Langsung ke konten utama

Ulang Tahun, IELTS, dan Pucing Pala Plincess

Kalau menilik postingan-postingan lama, sepertinya saya punya kebiasaan menulis tentang ulang tahun dan ceritanya macam-macam ada yang seru bahkan ada yang biasa saja. Tahun ini alias hari ini, mau nulis tentang cerita hari ulang tahun juga, tapi nggak banyak-banyak soalnya hari ini capek banget. Habis ngapain emang? Ngapain coba??

Iya, saya daftar tes IELTS tepat di hari ulang tahun. Jadilah sebelum subuh saya sudah bangun, siap-siap, sholat, dan langsung meluncur ke stasiun untuk berangkat ke Jakarta, tepatnya IALF di menara selatan plaza kuningan Rasuna Said untuk tes jam 07.30. Terus gimana tesnya? Gimana coba??

SUSAAAAHHHH T_T... Saya emang nggak ikut kursus dulu sebelumnya, belajar otodidak aja melahap buku-buku Cambridge & nonton Youtube. Salah satu kelemahan yang sudah diprediksi adalah writing section. Oh jangan disangka karena saya penulis lalu menulis dalam bahasa Inggris apalagi untuk analisis data yang diperlukan dalam tes IELTS bisa saya lalui dengan mudah. Ini adalah bagian yang bikin saya pengen nangis dan nyaris nyerah. Waktu mepet, syarat quota huruf nyaris tak terpenuhi, dan karena inget bahwa saya bayar 2,6 juta demi tes ini, terus kalau langsung dapet band score di bawah 6 hanya karena quota huruf tidak terpenuhi, kok ya nya'ah pisan. Maka ketika injury time, tulisan itu pun selesai meski saya masih khawatir karna untuk writing task 1 hanya bisa 157 kata dari syarat 150. Harusnya sih bisa 180an, khawatir ada kata berulang yang ngga dihitung... #nangis

Ah ya sudahlah, lahawla udah belajar (meski ngga intensif), udah dilalui tesnya, tinggal berdoa, mudah-mudahan bisa lulus dengan band score total minimal 7 aja deh... Nggak muluk-muluk. Nanti Kalau beneran bisa dapet 7, saya tulis deh tips-tips belajar IELTS otodidak di sini daripada bayar kursusnya juga 2,6 juta... Mahal yah, bayar untuk tes aja saya ngorek tabungan... 

Kepala masih pusing karena tes tadi dan takut hasilnya ngga memuaskan... Pucing Pala Plincess... Tapi tetep kok, saya hepiiiii... Soalnya kalau ulang tahun saya pasti hepi.. Hehehe.. Ngga ada perayaan spesial juga di keluarga, cuma mamam batagor setelah malam-malam saya pulang tes. Terus dikasih hadiah sama Bapa: Kacamata! Kebetulan kacamata hitam saya sebelumnya udah pecah. Ini dia aksinya..



Love is real, real is love. -John Lennon-

Komentar

warm mengatakan…
wih, mau kuliah dimana ini? inggris? smoga tercapai ya., saya yakin kok pasti skor ieltsnya tinggi, soalnya biasanya yg lahir juni itu pinter2 hehehe met ulang tahun kalo gitu, smoga smua mimpi2nya terwujud, amin!
nhae gerhana mengatakan…
suksess yaaa.. happy milad.. smoga makin berkah usianya :)

Postingan populer dari blog ini

Untuk Kamu-Kamu yang Tidak Pintar

Zaman saya SMP sempat nge-tren adanya award semacam cewek tercantik, cowok terganteng, cewek tergaul, cowok terramah, dsb. Saat itu saya juga menang award, lho... jadi cewek ter-lemot alias lemah otak alias tulalit alias loading lama. Hahaha.. Dan emang bener sih, kala itu (sampai sekarang, meski nggak separah dulu) saya sering merespon sesuatu hal baru dengan kata pamungkas, “Hah? Hah?” dengan tampang boloho :))
Dari kecil saya nggak terlalu suka belajar akademis, apalagi di kelas. Lebih suka baca komik, majalah, novel, main, mengkhayal, jalan-jalan, atau membuat prakarya. Ibu juga bilang kalau saya bukan anak yang pintar, pun sampai sekarang punya kelemahan susah fokus saat di keramaian. Tapiiii... tapiii.. saat SD selalu ranking 3 besar, masuk SMP & SMA favorit dan mendapat peringkat 10 besar, lulus kuliah dari UI. Sombong kamu, Rhein! Itu namanya pintar!
No! Trust me, I’m not that smart dan kadang bingung kenapa bisa mencapai hal-hal yang mungkin termasuk wow untuk sebagian or…

Backpacker Thailand Trip (part 1): Jakarta-Bangkok

Sawaddi Kha...
Ayey! Rhein baru pulang dari Thailand dengan hati senang.. :D Hmm.. cerita mulai dari mana dulu ya? Persiapan dulu kali ya. Oke deh.
Persiapan Backpacker murah meriah. Selain sama keluarga atau dapat fasilitas dari instansi tertentu, Rhein selalu jalan-jalan ala backpacker. Why? Selain murah juga karena males geret-geret koper. Hahaha... Rencana backpacking ke Thailand ini berawal dari adanya tiket promo Air Asia & Lion Air sekitar 5 bulan lalu yang membuat Rhein berhasil mendapat tiket Jakarta-Bangkok PP seharga 700 ribu rupiah sajah! Yes, murah!
Menjelang sekitar 1-2 minggu keberangkatan, baru deh mulai cari info detail tentang segala hal menarik di Thailand. Dari worskhop Seasoned Traveler waktu di UWRF, dikasih tahu kalau persiapan sebelum traveling (apalagi bagi penulis) itu sangat penting supaya nggak blank banget saat di lokasi. Sehingga saat sampai di tujuan, kita nggak lagi bingung mau ngapain atau ke mana, tapi bisa lebih fokus menerima hal-hal detail yang …

Perkara ber-Agama dan ber-Tuhan di Australia

"Are you a Buddhist?" Saya menatap teman, yang sudah saya kenal di tempat kerja selama satu bulan itu, dengan pandangan bermakna, "Hah?"
Australia, sebuah benua dan negara dengan penduduk sangat-sangat-sangat beragam latar belakangnya. Di sini, pertanyaan setelah "What's your name?" adalah "Where are you from?". Dan jawabannya jarang banget "I'm Aussie." Pasti dari negara yang beda-beda. Indonesia memang penganut Bhineka Tunggal Ika (yang sekarang sedang terluka), namun tinggal setahun di benua Kanguru membuat saya berinteraksi dengan lebih banyak lagi perbedaan. Postingan kali ini akan mencoba membahas tiga perbedaan signifikan berdasarkan pengalaman saya dan bagaimana menyikapinya. Tadinya saya mau menulis menjadi satu postingan, tapi berhubung hobi curhat jadi saya pisah karena kepanjangan.
AGAMA

"Are you working everyday?" Pemuda itu bertanya sembari tangannya sibuk menyiapkan pesanan mie. "No. I have day off …