Langsung ke konten utama

Surabaya-Madura

Ini beberapa foto waktu gw backpacking ke Surabaya pas zaman Mahasiswa. Udah setahun yang lalu, lebih malah. Gw datang ke Surabaya hanya dengan satu orang kenalan, Nona Deasy nan cantik, dan itu pun cuma kenalan via internet! Hahaha... Dan ga disangka, kami malah jadi best friend sampai sekarang.

I miss backpacking. And you miss this city right, nona Deasy? :D


pict: dokumen pribadi


Love is real, real is love. -John Lennon-

Komentar

achie mengatakan…
seru ya.. gmn caranya itu backpacking kesna?? biayanya?? rinciin dong hehehe
nonadeasy mengatakan…
i miss youuuu too cup cup muuach!! makasih ya sayang, that's an honour for me :) huaaa gak nyangka juga bs jadi best friend smp sekarang^^syrt
addiehf mengatakan…
jadi kapan dong backpacking ke kuningan (evil_grin)
nonadita mengatakan…
Kayaknya seru banget :D

Itu bikin scrapbooknya pake software/situs apa? Bagus..
rhein fathia mengatakan…
@achie:
hahaha.. I will post about that someday.. detail2nya juga.. :D

@nonadeasy:
I miss u too, dear... kita masih punya janji tour Bromo-Jakarta-Bosscha.. hahaha..

@addiehf:
kuningan mana nih? Jakarta? itu mah bukan backpacking.. haha.. aku pernah kok ke sana..

@nonadita:
Iyuuppzz.. :) Aku pake smilebox. Nanti deh di post scrapbook selanjutnya aku jelasin.. :D
TUKANG CoLoNG mengatakan…
dulu mahasiswa sekarang apa?
All About Jogja Semarang mengatakan…
kunjungan balasan dari ane..
Waah pengen ke madura..
blm pernah kesono
rhein fathia mengatakan…
@Tukang Colong:
Sekarang jadi Kuli Jakarta, cuy..

@Jog-Sem:
hahaha.. ayok dunk ksana... seru lo..
Reza Saputra mengatakan…
enak nih, udah punya bakpack tapi belum pernah backpacking nih kak...
ndutyke mengatakan…
di Mac udah ada software buat scrapbooking. bs skalian ama lagunya jugak, hehehe... anyway basweyyy... saya arek suroboyo lohhh :D

tp blm pernah ke suramadu, hihi...

padahal ya gak terlalu jauh dari rumah.

Postingan populer dari blog ini

Untuk Kamu-Kamu yang Tidak Pintar

Zaman saya SMP sempat nge-tren adanya award semacam cewek tercantik, cowok terganteng, cewek tergaul, cowok terramah, dsb. Saat itu saya juga menang award, lho... jadi cewek ter-lemot alias lemah otak alias tulalit alias loading lama. Hahaha.. Dan emang bener sih, kala itu (sampai sekarang, meski nggak separah dulu) saya sering merespon sesuatu hal baru dengan kata pamungkas, “Hah? Hah?” dengan tampang boloho :))
Dari kecil saya nggak terlalu suka belajar akademis, apalagi di kelas. Lebih suka baca komik, majalah, novel, main, mengkhayal, jalan-jalan, atau membuat prakarya. Ibu juga bilang kalau saya bukan anak yang pintar, pun sampai sekarang punya kelemahan susah fokus saat di keramaian. Tapiiii... tapiii.. saat SD selalu ranking 3 besar, masuk SMP & SMA favorit dan mendapat peringkat 10 besar, lulus kuliah dari UI. Sombong kamu, Rhein! Itu namanya pintar!
No! Trust me, I’m not that smart dan kadang bingung kenapa bisa mencapai hal-hal yang mungkin termasuk wow untuk sebagian or…

Backpacker Thailand Trip (part 1): Jakarta-Bangkok

Sawaddi Kha...
Ayey! Rhein baru pulang dari Thailand dengan hati senang.. :D Hmm.. cerita mulai dari mana dulu ya? Persiapan dulu kali ya. Oke deh.
Persiapan Backpacker murah meriah. Selain sama keluarga atau dapat fasilitas dari instansi tertentu, Rhein selalu jalan-jalan ala backpacker. Why? Selain murah juga karena males geret-geret koper. Hahaha... Rencana backpacking ke Thailand ini berawal dari adanya tiket promo Air Asia & Lion Air sekitar 5 bulan lalu yang membuat Rhein berhasil mendapat tiket Jakarta-Bangkok PP seharga 700 ribu rupiah sajah! Yes, murah!
Menjelang sekitar 1-2 minggu keberangkatan, baru deh mulai cari info detail tentang segala hal menarik di Thailand. Dari worskhop Seasoned Traveler waktu di UWRF, dikasih tahu kalau persiapan sebelum traveling (apalagi bagi penulis) itu sangat penting supaya nggak blank banget saat di lokasi. Sehingga saat sampai di tujuan, kita nggak lagi bingung mau ngapain atau ke mana, tapi bisa lebih fokus menerima hal-hal detail yang …

Yang Berbeda: Orientasi Seksual dan Ras

Suatu kali di kelab malam, lantai dansa selalu menjadi tujuan utama saya untuk bergoyang. Lampu gemerlap, musik berdentam, dan di antara kerumunan saya melihat seorang perempuan rupawan dengan rambut indah panjang. Ia mengerling, mata kami bertemu. Tanpa ragu, gadis itu menarik saya untuk menari berpasangan. Beberapa pria melihat kami begitu asyik dan tertarik untuk mendekat, perempuan itu dengan setengah malas menghalau tak berminat. Seiring musik menghentak, kami berdansa makin semangat. Kami tertawa, saling sentuh menggoda, sesekali gadis cantik itu memeluk saya, tangannya serta merta meraba pinggul dan paha. Dengan alasan berpose selfie, pipi dan bibir saya pun diciumnya. Sampai ketika jemarinya berkelana ke bagian intim, saya merengkuh kedua pipinya dan berkata, "I'll go buy drinks. Okay?" 
Melanjutkan postingan sebelumnya, Australia tidak hanya menyuguhkan cerita tentang perbedaan agama. Kali ini saya akan bercerita tentang perbedaan lain yang jarang ditemui selama…