Langsung ke konten utama

Jalan Menuju Cinta-Mu (Pre-Order)

Ah ya, Alhamdulillah.. Novel saya, Jalan Menuju Cinta-Mu, yang pernah terbit tahun 2008 kini diterbitkan ulang oleh Bunyan Bentang Pustaka dengan cover baru. Yeeeyy.. re-cover, re-publish. Senangnyaaaa.. :D Di bawah ini penampakan cover lama dan baru ya.. 

Jalan Menuju Cinta-Mu re-publish re-cover
Berikut adalah sinopsisnya:

Sahabat setia selamanya. Aku dan Maya seakan tak terpisahkan. Tetapi kini, satu badai besar meluluhtantakkan persahabatan kami. Maya, yang selalu menyediakan bahu saat aku menangis dan setia mendengarkan cerita ketika aku jatuh cinta, sekarang justru menjadi orang yang tak lagi bisa kupercaya.

Ah, hatiku remuk. Aku tak punya siapa-siapa lagi.  Aku tak peduli apa-apa lagi. Apalah arti keluarga, cinta dan persahabatan kalau orang yang paling kamu sayangi di dunia melukaimu diam-diam? 

Ya Tuhan, kenapa harus aku yang mengalami cobaan ini? Aku hanya bisa berharap, Engkau tak akan meninggalkanku seorang diri. Karena aku yakin, selalu ada jalan menuju cinta-Mu …
Sekilas cerita tentang Jalan Menuju Cinta-Mu, novel ini Rhein buat pada tahun 2005 setelah novel Jadian 6 Bulan terbit. Masih berokohkan remaja SMA yang penuh gejolak emosi dan mencari jati diri. Bedanya, kisah cinta di sini lebih kompleks. Antara sahabat, cowok yang ditaksir, dan keluarga. Di novel ini, entah kesambet apa ya.. Rhein nulis beberapa bait pusi! Iya, puisi. Tema yang Rhein angkat di novel ini adalah: Bagaimana seorang remaja menghadapi perceraian orang tuanya?
Ella, Sosok gadis yang nyaris sempurna. Cantik, cerdas, pede, mandiri, dari keluarga berada pula. Hanya saja, sifatnya yang tertutup dan jutek membuat ia tidak terlalu banyak memiliki teman. Hanya satu sahabat yang ia punya dan percaya, Maya. 

Hidup Ella baik-baik saja hingga pada suatu waktu ia merasa ada yang aneh dengan kondisi Mama-Papanya. Mereka sering keluar kota meninggalkannya dengan alasan pekerjaan. Jarang berbicara, bahkan tidak lagi makan bersama di ruang makan seperti biasanya. Hingga suatu hari, Mama berkata pada Ella bahwa mereka akan bercerai!

Pertengakaran-pertengkaran orang tuanya yang ia tak mengerti. Egoisme orang tua yang ia tak pahami. Semua ia saksikan dan beban batin itu dipendamnya sendiri. Mama sibuk mengejar karir, Papa selingkuh. Rasa cinta pada orang tuanya beralih menjadi benci. Konflik masih berlanjut. Maya yang hamil diluar nikah, Ella nyaris diperkosa, persahabatan mereka yang pecah, serta cinta diam-diam yang tak tersampaikan. 
Bagaimana kelanjutan cerita dalam novel ini? Yuk ah, dibeli.. Sudah beredar di banyak toko buku online.. Listnya bisa dilihat di sini>> Jalan Menuju Cinta-Mu (online-bookstore).

