Langsung ke konten utama

Pengumuman Pemenang Lomba

Hallo teman-teman dan para peserta lomba pada khususnya.. Pada penasaran ya, siapa yang akan jadi pemenang dan mendapatkan hadiah kece-kece dari Rhein & sponsor... Hihihi... :D

Sebelumnya, saya mau mengucapkan terima kasih untuk semua peserta yang sudah berpartisipasi.  Tulisan kalian bagus-bagus dan kalau saya dapet banyak sponsor pengen deh ngasih bonus. Semoga lain kali saya bisa mengadakan lomba lagi yang bisa ngasih bonus untuk semua peserta.. Aamiin..

Nah, dari semua peserta yang masuk, dilihat dari isi tulisan, keunikan foto, dan gaya bercerita yang menggelitik hati Rhein, inilah 
PEMENANG LOMBA RESENSI/FAN FICTION NOVEL RHEIN FATHIA:
Pemenang 1   : Aci Assrianti
Pemenang 2   : Binar Candra Auni
Pemenang 3   : Ghina Zakia Nurjaman

Horeee!! Selamat untuk para pemenang yaaaaa... Untuk yang belum beruntung, terus membaca dan menulis ya.. Bukan berarti tulisan kalian nggak bagus, hanya belum waktunya saja. Tetap semangat!

Untuk para pemenang, harap kirim email ke contactme@rheinfathia.com dengan subjek "Pemenang Lomba" dengan isi email: Nama lengkap, Alamat lengkap+Kode Pos, Nomor Hp. Email ditunggu sampai hari Senin, 17 Juni 2013. Pengiriman hadiah paling lambat 18 Juni 2013.

Ah, bahagianya Rhein bisa berbagi di hari istimewa ini... Rhein juga ingin mengucapkan terima kasih spesial untuk para sponsor yang sudah membantu melancarkan terselenggaranya acara ini.. Get Daily Gear, NIION ID, Anseris INA, Bentang Pustaka, dan Penerbit Mizan.

Makasih ya, kalian... :)

Love is real, real is love. -John Lennon-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Untuk Kamu-Kamu yang Tidak Pintar

Zaman saya SMP sempat nge-tren adanya award semacam cewek tercantik, cowok terganteng, cewek tergaul, cowok terramah, dsb. Saat itu saya juga menang award, lho... jadi cewek ter-lemot alias lemah otak alias tulalit alias loading lama. Hahaha.. Dan emang bener sih, kala itu (sampai sekarang, meski nggak separah dulu) saya sering merespon sesuatu hal baru dengan kata pamungkas, “Hah? Hah?” dengan tampang boloho :))
Dari kecil saya nggak terlalu suka belajar akademis, apalagi di kelas. Lebih suka baca komik, majalah, novel, main, mengkhayal, jalan-jalan, atau membuat prakarya. Ibu juga bilang kalau saya bukan anak yang pintar, pun sampai sekarang punya kelemahan susah fokus saat di keramaian. Tapiiii... tapiii.. saat SD selalu ranking 3 besar, masuk SMP & SMA favorit dan mendapat peringkat 10 besar, lulus kuliah dari UI. Sombong kamu, Rhein! Itu namanya pintar!
No! Trust me, I’m not that smart dan kadang bingung kenapa bisa mencapai hal-hal yang mungkin termasuk wow untuk sebagian or…

9 Things to Do for WHV Indonesia When Arrived in Australia

Sebenarnya saya udah lama ingin nulis ini, meski nggak sesibuk teman-teman WHV warrior lain, toh saya terkendala penyakit malas. As usual. Nah, berhubung sekarang lagi day off dan hawa-hawa di perpustakaan ini bikin pengen nulis, saya mau share beberapa hal yang perlu dilakukan saat awal hidup di Australia (Sydney, tepatnya) saat menjalani Work & Holiday Visa.
Beli Kartu Bukan kartu gaple ya. Saat mendarat di bandara Sydney, akan banyak ditemukan counter-counter provider ponsel. Saya milih kartu Vodafone, alasannya selain karena konon katanya menurut gosip sinyalnya paling kenceng, juga pada saat mau beli eh lagi ada diskon gitu, paket $50 cukup bayar $30. Nah, kartu sim di Australia ini agak sedikit berbeda dengan di Indonesia. Sistemnya paketan dengan harga berbeda. Misalnya, saya pakai paket $30 dengan masa berlaku 28 hari, gratis telpon & sms ke semua nomor Australia, paket internet 2 GB plus bonus, dan pulsa $30. Ini nggak pernah habis, lho. Karena saya seringnya pakai wi…

Backpacker Thailand Trip (part 4): Grand Palace - Asiatique

Rhein itu kebiasaan deh, kalau posting tentang backpacking pasti ngga beres dari berangkat sampai pulang. Seringnya kepotong setengah-setengah karena alasan yang entah apa. Mungkin ini mengidentifikasi kalau Rhein tipe orang yang cepet move on yah.. Hehehe.. 
Untuk Backpacking Thailand ini udah diniatkan harus ditulis sampai tamat! Soalnya ini backpacking berprestasi yang mengeluarkan budget murah, ke luar negeri pula. Baiklah, mari kita lanjutkan cerita-cerita backpackingnya dengan membongkar ingatan. Yang belum baca part sebelumnya ada di sini, di sini, dan di sini, ya.
Hari keempat di Thailand dan kembali ke Bangkok lagi. Pagi-pagi sekitar jam 8 Rhein udah siap mandi, dandan cantik, dan siap untuk wisata kebudayaan. Saat turun ke lobi, Rhein dikasih tahu sama penjaga penginapan bagaimana rute ke Grand Palace yang bisa ditempuh dengan jalan kaki dari Khaosan Road dan jangan tertipu sama orang-orang yang menawarkan tuktuk atau mengatakan bahwa Grand Palace tutup. Ih sumpah pemilik &…