Langsung ke konten utama

Crowded & Fun


Sekarang lagi musim hujan, ya... Meski nggak pengaruh juga sih kalau di Bogor emang sering hujan tanpa kenal musim.
(Oke, ini hanya intro)

Jadi ceritanya, selama dua minggu ini gw lagi dikejar target beberapa buku yang harus terbit bulan Januari ini. Sudah bisa dipastikan dong kalau dikejar target itu artinya gimana? Deadline, maraton selesaikan kerjaan, pulang malem, diteror penulis, diteror bos, gw meneror layouter, pokoknya semua seolah-olah berubah jadi teroris. Apalagi gw dapet penulis yang dari awal emang agak-agak 'susah' dengan attitude yang nggak cocok dengan karakter gw. Kita sebut saja namanya Melati. Jadinya ya... Sutres deh gw. 

Oiya ada sedikit cerita. Dari dulu, setiap kali ketemu orang kapan dan di mana pun, gw selalu punya feeling apakah orang itu bakal cocok berteman sama gw atau nggak. Bahkan untuk orang asing sekalipun. Feeling gw ini hampir 100% selalu benar loh. Makanya, kalau dari awal ketemu atau dikenalin sama seseorang dan feeling gw berkata "NO", gw selalu waspada dan siaga. Bukan su'udzon, anggap saja ini feeling (lha emang tadi bilang apa?). Nah, suatu hari jauh sebelum gw kerja di kantor sekarang, gw pernah ketemu Melati. Gw menatapnya dan feeling gw berkata "NO". Terus? Ya sudahlah toh gw nggak kenal, dia hanya orang yang kebetulan gw liat aja di sebuah acara. Lalu, beberapa bulan setelah gw kerja di kantor sekarang, gw bertemu lagi dengan si Melati ini, dengan kondisi dia penulis dan gw editornya. Jeng! Jeng! Jeng!

Seperti yang sudah bisa gw tebak, hubungan gw sama dia itu manis di mulut menggerutu di hati, feeling gw lagi-lagi benar. Sekeras apa pun gw mencoba bersikap baik, benturan itu selalu ada. Tapi, kerja harus profesional, dong! Alhamdulillah, minggu ini semua buku-buku yang target penerbitan bulan Januari ini, SELESAAAIII!! Hoooreeee.... Berasa plong nggak punya hutang. Se-kesel apa pun gw sama Melati, gw tetep berdoa semoga bukunya laris dan jadi best seller. Tentunya supaya gw dapet bonus. Hahaha.. Sebenernya gw pengen liburan setelah maraton beberapa buku deadline, sayangnya gw belum punya hak cuti. Hiks... :'(

Nah, setelah cerita kerjaan yang bikin otak & fisik capek terkuras, tetep ada cerita seneng yang bikin gw bisa selalu semangat. Sejak sebulan lalu, gw dan si-partner-in-crime yang udah sobatan lama, memutuskan untuk ikut les TOEFL IBT. Karena kami punya cita-cita yang sama yaitu pengen kuliah ke luar negeri dan butuh sertifikasi TOEFL IBT. Daripada kami ikut tes yang bayarnya mahal itu, terus skor jelek, ya mending les itensif dulu. Sebelum les dimulai, kami juga harus ikut beberapa tesnya. Apa kami memenuhi standar untuk ikutan les tersebut. Ribet ya, bo... Hahaha..

Setelah bolak-balik ke UI, kami pun datang untuk liat apakah kami lulus tes dan tanya skor. Alhamdulillah kami lulus dan waktu tanya skor, ternyata skor kami ada di atas 500. Hohoho... Sebagai penganut prinsip kesombongan-di masa-muda-yang-indah, gw dan si-partner-in-crime dengan songongnya berpendapat, "Gile, kita nggak belajar buat tes aja bisa dapet skor TOEFL di atas 500. Sayangnya ga dikasih tau skor pasti, sih. Siapa tau kita dapet skor 599." Hahahaha... Dari sini gw seneng, ternyata otak gw yang cerdas ini masih jalan dan bisa dipake buat belajar. Soalnya semenjak lulus kuliah terus kerja, gw merasa nggak dapet asupan ilmu sama sekali. Namanya juga kuli...

Perihal kedua yang bikin gw seneng lagi adalah MENANG di ajang WRITING CONTEST yang diadakan oleh Mizan.com. Horeeee.... Jujur, nggak nyangka banget bisa menang karena gw sempet banyak protes sama admin-nya dan hopless, deh. Lagipula pesertanya banyak, sampe 360 tulisan dan cuma diambil 5 pemenang. Hohoho... Ternyata, alhamdulillah jari-jari gw masih punya "kemampuan menari dan menciptakan koreografi kalimat yang indah." *Tsaaahhh*. Berita lengkap tentang pengumuman Writing Contest bisa dibaca di sini, loh. Yang mau baca tulisannya klik di sini.

