Cafe Management, Class Field Trip, & Business Woman

Posting cepat sajalah ya ini. Laptop masih rusak dan entah kenapa modem tidak bisa dipakai. Kesulitan akses dunia maya padahal banyak yang pengen ditulis di blog.

Dua hari kemarin menyenangkan! :D Hari Rabu, Rhein dan beberapa teman latihan mengelola sebuah kafe milik pebisnis yang menjadi mentor kami di kampus (namanya Ibu Cilik Ari). Ceritanya dari sekelompok anak ini ada yang jadi manajer kafe, bagian dapur, kasir, waitress, dll. Yang datang ke kafe buaaannyaaaakk.. Kebetulan ada acara ulang tahun, latihan dansa, dan nyanyi. Rhein kebagian jadi waitress dan kasir. Ternyata ya... ngelola kafe yang cuma sehari doang itu, ngga gampang!

Contohnya adalah alur: 
Pengunjung panggil Rhein > pesan menu > Rhein menjelaskan detail menu kalau ada yang bertanya > pesanan lengkap > serahkan ke kepala bagian dapur > makanan diracik > makanan keluar diantar waitress (pegawai kafe asli karena takut tumpah kalau Rhein yang anter) > waitress tanya ke Rhein siapa yang pesan menu ini dan itu, ada di meja mana > Rhein LUPA!! 
Sumpah, itu lupa bukan disengaja. Karena pengunjung banyaaaaakkk.... dan mereka nggak cuma pesan satu menu per orang, belum lagi kalau nambah, apalagi karena ada yang ulang tahun, para pengunjung saling kenal dan sering pindah-pindah meja untuk ngobrol sama teman-temannya. Terus harus itung total harga menu, bikin bill, de-el-el... #JRENG!

Tapi seru.. :D

MBA CCE 48 ITB at Chilli Kafe


=================================================================
Cerita kedua

Kamis, 6 Maret 2014, kelas CCE 48 mengadakan field trip ke lokasi bisnis milik para mentor kami. Ada dua lokasi yang dikunjungi yaitu J&C cookies dan Shafira. Dua bisnis ini sudah dikelola secara profesional dan kece badai! 

J&C berawal dari Ibu Diah yang hobi membuat kue di rumah, sambil santai dan nonton TV. Tapi, lima belas tahun kemudian..... J&C masih memproduksi kue-kue untuk cemilan terutama saat Lebaran dan semuanya handmade. Iya, macam ibu-ibu kita di rumah aja kalau mau bikin kue lebaran. Kerennya, produksi 6 bulan sebelum Idul Fitri bahkan memerlukan pegawai lebih dari 1,000 orang! Men, gimana coba mengelola orang sebanyak itu?? Salutnya lagi, semua pegawai J&C ini berasal dari masyarakat sekitar Bojongkoneng, tempat dimana keluarga Ibu Diah tinggal. Mereka membuka lapangan kerja, memberdayakan, dan memberi penghidupan untuk masyarakat. Terharu...

Waktu Rhein tanya ke Ibu pemilik J&C ini kenapa nggak pakai industri mesin karena dari segi operasional bisa lebih cepat, bentuk kue ada standarisasi kualitas, low cost, dll. Kemudian si Ibu yang cantik dari hati (beneran!) ini menjawab lembut,
"Kalau mesin mah benda mati, Neng. Kalau banyak pegawai banyak yang doain."
#MAKSLEP

selain keliling pabrik juga dapat kue-kue gratis untuk icip-icip. Icip doang tapi sampai kenyang! :))


Selanjutnya adalah jalan-jalan ke Shafira Coorporation. Yang muslimah pasti udah tau sama brand busana muslim satu ini. Dan ternyata..ternyata..ternyata... ah, speechless lah! Bisnis yang hanya berawal dari Ibu Fenny Mustafa yang jualan baju di pameran tahun 1989 ini udah berkembang jadi tren fashion muslimah yang mendunia. Kami sekelas keliling melihat proses dari bagaimana desain, buat pola, pilih kain, gunting pola, jahit, tempel payet atau bordir, bikin dummy, jahit massal, quality kontrol (kotor, salah jahit, salah ukuran, dsb), sampai bagaimana diversifikasi bisnis dan pemilihan segmen pasar sesuai desain dan kualitas baju.

Shafira ini udah masuk skala industri besar dan dikelola saaaannggaaattt profesional dengan peralatan mesin teknologi tinggi. Bahkan Shafira ini yang menjadi sponsor utama saat Indonesia Fashion Week 2014 lalu. Ah keren lah pokoknya...

pulang dari Shafira semua dapet goodie bag. Acik..acik..
Ikut semua aktivitas kelas ini bener-bener menginspirasi. Semua berawal dari bisnis kecil-kecilan, sabar, tekun, daya tahan fisik-mental yang ngga main-main, cerdas melihat peluang, sampai akhirnya dikelola menggunakan tenaga profesional. Yang salut lagi, semua pebisnis yang kami kunjungi ini ibu-ibu. Beliau-beliau ini cantik, lembut, santun, rendah hati, dan sama seperti naluri semua ibu, sangat "memberi", terutama ilmu dan pengalaman mereka pada kami. 

Love is real, real is love. -John Lennon-

Comments

Retno said…
keren bangettt ibu-ibu itu. salut deh! ^_^

Popular posts from this blog

Untuk Kamu-Kamu yang Tidak Pintar

Tips Belajar IELTS (yang ngga berhasil-berhasil amat)

Giveaway & Talkshow with Nulisbuku Club