Langsung ke konten utama

So, It's Life! Just Enjoy...

Sejak awal kuliah, saya mulai belajar bahwa tidak semua hal yang saya ingin bisa langsung saya dapatkan. Saya pengen masuk Astronomi ITB, dapatnya Fisika UI. Saya pengen dapat IP 3 koma sekian, malah ketiban IP 1 koma sekian (buka aib pernah nasakom ;p). Saya pengen ikut banyak organisasi untuk menimba pengalaman, malah jadinya keseringan nongkrong di lab. Saya pengen jadi mahasiswa kaya, yang ada malah miskin tabungan melulu.

Tapi saya teringat perkataan seseorang, "Mungkin jalan-mu tidak mulus dan cepat sampai tujuan seperti lewat jalan tol. Melainkan harus berputar, berkelok, dan terjal. Selama kamu tetap teguh, pasti akan sampai ke tujuan."

Dan beruntunglah saya punya sifat ngotot. Ibu yang paling tahu saya punya sifat "Pokoknya harus dapet sekarang!". Tujuan-tujuan saya semasa kuliah itu Alhamdulillah bisa saya dapat. Saya bisa mengerjakan tugas akhir di Astronomi ITB dengan rekomendasi Fisika UI. Hei, cita-cita saya ngamat di Teleskop Zeiss Bosscha itu tercapai loh! Saya juga berhasil lulus dengan IPK 3 koma sekian (bayangkan gimana naikinnya dari 1 koma sekian). Meski saya hanya dapat sedikit pengalaman organisasi, tapi nongkrong di Lab mendengarkan cerita para Dosen hebat itu sangat memberikan saya inspirasi. Tentang mahasiswa miskin tabungan, itu terbayar dengan pengalaman saya pergi backpacking yang menghabiskan banyak ongkos.

See? Saya tetap mendapatkan apa yang saya mau dengan "tambahan lain" yaitu belajar bekerja keras, belajar sabar, belajar ikhlas.

Sekarang pun, saya pengennya bisa pergi backpacking mencari banyak ide dan pengalaman. Lalu saya pengen menuangkannya dalam tulisan dan kembali menerbitkan novel. Saya juga masih pengen pergi sekolah ke luar negeri seperti sahabat-sahabat saya di Lab. Saya pengen membuka bisnis sendiri dan menjalin relasi dengan banyak pebisnis lain. Saya juga pengennya bisa ketemu si pacar kapan pun saya mau. Tapi lagi-lagi hello... Saya tiap hari masih melakukan aktivitas yang sama. Melalui jalan yang sama, menikmati macetnya Jakarta yang sama, datang ke kantor yang sama, nongkrong di cubicle yang sama, dan si pacar masih jauh saja. Monoton? Jelas! Dan jelas-jelas sejak kecil saya ini pembosan yang sangat menghindari hal-hal monoton.

But still, as long as I keep my dream.. And its life! There's nothing to do except enjoy the way you live..

Life is all about lessons.
You live, you learn. You love, you learn. You laugh, you learn. You cry, you learn. You lose, you learn.


Love is real, real is love. -John Lennon-

Komentar

achie mengatakan…
setujuuuuuuu..

something in life just plain simple and easy, but my life doesn't

so just enjoy it and make your day brighter as usual ^ _ ^
rhein fathia mengatakan…
@achie:
setuju ya, chie... Jakarta macet, panas nikmatin aja ya.. Dan semoga gaji tambah gede,,, *lhoh??* Hahaha...
Bukanbudianduk mengatakan…
enjoy the way you live.

Ni kalimat bakal susah diwujudin kalo kita masih ngerasa terlalu yakin dgn apa yang kita pengenin en lupa ada Dia yang paling tahu apa yg kita butuhin.

