Langsung ke konten utama

Kuli Jakarta: Gaji yang Terlambat

Selama 5 bulan jadi kuli, banyak hal yang Rhein pelajari dari kantor Beta. Belajar jadi bos pastinya, bukan jadi kuli. Memperhatikan bagaimana sistem kerja kantor, mengelola karyawan, menjalin hubungan baik dengan klien, mencari proyek, merekrut pegawai, mengurusi ekspor-impor, pajak, de-el-el. Ternyata pusing juga loh jadi bos! Makanya, kalau ada perusahaan dan si bosnya itu emang tajir jaya, jangan ngiri. Tidak dalam hitungan hari dia menjalankan perusahaan. Tapi, belasan sampai puluhan tahun.

Nah, yang ingin Rhein curhat, sebagai ratapan seorang kuli, nanti kalau udah jadi bos TIDAK BOLEH terlambat membayar gaji karyawan. Hahaha... Jadi ceritanya, di kantor Beta ini baru aja ada pergantian pimpinan HRD. Ditambah sedikit kekicruhan manajemen yang terjadi, imbasnya pada karyawan. Bukan masalah income  perusahaan menurun sebenarnya, karena mendengar dari bisikan sana-sini *ketauan deh gw tukang nguping* Kantor Beta ini sedang dalam posisi bagus dan banyak klien yang sudah membayar project mereka. Jadi, keterlambatan pembayaran salary ini *sepertinya* memang karena faktor internal.

Mungkin dulu Rhein tidak terlalu merasakan ya, melihat berita para buruh yang nggak dibayar gajinya, atau guru-guru honorer yang gaji berapa bulan belom dibayar, atau pegawai kontrak yang gaji ditunda-tunda. Karena ya selama Rhein kerja sama siapapun, gaji dibayar tepat waktu. Alhamdulillah... Pas di Kantor Beta ini, kata karyawan-karyawan lama sih seumur-umur ni kantor berdiri belom pernah ada cerita gajian telat. Baru 2 bulan ini saja. Bulan lalu molor sehari, bulan ini udah 3 hari blom ada kepastian kapan gajian keluar.

Bagi Rhein sendiri memang nggak terlalu berpengaruh. Toh Rhein masih tinggal sama ortu, makan ditanggung, pulang-pergi kantor bareng Bapak diantar jemput. Jadi masih bisa hidup senang lah. Hanya saja Rhein memikirkan karyawan-karyawan lain. Gimana yang udah berkeluarga, istrinya minta gaji, buat bayar tagihan ini-itu, anak sekolah, uang jajan anak, beli sembako, de-el-el. Atau yang anak kos, harus bayar kosan, jatah uang makan, ongkos, pulsa, de-el-el. Mereka yang menggantungkan hidup hanya dari gaji kantor, pasti kelabakan. Yah, Rhein berharap sih mereka punya tabungan jadi nggak kolaps banget dompetnya. Jadi para kuli, jangan lupa HARUS SELALU MENABUNG ya!

Sedangkan untuk owner perusahaan, Rhein mencoba untuk memahami. Mungkin mereka punya kebijakan-kebijakan tertentu atau masalah-masalah tersembunyi. Namun tetap saja, gaji itu HAK karyawan. Selama ini mereka yang turut menjalankan roda perusahaan, sudah mengabdi sekian tahun, jadi ya worth it lah kalau gaji dibayar tepat waktu sesuai hak mereka. Karena selama ini Rhein melihat Bapak-Ibu mengelola Tenda Destarata, mereka nggak pernah telat membayar gaji pegawai kami. Meski perusahaan kami cuma perusahaan kecil. Mengambil atau menunda hak orang tanpa ada alasan penting itu dosa, sodara-sodara...

Yah, semoga saja masalah di jajaran direksi ini cepat selesai, sehingga para kuli seperti Rhein ikut tentram juga. Bukan masalah duit sebenarnya, tapi ratapan Rhein adalah gara-gara gaji telat, ada si nenek tukang ngomel yang makin cerewet dan ditambah ngomel melulu. Apalagi dia duduk di sebelah Rhein. Jadilah tiap hari kena imbas ocehan si nenek yang bokek belum gajian... *deritaaaaa*...

Love is real, real is love. -John Lennon-

Komentar

Tukang Gosip mengatakan…
setuju Rhein, kalo bos-bos ntu pada punya otak, punya perasaan, punya jiwa sosial pasti nggak tega nunda nunda gaji kuli-kulinya. bos-bos ntu pasti tau kalo banyak kuli-kulinya yg pada menggantungkan hidup cuman dari gaji kantor.
kalo tukang gosip punya bos yg suka nunda-nunda gaji, udah tukang gosip bejek-bejek deh, tapi sebelom di bejek-bejek, udah pasti di-gosipin dulu lah... kalo nggak di-gosipin dulu, takutnya orang-orang manggil aku si tukang bejek-bejek
Juminten mengatakan…
Ahahaha... Ending nya kocak banget. XD
duh, enak banget sih masih tinggal sama ortu? TT__TT
jd masih bisa irit dan banyak nabung, deh.
Aku udah ga pernah lg "menikmati" uang ortu sejak mulai kerja setahunan ini. :P
Bukanbudianduk mengatakan…
Kalo kata hadist seh,. "Bayarlah upah kepada pekerjamu sebelum kering keringatnya, dan beri tahukan ketentuan gajinya terhadap apa yang dikerjakan."

