Posts

#AskRhein: Malas, Buntu, & Diksi

Image
Tulisan tips menulis lanjutan dari #AskRhein kali ini berasal dari: @JennyThaliaF @rheinfathia menghindari rasa malas :" untung sih skrg udh jarang kena writer's block :3 cuma ya malesnya itu... @Dika_Annisa1 @rheinfathia  kehabisan ide karena mungkin sebelumnya kurang dipikirkan dengan matang. Bgmn menemukan kata-kata yang pas Untuk yang belum baca tulisan #AskRhein sebelumnya, silakan klik di sini ya..  First , selamat udah jarang kena writer's block. Ada yang bilang justru writer's block itu sebenarnya bukan 'penyakit' penulis , sih.. Karena yang udah jadi penulis pasti bisa mengolah ide sesederhana apa pun jadi tulisan. Tapi kalau malas... Nah, ini sih emang penyakit semua profesi. Hahaha.. Apakah Rhein pernah malas dalam menulis? Sering lah.. Alasan pembenarannya sih sibuk sama kuliah dan tugas-tugas, tapi yah, alasssyyyaaaann... Urusan malas ini ngga ada jawaban atau tips pasti, tiap penulis punya cara sendiri-sendiri dalam mengatasi....

#AskRhein: Awal & Akhir Cerita

Image
Beberapa hari (oke, minggu) lalu, Rhein iseng tanya di twitter dengan #AskRhein tentang apa sih kesulitan yang biasa dialami penulis pemula?  Tujuan utama Rhein sih supaya ada bahan nulis blog yang bermanfaat selain curhat (hohoho) dan bisa berbagi pengalaman tentang menulis bagi yang membutuhkan. Jawaban #AskRhein ini ada banyak dan Rhein mau bahas satu per satu ya supaya lebih fokus. Ini dia kesulitan awal penulis pemula bagian pertama: @HeruSolo memulainya @shelviach kesulitan saat memulai cerita dan mengakhirinya Ada quote dari Lawrence Block yang menyatakan "Your beginning sells your current book. Your ending sells your next book" . Yes, awal dan akhir cerita menentukan penjualan atau bagaimana pembaca akan tertarik pada tulisan kita. Kalau awal cerita udah bikin boring, bahaya banget si pembaca malas lanjutin baca dan kalau ngga sampai tamat, ya gimana nasib buku selanjutnya? Padahal, FYI ya, kebanyakan pembaca di Indonesia itu (imho) pemalas. Suka skip-skip k...

Cafe Management, Class Field Trip, & Business Woman

Image
Posting cepat sajalah ya ini. Laptop masih rusak dan entah kenapa modem tidak bisa dipakai. Kesulitan akses dunia maya padahal banyak yang pengen ditulis di blog. Dua hari kemarin menyenangkan! :D Hari Rabu, Rhein dan beberapa teman latihan mengelola sebuah kafe milik pebisnis yang menjadi mentor kami di kampus (namanya Ibu Cilik Ari). Ceritanya dari sekelompok anak ini ada yang jadi manajer kafe, bagian dapur, kasir, waitress, dll. Yang datang ke kafe buaaannyaaaakk.. Kebetulan ada acara ulang tahun, latihan dansa, dan nyanyi. Rhein kebagian jadi waitress dan kasir. Ternyata ya... ngelola kafe yang cuma sehari doang itu, ngga gampang! Contohnya adalah alur:  Pengunjung panggil Rhein > pesan menu > Rhein menjelaskan detail menu kalau ada yang bertanya > pesanan lengkap > serahkan ke kepala bagian dapur > makanan diracik > makanan keluar diantar waitress (pegawai kafe asli karena takut tumpah kalau Rhein yang anter) > waitress tanya ke Rhein siapa yan...

