Langsung ke konten utama

Sembunyi

Ini adalah tulisan pengisi waktu luang ketika jadwal kuliah Teori Medan Klasik sedang kosong. Ah, saya kecewa.... *o-ow benarkah??*

Akhir-akhir ini, entah kenapa penyakit atau syndrome sakit jiwa yang saya derita sedang kambuh. Ups, sakit jiwa gila begitu? Well, yah... tiba-tiba jadi sering sensitif, punya pikiran aneh-aneh, asyik dengan dunia imaji sendiri, membentuk suasana-suasana yang tadinya simpel menjadi ribet, dan tiba-tiba merasa dunia nyata yang begitu banyak tanggung jawab terlewat begitu saja. Efeknya? Saya masuk angin! Aiiihh.. Nggak nyambung ya? Pokoknya ni perut mual-mual dan mules nggak jelas.

Kondisi pada sekitar, menyebabkan saya lebih sering pasang tampang "flat". Senyum tidak, jutek sedikit. Agak-agak nggak fokus dengan apa yang orang bicarakan. Lalu, saya kembali lebih suka menyendiri. Sembunyi. Kosan begitu nyaman untuk jadi tempat 'gluntungan', tempat cozy saat bermain dengan imaji sendiri. Saya menikmati...

Aaahhh... Mungkin ini efek terlalu mikirin hal-hal nggak penting. Jadi banyak pikiran padahal nggak penting. Tuh kan, bahkan tulisan saya ini pun nggak jelas dan nggak penting. Maaf untuk kamu yang terkena efek penyakit aneh saya ini. Hihi... Welcome to my jungle... :D


Love is real, real is love. -John Lennon-

Komentar

Mayyadah mengatakan…
hmm...menulis coretan utk mengisi waktu tentu lebih cool drpd sekedar bengong^^
-=-IpanG-=- mengatakan…
bukannya penyakit gila lo emang dari bawaan orok ye,..

Postingan populer dari blog ini

Untuk Kamu-Kamu yang Tidak Pintar

Zaman saya SMP sempat nge-tren adanya award semacam cewek tercantik, cowok terganteng, cewek tergaul, cowok terramah, dsb. Saat itu saya juga menang award, lho... jadi cewek ter-lemot alias lemah otak alias tulalit alias loading lama. Hahaha.. Dan emang bener sih, kala itu (sampai sekarang, meski nggak separah dulu) saya sering merespon sesuatu hal baru dengan kata pamungkas, “Hah? Hah?” dengan tampang boloho :))
Dari kecil saya nggak terlalu suka belajar akademis, apalagi di kelas. Lebih suka baca komik, majalah, novel, main, mengkhayal, jalan-jalan, atau membuat prakarya. Ibu juga bilang kalau saya bukan anak yang pintar, pun sampai sekarang punya kelemahan susah fokus saat di keramaian. Tapiiii... tapiii.. saat SD selalu ranking 3 besar, masuk SMP & SMA favorit dan mendapat peringkat 10 besar, lulus kuliah dari UI. Sombong kamu, Rhein! Itu namanya pintar!
No! Trust me, I’m not that smart dan kadang bingung kenapa bisa mencapai hal-hal yang mungkin termasuk wow untuk sebagian or…

Backpacker Thailand Trip (part 1): Jakarta-Bangkok

Sawaddi Kha...
Ayey! Rhein baru pulang dari Thailand dengan hati senang.. :D Hmm.. cerita mulai dari mana dulu ya? Persiapan dulu kali ya. Oke deh.
Persiapan Backpacker murah meriah. Selain sama keluarga atau dapat fasilitas dari instansi tertentu, Rhein selalu jalan-jalan ala backpacker. Why? Selain murah juga karena males geret-geret koper. Hahaha... Rencana backpacking ke Thailand ini berawal dari adanya tiket promo Air Asia & Lion Air sekitar 5 bulan lalu yang membuat Rhein berhasil mendapat tiket Jakarta-Bangkok PP seharga 700 ribu rupiah sajah! Yes, murah!
Menjelang sekitar 1-2 minggu keberangkatan, baru deh mulai cari info detail tentang segala hal menarik di Thailand. Dari worskhop Seasoned Traveler waktu di UWRF, dikasih tahu kalau persiapan sebelum traveling (apalagi bagi penulis) itu sangat penting supaya nggak blank banget saat di lokasi. Sehingga saat sampai di tujuan, kita nggak lagi bingung mau ngapain atau ke mana, tapi bisa lebih fokus menerima hal-hal detail yang …

9 Things to Do for WHV Indonesia When Arrived in Australia

Sebenarnya saya udah lama ingin nulis ini, meski nggak sesibuk teman-teman WHV warrior lain, toh saya terkendala penyakit malas. As usual. Nah, berhubung sekarang lagi day off dan hawa-hawa di perpustakaan ini bikin pengen nulis, saya mau share beberapa hal yang perlu dilakukan saat awal hidup di Australia (Sydney, tepatnya) saat menjalani Work & Holiday Visa.
Beli Kartu Bukan kartu gaple ya. Saat mendarat di bandara Sydney, akan banyak ditemukan counter-counter provider ponsel. Saya milih kartu Vodafone, alasannya selain karena konon katanya menurut gosip sinyalnya paling kenceng, juga pada saat mau beli eh lagi ada diskon gitu, paket $50 cukup bayar $30. Nah, kartu sim di Australia ini agak sedikit berbeda dengan di Indonesia. Sistemnya paketan dengan harga berbeda. Misalnya, saya pakai paket $30 dengan masa berlaku 28 hari, gratis telpon & sms ke semua nomor Australia, paket internet 2 GB plus bonus, dan pulsa $30. Ini nggak pernah habis, lho. Karena saya seringnya pakai wi…