Langsung ke konten utama

Perseteruan Sepersusuan

Sufor vs UHT
Jadi ceritanya, karena perempuan Indonesia seusia saya kebanyakan sedang dalam tahap memiliki buah hati yang lagi lucu-lucunya, tentu laman facebook saya pun sering dihiasi oleh segala pernak-pernik bumil-busui (istilah kerennya). Salah satunya adalah tentang pemilihan susu untuk bayi usia sekian sampai sekian, ASI, ASIP, sampai para bayi yang udah lulus S1-S2-S3. 

Tentu teman-teman saya para mahmud (mamah muda) ini sering share link-link berita, artikel, posting status atau komen menurut pendapat masing-masing. Sebagai perempuan single, saya sih nggak pernah ikut komentar, ya karena ga ada ilmu & pengalaman juga. Paling hanya memperhatikan pola tren apa-apa yang sering jadi pembahasan para mahmud. Yang sering dibahas itu: Ibu di rumah vs Ibu bekerja atau ASI vs Sufor vs UHT.

Suatu hari karena saya tertarik pada sebuah status/link artikel FB teman yang komentarnya rame banget urusan ASI vs Sufor vs UHT sampai-sampai para mahmud ini ada yang memberi argumen penelitian profesor X bilang bagus UHT, hasil studi universitas Y bilang bagus Sufor, pendapat para ahli bilang ga apa-apa Sufor kalau ASI ga keluar, dll. 

Kemudian, saya tergelitik untuk bertanya pada Ibu. Kebetulan saat itu lagi santai keluarga.

Me: "Bu, dulu Ibu suka ribut ngga urusan milih susu waktu teteh, uki, bani masih kecil?"
Ibu: "Ah, nggak. Semua anak Ibu kan ASI."
Me: "Terus pas ASI udah beres, suka milih-milih gitu antara Sufor atau UHT?"
Bapa (nyamber): "Nggak, Teh. Ibu mah milih susu yang paling murah!"
Ibu: *manggut-manggut*
Me: "Hah? Cuma karena murah?"
Ibu: "Iya. Dulu pas kamu kecil yang murah itu D*ncow. Ya udah Ibu kasih itu. Malah dulu sempet beredar isu kalau D*ncow mengandung babi sampai-sampai harganya anjlok. Ibu sih bodo amat, malah beli banyak buat stok."

Dan saya pun terbahak-bahak. Jadi kalau saya dan adik-adik emang kelakuannya suka rada konslet, maklumin aja yah.. Hahaha... :D


Love is real, real is love. -John Lennon-

Komentar

Arian Sahidi mengatakan…
wuahahhahaha ngakak :p
wxrm mengatakan…
tuh kan, terbukti sufor ga ngaruh, malah ini produk sufor jadi penulis hebad!

Pos populer dari blog ini

Backpacker Thailand Trip (part 1): Jakarta-Bangkok

Sawaddi Kha...
Ayey! Rhein baru pulang dari Thailand dengan hati senang.. :D Hmm.. cerita mulai dari mana dulu ya? Persiapan dulu kali ya. Oke deh.
Persiapan Backpacker murah meriah. Selain sama keluarga atau dapat fasilitas dari instansi tertentu, Rhein selalu jalan-jalan ala backpacker. Why? Selain murah juga karena males geret-geret koper. Hahaha... Rencana backpacking ke Thailand ini berawal dari adanya tiket promo Air Asia & Lion Air sekitar 5 bulan lalu yang membuat Rhein berhasil mendapat tiket Jakarta-Bangkok PP seharga 700 ribu rupiah sajah! Yes, murah!
Menjelang sekitar 1-2 minggu keberangkatan, baru deh mulai cari info detail tentang segala hal menarik di Thailand. Dari worskhop Seasoned Traveler waktu di UWRF, dikasih tahu kalau persiapan sebelum traveling (apalagi bagi penulis) itu sangat penting supaya nggak blank banget saat di lokasi. Sehingga saat sampai di tujuan, kita nggak lagi bingung mau ngapain atau ke mana, tapi bisa lebih fokus menerima hal-hal detail yang …

Untuk Kamu-Kamu yang Tidak Pintar

Zaman saya SMP sempat nge-tren adanya award semacam cewek tercantik, cowok terganteng, cewek tergaul, cowok terramah, dsb. Saat itu saya juga menang award, lho... jadi cewek ter-lemot alias lemah otak alias tulalit alias loading lama. Hahaha.. Dan emang bener sih, kala itu (sampai sekarang, meski nggak separah dulu) saya sering merespon sesuatu hal baru dengan kata pamungkas, “Hah? Hah?” dengan tampang boloho :))
Dari kecil saya nggak terlalu suka belajar akademis, apalagi di kelas. Lebih suka baca komik, majalah, novel, main, mengkhayal, jalan-jalan, atau membuat prakarya. Ibu juga bilang kalau saya bukan anak yang pintar, pun sampai sekarang punya kelemahan susah fokus saat di keramaian. Tapiiii... tapiii.. saat SD selalu ranking 3 besar, masuk SMP & SMA favorit dan mendapat peringkat 10 besar, lulus kuliah dari UI. Sombong kamu, Rhein! Itu namanya pintar!
No! Trust me, I’m not that smart dan kadang bingung kenapa bisa mencapai hal-hal yang mungkin termasuk wow untuk sebagian or…

Backpacker Thailand Trip (part 2): Pattaya & Koh Larn Island

7 May 2014 Subuh di Bangkok, jujur Rhein nggak tahu arah kiblat ke mana. Pas di Indo nyarinya jadwal solat doang, lupa cari arah kiblat. Tapi yasud, kalau nggak tahu, solat mah niatnya yang penting ke kiblat, yes. Malam sebelumnya udah pesen ke resepsionis kalau beres subuh minta diantar ke terminal bus Ekkamai. Katanya mereka bisa nganter pake ojeg. Namun apa daya jam 5 pagi itu resepsionis masih gelap, nggak ada orang, ngga ada bel untuk manggil, mau nelepon ke contact person ya nomor hape Rhein masih nomor Indo kena roaming ngga bisa dipake. Akhirnya memutuskan untuk check out, simpan kunci, dan keluar hostel cari taksi ke terminal Ekkamai. Soalnya ngejar kapal ferry ke Koh Larn Island di Pattaya nanti yang cuma ada di jam-jam tertentu. 
Supir taksi, petugas terminal, dan orang-orang yang Rhein temui sepagi itu ramah-ramah. Mungkin kelihatan banget, cewek bawa backpack gede laha-loho nggak tahu arah, jadi mereka murah hati ngasih informasi. Perjalanan 2 jam dari Bangkok ke Pattaya …