Langsung ke konten utama

Catatan Novel: Zeno & Kara

Baru saja merampungkan sebuah novel, masih romance pastinya. We can’t live without love. Setelah novel Jadian 6 Bulan dengan tema remaja islami, Jalan Menuju Cinta-Mu dengan tema keluarga, Seven Days dengan tema perjalanan, dan CoupL(ov)e dengan tema rumah tangga pengantin baru, kali ini Rhein memilih tema yang berbeda. Bagi Rhein, menulis adalah tentang pengembangan skill, harus ada tantangan baru yang tidak hanya untuk pembaca, tapi juga agar penulis itu sendiri tidak bosan. Pilihan tema kali ini: crime & action.

Awal mula dapat ide hampir setahun lalu. Lupa karena kesambet atau tergoda oleh apa, tokoh-tokoh ini bermunculan dengan riuh di dunia khayal yang sudah tercipta.
Sometimes, love is about facing your biggest fear
Semua orang pasti pernah merasa takut. Takut binatang buas, takut gagal, takut mati, takut terlambat, takut merasa sakit tak terperi, takut menghadapi sidang skripsi, dan segala macam takut lain. Namun ada kalanya, menghadapi rasa takut adalah suatu bentuk cinta.

Mari berkenalan dengan dua tokoh utama: Zeno Ramawijaya dan Kara Arkana. Sepasang kekasih yang berbahagia di hari pertunangan dan sedang berdebar-debar tak sabar menyambut hari pernikahan. Hidup mereka terasa sempurna, materi cukup, cantik dan tampan, teman yang banyak, dan keluarga yang hangat. But,
Every single person has at least one secret that would break your heart
Seseorang yang pernah Kara kenal menghubunginya, mengatakan dengan serius dan penuh peringatan, bahwa identitas asli kekasihnya, Zeno yang paling dicintainya, ternyata seorang pembunuh.

Hanya dalam sekejap, hidup mereka takkan lagi sama. Trauma yang mencair, perburuan, organisasi rahasia, pengkhianatan, sniper yang mengincar, desing peluru, dendam, dan uang.
Most people always fear about losing someone they love
Kadang kala selembar foto bisa menjadi sebuah benda mengerikan, hanya karena kemampuannya menghadirkan sosok yang tiada menjadi ada
Well, naskahnya sudah Rhein kirim ke salah satu penerbit, semoga semuanya berjalan lancar dan bisa cepat terbit. Doakan yaa! :D Sebagian awal cerita sudah pernah Rhein upload di Wattpad dan bisa dibaca secara gratis. Tentu kalau novelnya sudah terbit nanti, file di wattpad tersebut akan dihapus. Judul di Wattpad “The Gloomy Gift”, tapi ini bukan judul fix yang akan jadi judul buku karena pastinya akan ada proses di penerbit. Selamat menikmati!
 
 
Some people are just born with tragedy in their blood.

Love is real, real is love. -John Lennon-

Komentar

Riski Fitriasari mengatakan…
Setelah suka banget sama ceritanya couplelove, boleh ngga PO novel ini?
Isni wardaton mengatakan…
‪#‎blink‬-blink baca kutipan di atas. Semoga novelnya segera terbit yaa Kak Rhein Fathia. Sinopsisnya waw banget. Bener-bener berbeda dengan novel sebelumnya. ^^
ibu rima mengatakan…
Udah baca di wattpad dan sebel dibikin penasaran :D semoga lancar ya nba...
Zulfa Nurul mengatakan…
Keren! Aku tunggu novelnya terbit.
rhein fathia mengatakan…
Tentu kak Riski, nanti kalau ada PO pasti diinfokan di blog ini. Terima kasih sudah baca CoupL(ov)e :)
rhein fathia mengatakan…
Aamiin semoga segera terbit. Terima kasih, Isni.. :)
rhein fathia mengatakan…
Ibu Rima, justru sengaja dibikin penasaran.. hehe.. Aamiin doanya :D
rhein fathia mengatakan…
Makasih, Zulfa.. :)

