Inovasi Perpustakaan

Tanggal 27 Juni kemarin, saya dan teman-teman sekelas mengikuti seminar dan workshop tentang bisnis di Hotel Panghegar Bandung. Acaranya seru, beberapa keynote speaker memberi insight banget dan memotivasi untuk lebih berpikir kreatif, inovatif. Ditambah lagi, makanannya enak-enak.. Maklum mahasiswa dan anak kos, gak betah liat makanan enak berlimpah.. *Mulai salah fokus*

Di salah satu workshop, pembicara meminta kami memikirkan inovasi apa yang bisa dilakukan pada perpustakaan. Lalu, ide apa yang bisa diusung agar perpustakaan bisa menjadi bisnis. Selama ini, dari beberapa perpustakaan yang pernah Rhein datangi, permasalahannya antara lain sulitnya pencarian index buku yang tidak lengkap, pencantuman lokasi buku yang kurang informatif, penjaga perpus yang jutek (semoga sekarang udah nggak lagi), suasana perpus yang 'dingin', kaku, serius, sampai sulitnya mengambil buku di rak-rak yang tinggi *untuk yang bertubuh pendek kayak gw, ini masalah*.

Lalu, inovasi apa yang kelompok Rhein lakukan? Salah satunya adalah dengan membuat atmosfer ruang baca sesuai dengan genre buku. 
Corat coret kreatif
Konsepnya begini, membaca butuh tempat yang nyaman (bukan berarti hanya tenang). Suasana ruang baca akan berpengaruh pada feeling yang kita dapat saat membaca. Nah, kami membuat konsep adanya ruangan-ruangan baca dengan desain interior dan nuansa sesuai dengan genre buku. Misalnya ruang baca romance, isinya ada karpet nyaman dengan bantal berbentuk love, boneka teddy bear, kursi warna-warna cerah seperti pink, oranye, merah. Bisa ditambahkan dengan wallpaper/cat ruangan bernuansa romantis bahkan kalau bisa digambar adegan-adegan romantis dari film based on romance novel. Untuk ruang baca science fiction, pengelola perpustakaan bisa menyulap ruangan seperti bernuansa laboratorium (tanpa alat lab yang menganggu pastinya). Untuk ruang baca fairy tale/dongeng/fantasi, pastinya seru kalau dibuat desain peri-peri, bidadari, permen lolipop, awan cerah, unicorn, dan gambar dunia fantasi lain. Yang seru pastinya ruang baca horror/thriller dong... Kebayang gimana baca buku serem di ruangan dengan nuansa hantu, dark, pisau berdarah, psikopat, kalau perlu ada miniatur tuyul atau patung vampir, pocong, dan genderuwo. Hahahaha...

Tujuan pembuatan ruang baca bergenre ini tentu agar saat membaca, kita bisa lebih dapet feel isi bukunya. Pengalaman psikologis antara membaca isi buku dan ruangan yang mendukung pasti akan memberi kepuasan tersendiri. Selain ruang baca bergenre, kami juga mengajukan konsep tersedianya musik yang bisa didengarkan melalui headphone. Hal ini dikarenakan ternyata banyak juga orang-orang yang suka membaca sambil mendengarkan musik. Jadi, yang suka baca buku sambil mendengarkan musik ada fasilitasnya. Sedangkan yang suka membaca buku dalam keadaan tenang tetap tidak terganggu.

Well, belum tahu sih udah ada yang membuat inovasi perpustakaan dengan konsep seperti ini atau belum. Tapi di Indonesia sepertinya belum ada, ya. Semoga suatu hari nanti perpustakaan nggak kalah seru dengan mall dan tidak identik dengan hal-hal serius atau nerd. Reading is fun! :)

#30DaysChallenge Day 16

Love is real, real is love. -John Lennon-

Comments

Ruru said…
Telat baca-baca blognya, nih. Salam kenal~

Ini idenya unik banget deh! Seru banget kalo bisa baca buku di tempat kayak gitu! Mantep! Hahaha...

*lompat ke postingan-postingan sebelumnya*

Popular posts from this blog

Untuk Kamu-Kamu yang Tidak Pintar

Giveaway & Talkshow with Nulisbuku Club

Backpacker Thailand Trip (part 1): Jakarta-Bangkok