Dear, Honey...

Dear Honey,
Makasih, untuk kencan semalam. Makasih, karena akhirnya memilih untuk menemuiku dibanding menyendiri memikirkan masalahmu. Makasih, untuk kesedianmu berbagi cerita hidupmu. Dan makasih, karena bersedia menjadi pendengar yang baik untukku. I really love that quality time while we were together.

Ceritamu, ceritaku, cerita kita. Tentang cintamu, cintaku, cinta kita. Fiuuhh... Mengapa selalu dalam kondisi "It's Complicated" begitu yah. Belum lagi ditambah dengan kondisi sekitar yang seringkali malah memperkeruh suasana. Atau sebenarnya kondisi dalam diri kita sendiri? Benar seperti apa katamu, Tuhan sedang bercanda dengan kita.

Lagi-lagi tentang cinta, yang sepertinya tidak ada habisnya. Cinta memang membuat kita bodoh, tapi kita nggak sebodoh itu. Wanita cerdas menggunakan logika dalam mengungkap cintanya. Lagi-lagi tentang pria, yang kita tak bisa hidup tanpa atau dengannya. Seringkali kita mencintai pria yang salah, dan bodohnya, itu terjadi berkali-kali.

Kita belajar untuk mengurangi candu obat dan kopi itu juga ya, Honey.. Aku sayang kamu. Hidup ini terlalu indah jika hanya untuk mencari pelarian.

Special for my beloved lesbian partner.

Love is real, real is love. -John Lennon-

Comments

-=-IpanG-=- said…
"Special for my beloved LESBIAN partner"

lu sakit yah say..?? kwkwkwkw..
jatu purwastri said…
love u too dear...

hemh..menenagkan lah wlo cuma sesaat..
but,,i loves this sentence>>Kita belajar untuk mengurangi candu obat dan kopi itu juga ya, Honey.. Aku sayang kamu. Hidup ini terlalu indah jika hanya untuk mencari pelarian.


cupcupwawaw buat kamuuuu
Rhein Fathia said…
@Ipang:
Kan gw sakit ketularan lo... hahaha...

@(Tak Lagi) Hanya gadis biasa:
Cupcup muah buatmu juga, honey.. Always miss u...

Popular posts from this blog

Untuk Kamu-Kamu yang Tidak Pintar

Backpacker Thailand Trip (part 1): Jakarta-Bangkok

Mein Traumhaus!