Writing Action Novel: Apa Bedanya? (part 1)

Di sela-sela musim kawin resepsi pernikahan dan 17 Agustusan yang mengakibatkan aktivitas Tenda Destarata cukup padat, saya mau share sedikit tentang tips nulis.

Yang udah paca baca Gloomy Gift pada tau dong novel itu termasuk dalam kategori apa -selain romance. Action or suspense novel, name it. Saat beberapa kali saya diajak kumpul-kumpul sama penggiat buku, banyak pertanyaan yang muncul tentang bagaimana menulis novel action/suspense? Seperti yang kita tahu novel jenis ini masih sangat jarang di Indonesia, baik dari segi penulis atau peminat (dibandingkan novel romance). 

Saya akan mulai dari apa yang membedakan secara garis besar teknik menulis romance dan action (karena saya baru pengalaman menulis di 2 tipe tersebut). Saat menulis romance, saya memfokuskan diri pada bagaimana menyajikan cerita yang bisa membuat perasaan pembaca teraduk-aduk. Salah satunya adalah dengan menjelaskan isi kepala dan perasaan karakter dalam novel. Contoh: 

"Oke, aku pergi dulu, ya!" Halya nyengir lebar, mencairkan suasana. Dia menoleh kepada Rina yang membalasnya dengan senyum lembut, lalu menatap Raka. Larang aku pergi, please! Aku nggak rela meninggalkan kamu berdua dengan wanita itu
Raka balas menatap Halya lekat. Jangan pergi, Al. Apa kamu benar-benar tidak menginginkanku sampai begitu rela aku pergi berdua dengan wanita lain? "Hati-hati di jalan, Al," jawabnya datar. (CoupL(ov)e, hlm. 290)

Nah, saat menulis action/suspense, saya memfokuskan diri pada bagaimana menstimulus otak pembaca agar seolah-olah mereka ikut serta dalam aksi yang dilakukan oleh karakter novel. Action novel mostly about action, action, action dalam arti gerakan fisik karakter lebih menonjol dan biarkan pembaca menyimpulkan sendiri apa yang sedang terjadi atau akan terjadi. Biasanya yang baca novel tipe ini lebih tertantang untuk berfikir. So, give the reader happiness by letting them use their brain to understand the novel. Contoh:

Ia melayangkan pandangan ke seberang dinding dari foto keluarga Ramawijaya, tempat rak buku tinggi menjulang berada di sana. Ia bergegas mendekat ke rak empat tingkat berwarna kuning gading tersebut, jemarinya menelusuri dan mencermati satu per satu buku-buku yang berjajar. Di baris paling atas, di antara buku-buku yang tertata rapi, Zeno menemukan sebuah buku yang tak pernah ia miliki. 
Buku bersampul biru tua yang tak kelihatan berbeda dengan buku-buku lainnya, ada lensa kecil hitam tertanam di dalamnya. (Gloomy Gift, hlm. 50)

Terlihat kan perbedaannya? Dari pengalaman pribadi begitulah yang saya rasakan dari perbedaan menulis novel romance dan action. Tentu sebenarnya kedua jenis novel tersebut butuh keduanya. Seperti dalam romance butuh penjelasan aktivitas fisik tokoh dan dalam action butuh penjelasan yang mengaduk perasaan. Hanya saja, fokus porsi keduanya berbeda.

Kalau para pembaca Gloomy Gift rata-rata berpendapat setelah membaca novel tersebut serasa habis nonton film action, itu karena otak pembaca secara otomatis memvisualkan adegan-adegan yang tertulis. Good job, reader, your brain do well. As well as I am playing with your brain. Muhahahaha.. 

Oke, segini dulu ya tipsnya. Dikit-dikit dulu aja supaya paham. Saya akan tulis tips lain nanti. Have a great day!


Love is real, real is love. -John Lennon-

Comments

besinikel said…
ngga keliatan bedanya, lo mah kalau nulis keren terus. kzl.
yok ahhhh bikin novel lagi napah, ntar gue join (join doa) :)))))
Unknown said…
Gw kayaknya selalu update blog ini :v. yg kedua lebih mirip dengan penggambaran novel lawasan. Harimau ! Harimau ! karya mochtar lubis, keren banget... novel faforit...

Popular posts from this blog

Untuk Kamu-Kamu yang Tidak Pintar

Giveaway & Talkshow with Nulisbuku Club

Backpacker Thailand Trip (part 1): Jakarta-Bangkok