Langsung ke konten utama

Ulang Tahun ^_^

Rhein selalu suka hari ulang tahun. 
Birthday girl. Still 17th year old look.
Bukan, bukan karena banyak kado. Di usia seperempat abad begini, tradisi memberi kado sepertinya sudah sangat jarang kecuali dari orang-orang terdekat. Yang paling Rhein suka adalah adanya kucuran doa. Di hari spesial ini, selama seharian penuh dari pagi buta sampai menjelang tengah malam, banyak banget yang mendoakan hal baik. Duh, rasanya tuh membahagiakan banget dapet doa tulus tanpa pamrih dari banyak orang bahkan mereka yang belum pernah bertemu langsung.

Makasih ya untuk kalian semua. 
Semoga semua doa kalian dibalas dengan lebih baik oleh Tuhan.

Ulang tahun kali ini agak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Karena... Rhein kuliah! Maksudnya, biasanya kan bulan Juni itu penuh dengan jadwal liburan dan Rhein hampir selalu merayakan ulang tahun di rumah. Kebetulan semester ini ada Semester Pendek, jadilah tetap mendekam di Bandung. Kuliah full dari jam 8 pagi sampai 5 sore, dilanjut dengan latihan muaythai (kick boxing) sampai jam 9 malam. Uh..Uh..

Meski begitu, tetep menyenangkaaaannn... Makasih untuk temen-temen sekelas yang udah ngasih selamat dan makan kue dari Rhein dengan lahap.. Hehehe.. Kehangatan temen-temen ini yang cukup mengobati rasa kangen sama rumah.  

Ngomong-ngomong tentang rumah, pastinya dong Bapak, Ibu, Furky, & Bani mengucapkan selamat. Yang lucu, pas Rhein masih latihan tinju-tinjuan, ada sms dari Ibu yang isinya singkat banget:
Met ulang tahun... Semoga cepet dapet jodoh =))
Mau nggak mau, Rhein langsung ngakak. Lucu juga sih, cuma segitu doang gitu ucapannya.. Hahaha... Baru setelah pulang ke kosan Rhein balas, "Aamin, terus doain  juga, ya.". Nggak lama kemudian, Ibu sms lagi,
Yang seriusnya ah. Makasih udah menjadi anak Ibu yang menaikan 'kelas' Ibu. Mudah-mudahan bisa menaikan 'kelas' Ibu juga di mata Allah ya. Makasih juga sudah memprovokasi Bani dan Uki sehingga bisa sehebat Teteh.
Haduuuuhh... Detik itu juga Rhein langsung curambay mewek... Huhuhu... Gimana, yah.. Seiring bertambahnya usia begini, Rhein sering banget bertanya-tanya, "Udah menghasilkan apa sih gue buat orang tua? Agama? Keluarga? Lingkungan?". Gue ini masih manja, masih sering merengek pengen ini itu, masih suka telat-telat solatnya. Masih pengangguran. Huhuhu...

Fiuuhhh.. Udah nangisnya. Yang pasti, udah bikin tekad untuk bisa lebih baik lagi. Berkarya, menjalani passion, dan bermanfaat untuk orang-orang. SEMANGAT! :D

ps: Mulai hari ini, Rhein juga sedang melaksanakan #30DaysChallange dengan akan menulis hal bermanfaat selama 30 hari ke depan, tidak makan malam, dan foto hal unik yang akan di upload di twitter. Semoga bisa dijalani dengan baik. Selamat membaca tulisan-tulisan selama 30 hari ke depan yaaaa..


Love is real, real is love. -John Lennon-

Komentar

Riski Fitriasari mengatakan…
Selamat ulang tahun... semoga Allah selalu menyayangi Rhein dan memberkahi umur Rhein ... ^^
amiiin ya robbal'alamiin
Hanna HM Zwan mengatakan…
salam kenal...^^
selamat ulang tahun, baarakallah,berkah dan manfaat di hari-harinya amin :D
Hans Brownsound ツ mengatakan…
hey, happy birthday rhein!
moga makin sukses ya, makin banyak novelnya terbit.
aminamin :)
Bunda Dzaky mengatakan…
*prok prok prok...