Mungkin kalo mereka tau bahwa menunda pembayaran gaji termasuk perbuatan zalim yang dibenci Rasulullah,.. nggak bakalan brani deh kayaknya. :D
rhein fathia mengatakan…
@Tukang Gosip:
Ayo tukang gosip, kalau mau bejek2, aku di belakangmu, mendukung!

@Jujum:
Hahaha.. aku malah baru pas kerja tinggal sama ortu. Pas kuliah jauh.. :D

@bukan budianduk:
Hufff... coba para bos itu mengerti.. :)

Postingan populer dari blog ini

Untuk Kamu-Kamu yang Tidak Pintar

Zaman saya SMP sempat nge-tren adanya award semacam cewek tercantik, cowok terganteng, cewek tergaul, cowok terramah, dsb. Saat itu saya juga menang award, lho... jadi cewek ter-lemot alias lemah otak alias tulalit alias loading lama. Hahaha.. Dan emang bener sih, kala itu (sampai sekarang, meski nggak separah dulu) saya sering merespon sesuatu hal baru dengan kata pamungkas, “Hah? Hah?” dengan tampang boloho :))
Dari kecil saya nggak terlalu suka belajar akademis, apalagi di kelas. Lebih suka baca komik, majalah, novel, main, mengkhayal, jalan-jalan, atau membuat prakarya. Ibu juga bilang kalau saya bukan anak yang pintar, pun sampai sekarang punya kelemahan susah fokus saat di keramaian. Tapiiii... tapiii.. saat SD selalu ranking 3 besar, masuk SMP & SMA favorit dan mendapat peringkat 10 besar, lulus kuliah dari UI. Sombong kamu, Rhein! Itu namanya pintar!
No! Trust me, I’m not that smart dan kadang bingung kenapa bisa mencapai hal-hal yang mungkin termasuk wow untuk sebagian or…

Backpacker Thailand Trip (part 1): Jakarta-Bangkok

Sawaddi Kha...
Ayey! Rhein baru pulang dari Thailand dengan hati senang.. :D Hmm.. cerita mulai dari mana dulu ya? Persiapan dulu kali ya. Oke deh.
Persiapan Backpacker murah meriah. Selain sama keluarga atau dapat fasilitas dari instansi tertentu, Rhein selalu jalan-jalan ala backpacker. Why? Selain murah juga karena males geret-geret koper. Hahaha... Rencana backpacking ke Thailand ini berawal dari adanya tiket promo Air Asia & Lion Air sekitar 5 bulan lalu yang membuat Rhein berhasil mendapat tiket Jakarta-Bangkok PP seharga 700 ribu rupiah sajah! Yes, murah!
Menjelang sekitar 1-2 minggu keberangkatan, baru deh mulai cari info detail tentang segala hal menarik di Thailand. Dari worskhop Seasoned Traveler waktu di UWRF, dikasih tahu kalau persiapan sebelum traveling (apalagi bagi penulis) itu sangat penting supaya nggak blank banget saat di lokasi. Sehingga saat sampai di tujuan, kita nggak lagi bingung mau ngapain atau ke mana, tapi bisa lebih fokus menerima hal-hal detail yang …

Perkara ber-Agama dan ber-Tuhan di Australia

"Are you a Buddhist?" Saya menatap teman, yang sudah saya kenal di tempat kerja selama satu bulan itu, dengan pandangan bermakna, "Hah?"
Australia, sebuah benua dan negara dengan penduduk sangat-sangat-sangat beragam latar belakangnya. Di sini, pertanyaan setelah "What's your name?" adalah "Where are you from?". Dan jawabannya jarang banget "I'm Aussie." Pasti dari negara yang beda-beda. Indonesia memang penganut Bhineka Tunggal Ika (yang sekarang sedang terluka), namun tinggal setahun di benua Kanguru membuat saya berinteraksi dengan lebih banyak lagi perbedaan. Postingan kali ini akan mencoba membahas tiga perbedaan signifikan berdasarkan pengalaman saya dan bagaimana menyikapinya. Tadinya saya mau menulis menjadi satu postingan, tapi berhubung hobi curhat jadi saya pisah karena kepanjangan.
AGAMA

"Are you working everyday?" Pemuda itu bertanya sembari tangannya sibuk menyiapkan pesanan mie. "No. I have day off …