So, it's Friday 13th, guys! :D
(Oke, ini cuma penutup) 


Love is real, real is love. -John Lennon-

Komentar

achie mengatakan…
kalo aku kalo aku gmn? Cocok ga btemen sama kamu?? *ancempakesendok* hehehe..

btw couplelove apa kabarnya rhein? kapan terbit? cant wait..
Rhein mengatakan…
@achie
Kalau nanti ketemu kamu... aku... aku.... aku pasti suka kamuuuuuuu....
*eeaaa* *ditaboksendok*

Couplove kabarnya baik.. penulisnya yang ngga baik.. hahaha.. Doakan saja yaaa... :D
merry go round mengatakan…
Hi there, thanks udah mampir ke blog aku.

Kamu domisili di Bogor juga ya? We should meet sometimes :)
asepsandro mengatakan…
wah keren dapet juara.... selamat ya.......!!! klo info2 lomba penulisan tu biasanya dpt dr mn ya???

Pos populer dari blog ini

Backpacker Thailand Trip (part 1): Jakarta-Bangkok

Sawaddi Kha...
Ayey! Rhein baru pulang dari Thailand dengan hati senang.. :D Hmm.. cerita mulai dari mana dulu ya? Persiapan dulu kali ya. Oke deh.
Persiapan Backpacker murah meriah. Selain sama keluarga atau dapat fasilitas dari instansi tertentu, Rhein selalu jalan-jalan ala backpacker. Why? Selain murah juga karena males geret-geret koper. Hahaha... Rencana backpacking ke Thailand ini berawal dari adanya tiket promo Air Asia & Lion Air sekitar 5 bulan lalu yang membuat Rhein berhasil mendapat tiket Jakarta-Bangkok PP seharga 700 ribu rupiah sajah! Yes, murah!
Menjelang sekitar 1-2 minggu keberangkatan, baru deh mulai cari info detail tentang segala hal menarik di Thailand. Dari worskhop Seasoned Traveler waktu di UWRF, dikasih tahu kalau persiapan sebelum traveling (apalagi bagi penulis) itu sangat penting supaya nggak blank banget saat di lokasi. Sehingga saat sampai di tujuan, kita nggak lagi bingung mau ngapain atau ke mana, tapi bisa lebih fokus menerima hal-hal detail yang …

Untuk Kamu-Kamu yang Tidak Pintar

Zaman saya SMP sempat nge-tren adanya award semacam cewek tercantik, cowok terganteng, cewek tergaul, cowok terramah, dsb. Saat itu saya juga menang award, lho... jadi cewek ter-lemot alias lemah otak alias tulalit alias loading lama. Hahaha.. Dan emang bener sih, kala itu (sampai sekarang, meski nggak separah dulu) saya sering merespon sesuatu hal baru dengan kata pamungkas, “Hah? Hah?” dengan tampang boloho :))
Dari kecil saya nggak terlalu suka belajar akademis, apalagi di kelas. Lebih suka baca komik, majalah, novel, main, mengkhayal, jalan-jalan, atau membuat prakarya. Ibu juga bilang kalau saya bukan anak yang pintar, pun sampai sekarang punya kelemahan susah fokus saat di keramaian. Tapiiii... tapiii.. saat SD selalu ranking 3 besar, masuk SMP & SMA favorit dan mendapat peringkat 10 besar, lulus kuliah dari UI. Sombong kamu, Rhein! Itu namanya pintar!
No! Trust me, I’m not that smart dan kadang bingung kenapa bisa mencapai hal-hal yang mungkin termasuk wow untuk sebagian or…

Backpacker Thailand Trip (part 2): Pattaya & Koh Larn Island

7 May 2014 Subuh di Bangkok, jujur Rhein nggak tahu arah kiblat ke mana. Pas di Indo nyarinya jadwal solat doang, lupa cari arah kiblat. Tapi yasud, kalau nggak tahu, solat mah niatnya yang penting ke kiblat, yes. Malam sebelumnya udah pesen ke resepsionis kalau beres subuh minta diantar ke terminal bus Ekkamai. Katanya mereka bisa nganter pake ojeg. Namun apa daya jam 5 pagi itu resepsionis masih gelap, nggak ada orang, ngga ada bel untuk manggil, mau nelepon ke contact person ya nomor hape Rhein masih nomor Indo kena roaming ngga bisa dipake. Akhirnya memutuskan untuk check out, simpan kunci, dan keluar hostel cari taksi ke terminal Ekkamai. Soalnya ngejar kapal ferry ke Koh Larn Island di Pattaya nanti yang cuma ada di jam-jam tertentu. 
Supir taksi, petugas terminal, dan orang-orang yang Rhein temui sepagi itu ramah-ramah. Mungkin kelihatan banget, cewek bawa backpack gede laha-loho nggak tahu arah, jadi mereka murah hati ngasih informasi. Perjalanan 2 jam dari Bangkok ke Pattaya …