Luar biasa.. semoga Berhasil ya 30 hari kedepan ^^

Selamat ulang tahun.. Semoga makin bermanfaat bagi keluarga, negara dan bangsa.. ^^
Nelly Vergawati mengatakan…
Baarakallah Kak Rhein.. Semoga semakin semangat dan do better and the best :)Aamiin..

Postingan populer dari blog ini

Untuk Kamu-Kamu yang Tidak Pintar

Zaman saya SMP sempat nge-tren adanya award semacam cewek tercantik, cowok terganteng, cewek tergaul, cowok terramah, dsb. Saat itu saya juga menang award, lho... jadi cewek ter-lemot alias lemah otak alias tulalit alias loading lama. Hahaha.. Dan emang bener sih, kala itu (sampai sekarang, meski nggak separah dulu) saya sering merespon sesuatu hal baru dengan kata pamungkas, “Hah? Hah?” dengan tampang boloho :))
Dari kecil saya nggak terlalu suka belajar akademis, apalagi di kelas. Lebih suka baca komik, majalah, novel, main, mengkhayal, jalan-jalan, atau membuat prakarya. Ibu juga bilang kalau saya bukan anak yang pintar, pun sampai sekarang punya kelemahan susah fokus saat di keramaian. Tapiiii... tapiii.. saat SD selalu ranking 3 besar, masuk SMP & SMA favorit dan mendapat peringkat 10 besar, lulus kuliah dari UI. Sombong kamu, Rhein! Itu namanya pintar!
No! Trust me, I’m not that smart dan kadang bingung kenapa bisa mencapai hal-hal yang mungkin termasuk wow untuk sebagian or…

Trip to Vietnam: Hanoi-Ha Long Bay

Sebenarnya perjalanan ini saya lakukan Oktober 2017 lalu, namun apa daya baru sempat ditulis sekarang. Kemudian kali ini juga kunjungan saya ke Vietnam yang kedua, yang  pertama tahun 2015 dan malah tidak saya tulis di blog. Semua karena apa? Tentu karena malas. Hahaha..

Berbekal izin libur dari kantor dan tiket yang nggak murah-murah amat, saya dan adik bertolak ke Vietnam, sempat transit dan bermalam di KLIA2 untuk flight pagi menuju Hanoi. Berhubung kali ini merupakan perjalanan singkat (maklum buruh), otomatis saya nggak bisa go-show ujug-ujug menclok di suatu negara baru dan berpikir mau ngapain aja seperti biasanya. Saya sudah booking hostel dorm (hanya $5! I love Vietnam! Cheap!) dan tujuan saya kali ini jelas: Bermalam di kapal pesiar di Ha Long Bay. Duh, buruh satu ini emang loba gaya pisan. 
Hari ke 1
Dari bandara Hanoi kami naik bis umum dengan waktu perjalanan kurang lebih 30 menit ke daerah Old Quarter atau Hoan Kiem District. Sebenarnya di bandara banyak yang menawarkan …

Backpacker Thailand Trip (part 4): Grand Palace - Asiatique

Rhein itu kebiasaan deh, kalau posting tentang backpacking pasti ngga beres dari berangkat sampai pulang. Seringnya kepotong setengah-setengah karena alasan yang entah apa. Mungkin ini mengidentifikasi kalau Rhein tipe orang yang cepet move on yah.. Hehehe.. 
Untuk Backpacking Thailand ini udah diniatkan harus ditulis sampai tamat! Soalnya ini backpacking berprestasi yang mengeluarkan budget murah, ke luar negeri pula. Baiklah, mari kita lanjutkan cerita-cerita backpackingnya dengan membongkar ingatan. Yang belum baca part sebelumnya ada di sini, di sini, dan di sini, ya.
Hari keempat di Thailand dan kembali ke Bangkok lagi. Pagi-pagi sekitar jam 8 Rhein udah siap mandi, dandan cantik, dan siap untuk wisata kebudayaan. Saat turun ke lobi, Rhein dikasih tahu sama penjaga penginapan bagaimana rute ke Grand Palace yang bisa ditempuh dengan jalan kaki dari Khaosan Road dan jangan tertipu sama orang-orang yang menawarkan tuktuk atau mengatakan bahwa Grand Palace tutup. Ih sumpah pemilik &…