Langsung ke konten utama

#AskRhein: Malas, Buntu, & Diksi

Tulisan tips menulis lanjutan dari #AskRhein kali ini berasal dari:
@JennyThaliaF @rheinfathia menghindari rasa malas :" untung sih skrg udh jarang kena writer's block :3 cuma ya malesnya itu...
@Dika_Annisa1 @rheinfathia kehabisan ide karena mungkin sebelumnya kurang dipikirkan dengan matang. Bgmn menemukan kata-kata yang pas

Untuk yang belum baca tulisan #AskRhein sebelumnya, silakan klik di sini ya.. 

First, selamat udah jarang kena writer's block. Ada yang bilang justru writer's block itu sebenarnya bukan 'penyakit' penulis, sih.. Karena yang udah jadi penulis pasti bisa mengolah ide sesederhana apa pun jadi tulisan. Tapi kalau malas... Nah, ini sih emang penyakit semua profesi. Hahaha.. Apakah Rhein pernah malas dalam menulis? Sering lah.. Alasan pembenarannya sih sibuk sama kuliah dan tugas-tugas, tapi yah, alasssyyyaaaann...

Urusan malas ini ngga ada jawaban atau tips pasti, tiap penulis punya cara sendiri-sendiri dalam mengatasi. Ada yang stop nulis total dan pergi jalan-jalan, ada yang cukup tidur atau denger musik kesukaan untuk mengembalikan mood, ada yang baca-baca buku setipe dengan tulisannya untuk cari referensi. Kalau Rhein sendiri ada beberapa hal yang dilakukan: 
  1. Jalan-jalan ke toko buku dan liat buku-buku temen penulis lain yang udah terbit. Pasti muncul perasaan, duh kapan buku gw terpampang lagi di sini? Beneran deh, sekali pernah nerbitin buku, ada rasa rindu atau candu untuk bisa liat karya kita nampang lagi di toko buku.
  2. Baca buku referensi yang sejenis sama tulisan yang lagi digarap. Misal lagi nulis romance, ya banyak-banyak baca buku romance. Lama-lama suka muncul keinginan untuk cepet-cepet beresin naskah yang lagi dikerjakan.
  3. Upload sebagian naskah di blog atau wattpad dan sebarin ke socmed supaya banyak yang yang baca. Bagi Rhein, komentar pembaca itu supporter paling kuat untuk menghilangkan malas. Apalagi kalau yang nagih-nagih pengen baca lanjutannya xD
  4. Untuk yang pernah nerbitin buku dan punya editor, sesungguhnya tagihan editor ibarat dementor yang menyerap kemalasan. Hahaha..

Second, untuk masalah kehabisan ide ini mungkin maksudnya pas nulis sampe tengah jalan ya? Tips yang Rhein kasih sejak dulu selalu sama, BUAT AKHIR ceritanya dulu, perjelas konflik dan plot. Ibarat jalan-jalan, kita tahu tujuan mau ke mana. Jadi, mau naik becak, pesawat, kereta, tetap ada tujuan pasti. Ide mentok di tengah jalan ini bisa disiasati dengan banyak membaca karena ide sesederhana apa pun bisa dieksekusi menjadi tulisan yang menarik! Untuk problematika ini, buku terutama buku-buku non-fiksi. Yes, tidak ada penulis berkualitas yang malas membaca. Informasi dari buku-buku non-fiksi ini bisa kita masuk-masukan sebagai side-story hingga tulisan jadi lebih fresh. Asupan ilmu sangat penting bagi penulis, salah satunya adalah membaca tulisan non-fiksi. Luaskan wasasan.

Third, bagaimana dengan kata-kata yang pas? Bahasa kerennya: diksi. Sini Rhein kasih sesuatu.

buku bank kata
Yep, buatlah bank kata! Sebagai penulis, tentu memiliki cara membaca yang berbeda dengan pembaca biasa. Kalau lagi baca buku, Rhein selalu siapkan post-it, pensil, dan buku bank kata. Kalau ada cara penyampaian deskripsi, dialog, atau istilah yang menarik di buku yang lagi di baca, Rhein tempel post-it di paragraf tersebut. Kalau ada kosakata baru atau yang jarang Rhein gunakan dalam bahasa sehari-hari, ditulis di buku bank kata. Dengan cara seperti ini, referensi diksi dan cara penyampaian dalam tulisan akan lebih kaya dan nggak monoton. Buka-buka lagi buku bank data itu saat kita menulis, aplikasikan dalam tulisan kita.