Tentang Menjadi Istri, Ibu, Ini, dan Itu

Image
Teman-teman Rhein udah banyak yang jadi Ibu. Mahmud Abas istilahnya, Mamah muda anak baru satu. Melongok diri sendiri, Rhein sering merasa siklus hidup sedang berhenti di usia 20 tahun. Menikmati masa kuliah, senang-senang, tugas-tugas, kongkow dengan teman, backpacking murah, nonton film di laptop, download-download, begadang, bangun siang, minus pacaran. Obrolan keluarga tentu sering nyentil ke urusan kapan cari pacar, nikah, dsb. Dulu-dulu sih risih, sekarang udah sampai tahap ahyasyudahlah. Rhein termasuk anak yang lebih suka fokus untuk hal-hal yang disukai dulu. Nikmati hidup, hepi, udah ada yang ngatur urusan jodoh, rezeki, dan mati. Sampai seorang teman sering curhat dia pengen nikah tapi belum kesampaian padahal udah punya pacar. Awalnya sering nanya ke diri sendiri, kenapa dia pengen nikah cepet? (dan gw udah tau jawabannya) . Lalu ganti bertanya, kenapa gw juga belum punya pacar dan nikah seperti temen-temen seumuran? Kenapa ya? Mikir-mikir-mikir, pertanyaan Rhein g...

Riset dalam Menulis Novel

Image
Sebagai penulis moody, Rhein mau cerita sedikit tentang gimana sih cara riset ketika kita sedang menulis sebuah novel? Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa menulis membutuhkan riset agar hasilnya lebih realistis, 'bergizi', bahkan bisa membuat pembaca merasa bahwa cerita yang kita tulis itu "gue banget" . Proses riset itu gampang atau susah? Ibarat belajar fisika, awalnya memang susah dan lama kelamaan makin susah, apalagi kalau calon tulisan kita isinya lebih kompleks. Hehehe.. :D Sebagai contoh, Rhein akan bercerita bagaimana saat melakukan riset untuk novel Seven Days . Pssstt.. bocoran nih yah, alasan kenapa novel ini dipilih sebagai pemenang lomba Qanita Romance adalah karena temanya: Traveling. Sejak tahun lalu (bahkan tahun ini pun), traveling begitu hits, menjadi lifestyle, banyak buku travel guide, dan kayaknya ngga kece gitu kalau ngga angkat ransel untuk jalan-jalan. Nah, sayangnya masih sangat jarang novel fiksi yang berlatar belakang traveling. K...

I'll Figure It Out

Image
I always depressed while writing but feel happy in the same time. I don't know why. Keunikan menulis fiksi adalah sumber informasi utama berada di dalam otak si penulis itu sendiri. Tidak seperti tugas karya ilmiah atau laporan kuliah yang sumbernya bisa dicari di google lalu kita menambahkan sana-sini sesuai analisis pemikiran sendiri. Kemudian, pembaca akan manggut-manggut mendapat informasi dan pemahaman baru. Tidak. Sumber informasi utama fiksi ada di dalam otak si penulis, lalu dia googling untuk riset, baru tambah sana-sini agar tidak jauh beda dengan realita. Atau membawa pembaca masuk ke dalam universe yang penulis ciptakan dan membuat mereka percaya bahwa itulah realita yang ada.  Dari pengalaman pribadi, dalam keadaan kepepet, Rhein sama seperti mahasiswa lain yang memiliki kemampuan super kilat membuat laporan kuliah dengan kecepatan mendapat informasi dan analisis yang bisa diargumentasikan. Argumen dengan siapa? Dosen atau teman-teman diskusi pastinya. S...

Kaleidoskop 2013

Biar dianggap blogger gaul, mau bikin kaleidoskop ah setahun ini udah mengalami apa aja. Banyak seru, banyak temen baru, banyak rezeki, pokoknya alahamdulillah banget tahun ini. Meski jujur aktivitas yang dijalani bikin capek dan mikir luar biasa, tapi menyenangkan. Super duper menyenangkan. Makasih Allah yang udah memberikan semua kebahagiaan ini. Semoga aku tidak lupa untuk berbagi kebahagiaan pada orang lain. Januari : Mulai masuk kuliah, pindah dan kembali ngekos di Bandung, ketemu temen-temen baru yang super duper kece, hebat, plus menyenangkan. Februari : Novel CoupL(ov)e terbit. Yeeaayy! Setelah 2 tahun proses yang butuh kesabaran. Minta cuti pacaran (bisaaaa ya pacaran cuti??) Maret : Berangkat umrah sama keluarga. Jujur, Rhein bukan anak yang solehah banget dan perjalanan spiritual ini memberikan feedback pengen balik lagi karena merasa ibadah nggak maksimal. Novel Jadian 6 Bulan diterbitkan ulang setelah 8 tahun lalu terbit dan masih banyak yang n...