Posts

Backpacker: Lombok (Praya-Mataram-Senggigi)

Image
Horeee... Akhirnya Rhein pulang setelah satu minggu melakukan perjalanan Bali-Lombok. Acara ke Bali tentunya merupakan hadiah dari Penerbit Mizan atas kemenangan novel Seven Days . Rhein dapet wisata literer untuk datang ke acara Ubud Writers Readers Festival. Untuk acara kepenulisan itu, Rhein share nanti dulu, ya... Soalnya harus buka-buka catatan lagi. Hehehe.. Ini cerita lanjutan waktu solo backpacker ke Lombok dan Gili Trawangan. Apa? Solo? Yap! Gw backpackeran sendirian, cyyyynnn... Day 1: Minggu, 7 Oktober 2012 Perjalanan dari Bali menuju Lombok menggunakan Wings Air dalam waktu sekitar setengah jam. Cuaca sore hari cerah, menyenangkan, meski ada beberapa penumpang yang bikin sebal karena saat pesawat akan landing, mereka sudah teleponan dan BBMan (DOH!). Are they stupid or what?? Sampai di Bandar Udara Internasional Lombok Praya , lagi-lagi Rhein dikejutkan oleh banyaknya orang yang menonton di luar bandara. Nonton apaan, sih? Nggak tahu, ya... Ya nonton pesawat ...

Menulis vs Menerbitkan Tulisan

Image
Rhein lagi pengen nulis agak serius. Sehubungan dengan banyak banget penulis-penulis (pemula) yang sering tanya tentang bagaimana cara menerbitkan karya, gimana supaya tulisan tembus penerbit, minta diajarin nulis novel, de-el-el, Rhein mau share sedikit tentang dunia tulisan dan penerbitan. Meluruskan sedikit kesalahpahaman yang sering dialami oleh penulis (pemula) akan dunia penerbitan buku. Di sini, Rhein mau bilang bahwa: Menulis dan menerbitkan karya adalah dua hal yang berbeda Camkan itu. Dalam topik ini, penulis yang gw sasar adalah penulis pemula yang karyanya belum melanglangbuana secara luas dan penerbit yang dimaksud adalah penerbit major (bukan self publishing). Menulis cerita, itu mudah. Tulis saja cerita keseharian dari bangun tidur sampai mau tidur lagi. Curhat. Jadilah sebuah cerita. Menulis cerita yang enak dibaca banyak orang, itu susah. Untuk sampai pada tahap ini, seorang penulis membutuhkan referensi, banyak membaca, riset mendalam, dan waktu. Jam terbang, ...

Novel, ITB, dan @ Fam

Image
Mba Dyah (2nd winner) and Me, @ Penerbit Mizan Office Rhein sedang bokek *eeaa, blogger pamer kemiskinan* . Namun, dompet dan rekening yang mengenaskan ternyata tidak menyurutkan kebahagiaan yang ada. Benar uang bisa membeli kebahagiaan, tapi tanpa uang juga bisa tetep bahagia, kok. Karena Tuhan Maha Baik Hati yang bisa dengan mudah memberi dan mencabut rasa bahagia dalam setiap hati manusia. Minggu ini, Rhein lagi bahagia banget. Alhamdulillah... Nggak tahu lagi gimana caranya bersyukur dengan setiap momen bahagia ini. Meski lagi bokek *teteuupp*...     Novel & Mizan Kamis lalu, 27 Sept 2012, Rhein diundang oleh pihak Penerbit Mizan untuk datang ke kantornya yang di Bandung. Ngapain? Dalam rangka penyerahan hadiah lomba penulisan novel Qanita Romance kemarin itu, dong... Kan eike juara pertama ya, cyyynn.. *sombong abiiisss* . Terakhir kali Rhein main ke kantor Mizan ini duluuuu banget! Zaman SMA sama kuliah tingkat awal, deh. Makanya pas balik lagi ke Mizan, ...

