Posts

Akhirnya...

Akhirnya, Alhamdulillah orang tua ku sudah pulang dari serangkaian ibadah haji. Pulang setelah 40 harian meninggalkan anak-anaknya. Pulang dengan sehat dan selamat... Love u Pak, Bu... Akhirnya, si adek dari bandung pun ikutan cepat-cepat pulang karena takut kehabisan oleh-oleh dari tanah Arab sana. Hahaha... Dan semua keluarga berkumpul lengkap kap setelah sekian lama.. Akhirnya, kuliahku selesai sudah. Semoga benar-benar menjadi hari terakhir aku kuliah, dan semester depan tinggal mengerjakan skripsi. Ibu sudah nggak sabar pengen lihat aku dandan pas wisuda. *Aduh bu, ga dandan juga udah cantik gini kok :p Akhirnya, aku bisa menikmati long weekend bersama keluarga... Alhamdulillah... Love is real, real is love. -John Lennon-

si Tokek

Di rumah gw, ada banyak banget tokek. Tau tokek kan? Itu loh cicak raksasa. Entah sejak kapan keberadaan tokek ini jadi fenomena (jiah.. ni bahasa) tersendiri di rumah gw. Dari suaranya "tokek..tokek...tokek..." yang biasa dijadikan bahan tebak-tebakan seperti: tokek ( Rhein cantik ).. tokek ( Rhein manis )... tokek ( Rhein pinter ). Ataupun jadi bahan taruhan apakah pertandingan softball adek gw bakal menang atau kalah. Tokek ( menang )... tokek ( kalah )... tokek ( menang )... Dan jangan salah, keberhasilan gw masuk SPMB dulu pun terinspirasi dari tokek ini. Weitz, berarti ni tokek udah lama juga ya di rumah gw. Secara gw kuliah udah 4 tahun lebih. Hahaha... Bentuk dan warna tokek di rumah gw pun berbagai macam. Ada yang kulit dasarnya putih pucat dengan bintik-bintik warna merah, kuning, hijau (lampu lalu lintas kalee), atau pun warna kombinasi. Bapak yang paling suka sama tokek warna-warni ini. Artistik menurut beliau. Tapi ada juga yang warnanya gelap. Tokek pali...

Idul Adha dan Home Alone

Well, tidak sepenuhnya Home Alone memang. Masih ada 2 adik, 2 pembantu, 1 paman, dan 4 pegawai perusahaan tiap harinya. Ramai sekali bukan rumah Rhein? Semua berawal dari Bapak Ibu yang akan berangkat menunaikan ibadah Haji. Segala persiapan mulai dari daftar ini itu, belanja segala macam, undangan pengajian-pengajian, silaturahmi dan maaf-maafan, sampai packing koper yang isinya segala macam makanan udah kayak mau mengungsi ke Kutub Utara. Ditambah banyak banget yang nitip 'n minta macem-macem ke bapak ibu. Mulai dari nitip doa, kerudung, mukena, sampai emas. OMG... Kami (putra-putrinya) minta apa? Kami cuma minta bapak ibu sampai ke rumah lagi selamat dan sehat! Aamiin.. Lalu, dimulai lah hari tanpa kedua orang tua tercinta. Awalnya, semua berjalan tampak lancar. Meski Rhein agak-agak njelimet tiap kali memeriksa dan mengontrol perusahaan. Bolak-balik Depok-Bogor, kuliah sampai malem, tugas-tugas, TA yang cuma tersentuh seujung kuku, dan belanja (upzz...). Awalnya, bisa foya-foya...

5 (five)!

5 things I desperately want to do: 1. Pacaran 2. Naik gunung, liat sunrise 3. Backpacking 4. Belanja 5. Karaoke-an Semua dilakukan sampe mampus! Love is real, real is love. -John Lennon-

Unstable Feeling

Nowadays, I'm not in a good mood. Tiba-tiba napsu belanja meningkat, apa-apa pengen dibeli. Untunglah gw lagi bokek jadinya napsu itu sedikit tertahan * sedikit doang *. Gw jadi lebih sensitif, omongan orang nggak enak dikit, jadi dipikirin banget-banget, diambil pusing. Bikin capek otak yang udah capek. Hobi ngemil muncul kembali, untunglah berat badan nggak naik. Muncul rasa nggak suka pada sikap beberapa teman. Bukan benci, bukan... Hanya nggak suka. Annoying... Huff... Tugas...oh.. Tugas... Dan akhirnya lari ke kopi.. Ooohh.. I really love black coffee... SIM SALABIM! TA GW SELESAI!! ( nggak terkabul ) Love is real, real is love. -John Lennon-

Rindu pada Bintang

Kali ini Rhein bukan bicara tentang rindu pada si pacar, ya... Humm...Semalam baru pulang dari acara Astronomi di SMANSA, almamater tercinta. Malam minggu, astronom biasa mangkal dunk, ya. Mencari sepiring emas dan semangkuk berlian gitu * ngelantur *. Back to topic, dan pagi ini, Rhein kembali merasa rindu. Rindu pada komunitas Astronomi yang Rhein miliki. Yang biasa Rhein kunjungi ketika rasa lelah dan penat mendera. yang Rhein jadikan tempat pelarian dan mengadu saat bosan dan suntuk melanda. Menggila dengan diskusi-diskusi hangat tentang langit, bepergian dan menclok kesana kemari mencari spot yang langitnya bersih serta indah. Aaahh... Bintang... Dipikir-pikir, sudah berapa lama ya Rhein tidak melakukan kegiatan itu? Cukup lama sepertinya. Kalau ditanya alasan, jawabannya adalah klasik: sibuk di kampus. Fiuuhh... Sibuk ngapain? Ya sibuk kuliah. Jadwal kuliah yang bisa sampai jam 7 malam baru pulang, tugas, dan saat wiken, rasanya pengen tidur seharian di rumah daripada ke planetar...

Sembunyi

Ini adalah tulisan pengisi waktu luang ketika jadwal kuliah Teori Medan Klasik sedang kosong. Ah, saya kecewa.... * o-ow benarkah?? * Akhir-akhir ini, entah kenapa penyakit atau syndrome sakit jiwa yang saya derita sedang kambuh. Ups, sakit jiwa gila begitu? Well, yah... tiba-tiba jadi sering sensitif, punya pikiran aneh-aneh, asyik dengan dunia imaji sendiri, membentuk suasana-suasana yang tadinya simpel menjadi ribet, dan tiba-tiba merasa dunia nyata yang begitu banyak tanggung jawab terlewat begitu saja. Efeknya? Saya masuk angin! Aiiihh.. Nggak nyambung ya? Pokoknya ni perut mual-mual dan mules nggak jelas. Kondisi pada sekitar, menyebabkan saya lebih sering pasang tampang "flat". Senyum tidak, jutek sedikit. Agak-agak nggak fokus dengan apa yang orang bicarakan. Lalu, saya kembali lebih suka menyendiri. Sembunyi. Kosan begitu nyaman untuk jadi tempat ' gluntungan ', tempat cozy saat bermain dengan imaji sendiri. Saya menikmati... Aaahhh... Mungkin ini efek terlal...