Pos populer dari blog ini

Backpacker Thailand Trip (part 1): Jakarta-Bangkok

Sawaddi Kha...
Ayey! Rhein baru pulang dari Thailand dengan hati senang.. :D Hmm.. cerita mulai dari mana dulu ya? Persiapan dulu kali ya. Oke deh.
Persiapan Backpacker murah meriah. Selain sama keluarga atau dapat fasilitas dari instansi tertentu, Rhein selalu jalan-jalan ala backpacker. Why? Selain murah juga karena males geret-geret koper. Hahaha... Rencana backpacking ke Thailand ini berawal dari adanya tiket promo Air Asia & Lion Air sekitar 5 bulan lalu yang membuat Rhein berhasil mendapat tiket Jakarta-Bangkok PP seharga 700 ribu rupiah sajah! Yes, murah!
Menjelang sekitar 1-2 minggu keberangkatan, baru deh mulai cari info detail tentang segala hal menarik di Thailand. Dari worskhop Seasoned Traveler waktu di UWRF, dikasih tahu kalau persiapan sebelum traveling (apalagi bagi penulis) itu sangat penting supaya nggak blank banget saat di lokasi. Sehingga saat sampai di tujuan, kita nggak lagi bingung mau ngapain atau ke mana, tapi bisa lebih fokus menerima hal-hal detail yang …

Untuk Kamu-Kamu yang Tidak Pintar

Zaman saya SMP sempat nge-tren adanya award semacam cewek tercantik, cowok terganteng, cewek tergaul, cowok terramah, dsb. Saat itu saya juga menang award, lho... jadi cewek ter-lemot alias lemah otak alias tulalit alias loading lama. Hahaha.. Dan emang bener sih, kala itu (sampai sekarang, meski nggak separah dulu) saya sering merespon sesuatu hal baru dengan kata pamungkas, “Hah? Hah?” dengan tampang boloho :))
Dari kecil saya nggak terlalu suka belajar akademis, apalagi di kelas. Lebih suka baca komik, majalah, novel, main, mengkhayal, jalan-jalan, atau membuat prakarya. Ibu juga bilang kalau saya bukan anak yang pintar, pun sampai sekarang punya kelemahan susah fokus saat di keramaian. Tapiiii... tapiii.. saat SD selalu ranking 3 besar, masuk SMP & SMA favorit dan mendapat peringkat 10 besar, lulus kuliah dari UI. Sombong kamu, Rhein! Itu namanya pintar!
No! Trust me, I’m not that smart dan kadang bingung kenapa bisa mencapai hal-hal yang mungkin termasuk wow untuk sebagian or…

Backpacker Thailand Trip (part 2): Pattaya & Koh Larn Island

7 May 2014 Subuh di Bangkok, jujur Rhein nggak tahu arah kiblat ke mana. Pas di Indo nyarinya jadwal solat doang, lupa cari arah kiblat. Tapi yasud, kalau nggak tahu, solat mah niatnya yang penting ke kiblat, yes. Malam sebelumnya udah pesen ke resepsionis kalau beres subuh minta diantar ke terminal bus Ekkamai. Katanya mereka bisa nganter pake ojeg. Namun apa daya jam 5 pagi itu resepsionis masih gelap, nggak ada orang, ngga ada bel untuk manggil, mau nelepon ke contact person ya nomor hape Rhein masih nomor Indo kena roaming ngga bisa dipake. Akhirnya memutuskan untuk check out, simpan kunci, dan keluar hostel cari taksi ke terminal Ekkamai. Soalnya ngejar kapal ferry ke Koh Larn Island di Pattaya nanti yang cuma ada di jam-jam tertentu. 
Supir taksi, petugas terminal, dan orang-orang yang Rhein temui sepagi itu ramah-ramah. Mungkin kelihatan banget, cewek bawa backpack gede laha-loho nggak tahu arah, jadi mereka murah hati ngasih informasi. Perjalanan 2 jam dari Bangkok ke Pattaya …