namanya pintar!
No! Trust me, I’m not that smart dan kadang bingung kenapa bisa mencapai hal-hal yang mungkin termasuk wow untuk sebagian or…

9 Things to Do for WHV Indonesia When Arrived in Australia

Sebenarnya saya udah lama ingin nulis ini, meski nggak sesibuk teman-teman WHV warrior lain, toh saya terkendala penyakit malas. As usual. Nah, berhubung sekarang lagi day off dan hawa-hawa di perpustakaan ini bikin pengen nulis, saya mau share beberapa hal yang perlu dilakukan saat awal hidup di Australia (Sydney, tepatnya) saat menjalani Work & Holiday Visa.
Beli Kartu Bukan kartu gaple ya. Saat mendarat di bandara Sydney, akan banyak ditemukan counter-counter provider ponsel. Saya milih kartu Vodafone, alasannya selain karena konon katanya menurut gosip sinyalnya paling kenceng, juga pada saat mau beli eh lagi ada diskon gitu, paket $50 cukup bayar $30. Nah, kartu sim di Australia ini agak sedikit berbeda dengan di Indonesia. Sistemnya paketan dengan harga berbeda. Misalnya, saya pakai paket $30 dengan masa berlaku 28 hari, gratis telpon & sms ke semua nomor Australia, paket internet 2 GB plus bonus, dan pulsa $30. Ini nggak pernah habis, lho. Karena saya seringnya pakai wi…

Backpacker Thailand Trip (part 1): Jakarta-Bangkok

Sawaddi Kha...
Ayey! Rhein baru pulang dari Thailand dengan hati senang.. :D Hmm.. cerita mulai dari mana dulu ya? Persiapan dulu kali ya. Oke deh.
Persiapan Backpacker murah meriah. Selain sama keluarga atau dapat fasilitas dari instansi tertentu, Rhein selalu jalan-jalan ala backpacker. Why? Selain murah juga karena males geret-geret koper. Hahaha... Rencana backpacking ke Thailand ini berawal dari adanya tiket promo Air Asia & Lion Air sekitar 5 bulan lalu yang membuat Rhein berhasil mendapat tiket Jakarta-Bangkok PP seharga 700 ribu rupiah sajah! Yes, murah!
Menjelang sekitar 1-2 minggu keberangkatan, baru deh mulai cari info detail tentang segala hal menarik di Thailand. Dari worskhop Seasoned Traveler waktu di UWRF, dikasih tahu kalau persiapan sebelum traveling (apalagi bagi penulis) itu sangat penting supaya nggak blank banget saat di lokasi. Sehingga saat sampai di tujuan, kita nggak lagi bingung mau ngapain atau ke mana, tapi bisa lebih fokus menerima hal-hal detail yang …