That's why we need a power balance. Drive both of ambition & introspection to the same direction.
achie mengatakan…
iyaaaa.. tepat sekali.. amiennnnnnn hihihihi

Postingan populer dari blog ini

Untuk Kamu-Kamu yang Tidak Pintar

Zaman saya SMP sempat nge-tren adanya award semacam cewek tercantik, cowok terganteng, cewek tergaul, cowok terramah, dsb. Saat itu saya juga menang award, lho... jadi cewek ter-lemot alias lemah otak alias tulalit alias loading lama. Hahaha.. Dan emang bener sih, kala itu (sampai sekarang, meski nggak separah dulu) saya sering merespon sesuatu hal baru dengan kata pamungkas, “Hah? Hah?” dengan tampang boloho :))
Dari kecil saya nggak terlalu suka belajar akademis, apalagi di kelas. Lebih suka baca komik, majalah, novel, main, mengkhayal, jalan-jalan, atau membuat prakarya. Ibu juga bilang kalau saya bukan anak yang pintar, pun sampai sekarang punya kelemahan susah fokus saat di keramaian. Tapiiii... tapiii.. saat SD selalu ranking 3 besar, masuk SMP & SMA favorit dan mendapat peringkat 10 besar, lulus kuliah dari UI. Sombong kamu, Rhein! Itu namanya pintar!
No! Trust me, I’m not that smart dan kadang bingung kenapa bisa mencapai hal-hal yang mungkin termasuk wow untuk sebagian or…

9 Things to Do for WHV Indonesia When Arrived in Australia

Sebenarnya saya udah lama ingin nulis ini, meski nggak sesibuk teman-teman WHV warrior lain, toh saya terkendala penyakit malas. As usual. Nah, berhubung sekarang lagi day off dan hawa-hawa di perpustakaan ini bikin pengen nulis, saya mau share beberapa hal yang perlu dilakukan saat awal hidup di Australia (Sydney, tepatnya) saat menjalani Work & Holiday Visa.
Beli Kartu Bukan kartu gaple ya. Saat mendarat di bandara Sydney, akan banyak ditemukan counter-counter provider ponsel. Saya milih kartu Vodafone, alasannya selain karena konon katanya menurut gosip sinyalnya paling kenceng, juga pada saat mau beli eh lagi ada diskon gitu, paket $50 cukup bayar $30. Nah, kartu sim di Australia ini agak sedikit berbeda dengan di Indonesia. Sistemnya paketan dengan harga berbeda. Misalnya, saya pakai paket $30 dengan masa berlaku 28 hari, gratis telpon & sms ke semua nomor Australia, paket internet 2 GB plus bonus, dan pulsa $30. Ini nggak pernah habis, lho. Karena saya seringnya pakai wi…

Backpacker Thailand Trip (part 1): Jakarta-Bangkok

Sawaddi Kha...
Ayey! Rhein baru pulang dari Thailand dengan hati senang.. :D Hmm.. cerita mulai dari mana dulu ya? Persiapan dulu kali ya. Oke deh.
Persiapan Backpacker murah meriah. Selain sama keluarga atau dapat fasilitas dari instansi tertentu, Rhein selalu jalan-jalan ala backpacker. Why? Selain murah juga karena males geret-geret koper. Hahaha... Rencana backpacking ke Thailand ini berawal dari adanya tiket promo Air Asia & Lion Air sekitar 5 bulan lalu yang membuat Rhein berhasil mendapat tiket Jakarta-Bangkok PP seharga 700 ribu rupiah sajah! Yes, murah!
Menjelang sekitar 1-2 minggu keberangkatan, baru deh mulai cari info detail tentang segala hal menarik di Thailand. Dari worskhop Seasoned Traveler waktu di UWRF, dikasih tahu kalau persiapan sebelum traveling (apalagi bagi penulis) itu sangat penting supaya nggak blank banget saat di lokasi. Sehingga saat sampai di tujuan, kita nggak lagi bingung mau ngapain atau ke mana, tapi bisa lebih fokus menerima hal-hal detail yang …