Sekian tulisan #AskRhein dalam writing tips kali ini... Tunggu episode selanjutnya... ;) #wink


Love is real, real is love. -John Lennon-

Komentar

Anonim mengatakan…
solusi bagus buat yang lagi ngalami writer's block kaya aku ini,
makasih banyak kak :)

Postingan populer dari blog ini

Untuk Kamu-Kamu yang Tidak Pintar

Zaman saya SMP sempat nge-tren adanya award semacam cewek tercantik, cowok terganteng, cewek tergaul, cowok terramah, dsb. Saat itu saya juga menang award, lho... jadi cewek ter-lemot alias lemah otak alias tulalit alias loading lama. Hahaha.. Dan emang bener sih, kala itu (sampai sekarang, meski nggak separah dulu) saya sering merespon sesuatu hal baru dengan kata pamungkas, “Hah? Hah?” dengan tampang boloho :))
Dari kecil saya nggak terlalu suka belajar akademis, apalagi di kelas. Lebih suka baca komik, majalah, novel, main, mengkhayal, jalan-jalan, atau membuat prakarya. Ibu juga bilang kalau saya bukan anak yang pintar, pun sampai sekarang punya kelemahan susah fokus saat di keramaian. Tapiiii... tapiii.. saat SD selalu ranking 3 besar, masuk SMP & SMA favorit dan mendapat peringkat 10 besar, lulus kuliah dari UI. Sombong kamu, Rhein! Itu namanya pintar!
No! Trust me, I’m not that smart dan kadang bingung kenapa bisa mencapai hal-hal yang mungkin termasuk wow untuk sebagian or…

Trip to Vietnam: Hanoi-Ha Long Bay

Sebenarnya perjalanan ini saya lakukan Oktober 2017 lalu, namun apa daya baru sempat ditulis sekarang. Kemudian kali ini juga kunjungan saya ke Vietnam yang kedua, yang  pertama tahun 2015 dan malah tidak saya tulis di blog. Semua karena apa? Tentu karena malas. Hahaha..

Berbekal izin libur dari kantor dan tiket yang nggak murah-murah amat, saya dan adik bertolak ke Vietnam, sempat transit dan bermalam di KLIA2 untuk flight pagi menuju Hanoi. Berhubung kali ini merupakan perjalanan singkat (maklum buruh), otomatis saya nggak bisa go-show ujug-ujug menclok di suatu negara baru dan berpikir mau ngapain aja seperti biasanya. Saya sudah booking hostel dorm (hanya $5! I love Vietnam! Cheap!) dan tujuan saya kali ini jelas: Bermalam di kapal pesiar di Ha Long Bay. Duh, buruh satu ini emang loba gaya pisan. 
Hari ke 1
Dari bandara Hanoi kami naik bis umum dengan waktu perjalanan kurang lebih 30 menit ke daerah Old Quarter atau Hoan Kiem District. Sebenarnya di bandara banyak yang menawarkan …

Giveaway & Talkshow with Nulisbuku Club

Alhamdulillah, hari pertama di bulan Ramadhan ini Rhein bisa bagi-bagi GIVEAWAY lagi. Hore! Udah pada tahu kan, Rhein menerbitkan novel lagi dan di bulan Ramadhan ini insyAllah sudah beredar di toko buku, termasuk di beberapa toko buku online. Bagi yang mau tahu behind the scene pembuatan novel yang di re-cover dan re-publish ini, bisa baca curhatan Rhein di sini.
Untuk ikutan GIVEAWAY, gampang banget! Ini caranya:
Follow twitter @rheinfathia dan Like Fan Page Rhein FathiaTwitpic cover novel "Jalan Menuju Cinta-Mu" dan mention 2 temanmu untuk ikutan. Kalimatnya: "Ikutan GIVEAWAY #JalanMenujuCintaMu novel @rheinfathia yuk, @[nama teman1] @[nama teman2] Info www.rheinfathia.com" Boleh nge-twit berkali-kali dan ajak teman sebanyak mungkin :). Contoh:
Nggak punya twitter? Bisa upload foto cover novel "Jalan Menuju Cinta-Mu" di Facebook kamu, sertakan link www.rheinfathia.com, dan tag temanmu. Posting link fotonya ke Fan Page Facebook Rhein FathiaJawab pertany…