Langsung ke konten utama

25!


Dear Mom & Daddy, I'm 25 now...
Even I'm not a kid anymore, not a toddler or teenager, but still will be your little daugther, little princess... :)

Pagi ini menyenangkan seperti biasa. Bedanya, saat akan berangkat ke kantor, Ibu mencium pipi dan memelukku erat. Mengucapkan selamat ulang tahun dan berdoa supaya aku cepat menikah *gubraaaakk*. Bapak pun turut serta mencium pipiku serta berdoa, "Semoga teteh selalu sabar dan semakin bijaksana dalam menghadapi semua ujian Allah", sembari mencium ubun-ubun. Ah, doa pagi dari orangtua selalu mengharukan, bukan?


Setelah mendapat selamat dan doa dari adik-adik, pacar, geng H. Ridhi, temen-temen plurk, facebook, rasanya sangat menyenangkan pagi hari yang didoakan banyak orang. Semoga doa yang kalian berikan mendapat balasan dari Allah SWT dengan balasan sebaik-baiknya. Aamiin...

So,  I'm 25 now.. Seperemat abad, mameeeenn!! Hahaha... Konon, wanita di usia gw ini sedang masa-masa rawan. Rawan mengejar karir, rawan ditanya "kapan nikah" melulu sama orang-orang, rawan bertanya-tanya dalam hati "apa yang udah gw berikan untuk orang tua?", rawan banyak hal deh pokoknya. Meski yang terpenting adalah gw tetep perawan *eh*.

Bicara tentang usia 25, gw selalu inget apa kata seorang sahabat, "Lu jangan sampe kena syndrome wanita usia 25, ya. Yang ujung-ujungnya 'siapa aja boleh'". Hahaha... Ngerti kan lah ya maksudnya... Apalagi kalau bukan kalang kabut urusan menggenapkan separuh agama. Jujur, gw belum akan melangkah ke jenjang itu *cium jauh ke pacar*. Gw masih pengen mandiri, hanya bergantung pada Allah dan keluarga. Gw pengen sekolah lagi, nulis novel yang banyak, backpacking ke segala tempat, belajar banyak hal. Dan gw ingin melakukan itu semua dengan bebas. 

Doa gw di hari spesial ini, semoga bapak ibu selalu sehat, bisnis makin lancar, perusahaan keluarga kami makin berkembang. Semoga Furky bisa semakin melejit karirnya sebagai atlet, main di kancah internasional, bertanding dengan idolanya Ueno, dan lulus kuliah tepat waktu *jangan mencontoh tetehnya*. Semoga Bani bisa lulus SNMPTN, kuliah di jurusan yang diimpikan, bikin perusahaan software house & web development sendiri, dan menjadi pria yang bijaksana & bertanggung jawab. Semoga si pacar makin sabar dengan semua ke-complicated-an saya dan dapet banyak pahala karena menghadapinya... :D

All in all, have a nice day! 


Love is real, real is love. -John Lennon-

Komentar

catatan burhan mengatakan…
1/4 Abad..
Kapan nikah kak?? :3
rhein fathia mengatakan…
@Burhan:
Tenang, nanti kamu diundang lah... :D

Pos populer dari blog ini

Backpacker Thailand Trip (part 1): Jakarta-Bangkok

Sawaddi Kha...
Ayey! Rhein baru pulang dari Thailand dengan hati senang.. :D Hmm.. cerita mulai dari mana dulu ya? Persiapan dulu kali ya. Oke deh.
Persiapan Backpacker murah meriah. Selain sama keluarga atau dapat fasilitas dari instansi tertentu, Rhein selalu jalan-jalan ala backpacker. Why? Selain murah juga karena males geret-geret koper. Hahaha... Rencana backpacking ke Thailand ini berawal dari adanya tiket promo Air Asia & Lion Air sekitar 5 bulan lalu yang membuat Rhein berhasil mendapat tiket Jakarta-Bangkok PP seharga 700 ribu rupiah sajah! Yes, murah!
Menjelang sekitar 1-2 minggu keberangkatan, baru deh mulai cari info detail tentang segala hal menarik di Thailand. Dari worskhop Seasoned Traveler waktu di UWRF, dikasih tahu kalau persiapan sebelum traveling (apalagi bagi penulis) itu sangat penting supaya nggak blank banget saat di lokasi. Sehingga saat sampai di tujuan, kita nggak lagi bingung mau ngapain atau ke mana, tapi bisa lebih fokus menerima hal-hal detail yang …

Untuk Kamu-Kamu yang Tidak Pintar

Zaman saya SMP sempat nge-tren adanya award semacam cewek tercantik, cowok terganteng, cewek tergaul, cowok terramah, dsb. Saat itu saya juga menang award, lho... jadi cewek ter-lemot alias lemah otak alias tulalit alias loading lama. Hahaha.. Dan emang bener sih, kala itu (sampai sekarang, meski nggak separah dulu) saya sering merespon sesuatu hal baru dengan kata pamungkas, “Hah? Hah?” dengan tampang boloho :))
Dari kecil saya nggak terlalu suka belajar akademis, apalagi di kelas. Lebih suka baca komik, majalah, novel, main, mengkhayal, jalan-jalan, atau membuat prakarya. Ibu juga bilang kalau saya bukan anak yang pintar, pun sampai sekarang punya kelemahan susah fokus saat di keramaian. Tapiiii... tapiii.. saat SD selalu ranking 3 besar, masuk SMP & SMA favorit dan mendapat peringkat 10 besar, lulus kuliah dari UI. Sombong kamu, Rhein! Itu namanya pintar!
No! Trust me, I’m not that smart dan kadang bingung kenapa bisa mencapai hal-hal yang mungkin termasuk wow untuk sebagian or…

Backpacker Thailand Trip (part 2): Pattaya & Koh Larn Island

7 May 2014 Subuh di Bangkok, jujur Rhein nggak tahu arah kiblat ke mana. Pas di Indo nyarinya jadwal solat doang, lupa cari arah kiblat. Tapi yasud, kalau nggak tahu, solat mah niatnya yang penting ke kiblat, yes. Malam sebelumnya udah pesen ke resepsionis kalau beres subuh minta diantar ke terminal bus Ekkamai. Katanya mereka bisa nganter pake ojeg. Namun apa daya jam 5 pagi itu resepsionis masih gelap, nggak ada orang, ngga ada bel untuk manggil, mau nelepon ke contact person ya nomor hape Rhein masih nomor Indo kena roaming ngga bisa dipake. Akhirnya memutuskan untuk check out, simpan kunci, dan keluar hostel cari taksi ke terminal Ekkamai. Soalnya ngejar kapal ferry ke Koh Larn Island di Pattaya nanti yang cuma ada di jam-jam tertentu. 
Supir taksi, petugas terminal, dan orang-orang yang Rhein temui sepagi itu ramah-ramah. Mungkin kelihatan banget, cewek bawa backpack gede laha-loho nggak tahu arah, jadi mereka murah hati ngasih informasi. Perjalanan 2 jam dari Bangkok ke Pattaya …