Belum tersebar merata di toko buku. Bagi yang mau PRE-ORDER novel plus Tanda Tangan, bisa ikutan tata caranya ya:
  1. Kirim email ke contactme@rheinfathia.com atau sms ke 08989.760.706 dengan format:
    Nama:
    Jumlah buku:
    Alamat+kode pos:
    Nomor hp:
  2. Jangka waktu pre-order tanggal 1-7 Juli 2013 atau sampai maksimum 50 eksemplar buku yang dipesan. Terbatas. So, BURUAN!
  3. Harga Rp 30,000 belum termasuk ongkos kirim dari Bogor. Harga di toko buku Rp 32,000.
  4. Kalau belum jelas, silakan tanya-tanya melalui email atau mention twitter @rheinfathia
 Terima Kasih :)

Love is real, real is love. -John Lennon-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Untuk Kamu-Kamu yang Tidak Pintar

Zaman saya SMP sempat nge-tren adanya award semacam cewek tercantik, cowok terganteng, cewek tergaul, cowok terramah, dsb. Saat itu saya juga menang award, lho... jadi cewek ter-lemot alias lemah otak alias tulalit alias loading lama. Hahaha.. Dan emang bener sih, kala itu (sampai sekarang, meski nggak separah dulu) saya sering merespon sesuatu hal baru dengan kata pamungkas, “Hah? Hah?” dengan tampang boloho :))
Dari kecil saya nggak terlalu suka belajar akademis, apalagi di kelas. Lebih suka baca komik, majalah, novel, main, mengkhayal, jalan-jalan, atau membuat prakarya. Ibu juga bilang kalau saya bukan anak yang pintar, pun sampai sekarang punya kelemahan susah fokus saat di keramaian. Tapiiii... tapiii.. saat SD selalu ranking 3 besar, masuk SMP & SMA favorit dan mendapat peringkat 10 besar, lulus kuliah dari UI. Sombong kamu, Rhein! Itu namanya pintar!
No! Trust me, I’m not that smart dan kadang bingung kenapa bisa mencapai hal-hal yang mungkin termasuk wow untuk sebagian or…

Backpacker Thailand Trip (part 1): Jakarta-Bangkok

Sawaddi Kha...
Ayey! Rhein baru pulang dari Thailand dengan hati senang.. :D Hmm.. cerita mulai dari mana dulu ya? Persiapan dulu kali ya. Oke deh.
Persiapan Backpacker murah meriah. Selain sama keluarga atau dapat fasilitas dari instansi tertentu, Rhein selalu jalan-jalan ala backpacker. Why? Selain murah juga karena males geret-geret koper. Hahaha... Rencana backpacking ke Thailand ini berawal dari adanya tiket promo Air Asia & Lion Air sekitar 5 bulan lalu yang membuat Rhein berhasil mendapat tiket Jakarta-Bangkok PP seharga 700 ribu rupiah sajah! Yes, murah!
Menjelang sekitar 1-2 minggu keberangkatan, baru deh mulai cari info detail tentang segala hal menarik di Thailand. Dari worskhop Seasoned Traveler waktu di UWRF, dikasih tahu kalau persiapan sebelum traveling (apalagi bagi penulis) itu sangat penting supaya nggak blank banget saat di lokasi. Sehingga saat sampai di tujuan, kita nggak lagi bingung mau ngapain atau ke mana, tapi bisa lebih fokus menerima hal-hal detail yang …

Perkara ber-Agama dan ber-Tuhan di Australia

"Are you a Buddhist?" Saya menatap teman, yang sudah saya kenal di tempat kerja selama satu bulan itu, dengan pandangan bermakna, "Hah?"
Australia, sebuah benua dan negara dengan penduduk sangat-sangat-sangat beragam latar belakangnya. Di sini, pertanyaan setelah "What's your name?" adalah "Where are you from?". Dan jawabannya jarang banget "I'm Aussie." Pasti dari negara yang beda-beda. Indonesia memang penganut Bhineka Tunggal Ika (yang sekarang sedang terluka), namun tinggal setahun di benua Kanguru membuat saya berinteraksi dengan lebih banyak lagi perbedaan. Postingan kali ini akan mencoba membahas tiga perbedaan signifikan berdasarkan pengalaman saya dan bagaimana menyikapinya. Tadinya saya mau menulis menjadi satu postingan, tapi berhubung hobi curhat jadi saya pisah karena kepanjangan.
AGAMA

"Are you working everyday?" Pemuda itu bertanya sembari tangannya sibuk menyiapkan pesanan mie. "No. I have day off …