Hari-Hari Pengangguran

Image
Is that fine? Yes, I'm happy Istilah kerennya pengacara. Pengangguran banyak acara. Nah, sebenarnya sih Rhein nggak termasuk seperti mereka karena nggak banyak acara. Cuma ya itu, pengangguran sok sibuk *ya samimawon kali, Rhein* . Selepas Lebaran kemarin, Rhein resmi hengkang dari status pegawai. Nggak ada lagi berangkat pagi pulang malem. Nggak ada lagi tidur di bis pas berangkat & pulang kerja. Nggak melewati macet di jam-jam padat kendaraan. Nggak ada lagi seharian duduk di kantor 8 jam di hadapan PC. Nggak ada lagi meja khusus buat gw kerja dengan setumpuk naskah yang harus gw edit. Nggak ada lagi celoteh temen-temen kantor yang biasa menemani. Is that fine? Yes of course. I'm happy... Awalnya, Rhein khawatir tidak menjadi pegawai akan bikin gw bosan dan kesepian karena lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Nyatanya? Tidak sodara-sodara. Kesibukan gw tidak berkurang. Gw jadi sering bolak-balik ke Bandung. Selain ngurusin si adek di sana, juga dalam rangka ...

Seven Days Won Qanita Romance Novel Competition

Image
Seperti yang pernah Rhein tulis di postingan Happines of June , di cerita terakhir Rhein bilang sedang nulis novel untuk ikut Lomba Penulisan Novel Qanita Romance . Judul novel yang dikirim, "Seven Days" . Sebelum heboh karena *sesuai judul* novel ini akhirnya menang, Rhein pengen cerita dulu gimana proses terbuatnya novel ini... Seven Days bercerita dengan latar belakang Bali. Mengapa? Karena saat Rhein mendapat info mengenai lomba itu tepat sepulang dari Bali. Jadi, munculah ide tentang novel berlatar perjalanan ke Bali. Tentang isi novelnya, nanti aja lah ya pada baca kalau novelnya udah terbit. Hahaha... Sebenarnya agak khawatir novel itu bakal selesai di tengah kesibukan kantor dan waktu yang sudah mepet deadline, untunglah deadline diperpanjang. Thanks, Mizan :). Proses pembuatan novel ini tepat satu bulan. Dengan spesifikasi naskah sejumlah 111 halaman, riset dari berbagai sumber dan kawan yang di Bali, plus ingatan Rhein yang masih segar mengenai Bali tentunya...

Idul Fitri 1433 H

Image
Keluarga -sangat- Besar   Masih dalam suasana bulan Syawal, Rhein mau mengucapkan: Selamat Idul Fitri 1433 H. Mohon Maaf Lahir Batin Apa kabar nih semua? Gimana puasanya? Mudiknya? Silaturahminya? Lebarannya? Oleh-olehnya mana? Hehehe.. :D   Buat Rhein pribadi, akhir Agustus ini memberikan kesan yang campur aduk antara senang, sedih, syok, kaget, dan bingung ( aduh lu rempong banget sih, Rhein! ). Lebaran lalu Rhein sekeluarga shalat Ied di masjid dekat rumah, seperti tahun-tahun sebelumnya. Lepas shalat, pastinya maaf-maafan sekeluarga, makan-makan, terima tamu-tamu, ngobrol sama pacar dan Ibu Camer yang ada di Semarang, dan prepare untuk ke rumah nenek di daerah Purwakarta. Semuanya, menyenangkan! Perjalanan ke rumah nenek juga lancar. Sampai di suatu sore, pacar ngasih kabar singkat kalau Ibu Camer masuk rumah sakit dan pacar minta Rhein untuk nggak tanya2 apapun karena dia lagi hectic merawat ibunya. Rhein pun mengiyakan, sedikit deg-degan,...

Resign Story

Image
Assalamu'alaikum semua... Ah elu Rhein, mentang-mentang lagi bulan Ramadhan jadi nyapa pake Assalamu'alaikum. Plak! Baiklah, jadi gimana puasanya? Yang cewek udah bolong berapa? Udah ngaji berapa juz? Dapet jadwal buka puasa bersama berapa kali? Udah dapet THR? Jangan lupa zakat yaaaa... :) Terus, kalau Rhein sendiri gimana? Ah, nggak usah curhat di sini nanti disangka sombong... Hahaha... Sebenarnya, nulis postingan ini dalam rangka update blog aja... :D Rhein sedang tidak dalam rangka backpacking jadi belum ada cerita jalan-jalan yang terbaru.. Ya iyalah, bulan puasa mau naik gunung atau nyelam di laut? Batal dong, cyyynn... Apalagi setelah bulan Ramadhan ini bakal semakin kencangkan ikat pinggang dan hemat abis karena Rhein sudah mengajukan resign. Apa, Rhein? Lu resign lagi? Betol, sodara-sodara... Pengajuan Resign sudah sejak awal bulan. Alasan utama, jelas karena mau sekolah lagi. Dari dulu, Rhein memang tidak pernah berniat membangung karir di dunia kantor, si...