Langsung ke konten utama

Wanita Seperti Apa Dirimu?

Selamat Hari Kartini!

Mumpung momennya pas, Rhein mau berceloteh tentang keinginan seorang wanita. Kita tau dong, Indonesia mengenal wanita-wanita hebat dari zaman perjuangan dulu. Kartini salah satunya, dengan perjuangan beliau agar wanita mendapatkan hak pendidikan sama seperti pria. Di mana kala itu, wanita hanya dipandang sebagai warga kelas dua yang hanya melayani para lelaki. Seiring perkembangan zaman, peringatan hari Kartini ini mulai berubah dari waktu-ke waktu, yang juga bergantung dari umur kita sebagai wanita.

Zaman TK sama SD, mungkin kita memperingati hari Kartini dengan memakai baju-baju adat plus make up menor yang lucu-lucu. Hahaha... Zaman SMP & SMA, mulai deh ada lomba-lomba berbau kewanitaan yang diadakan di sekolah. Bahkan ga cuma lomba kewanitaan, lomba sepakbola dan tarik tambang cewek pun ada.. (gw pernah ikutan soalnya, hahaha...). Lalu setelah melalui fase-fase peringatan Kartini yang sederhana itu, ngapain lagi nih kita sebagai wanita?

Buat kita-kita yang udah berusia twenty-something atau lebih, Rhein pikir, sebagai wanita kita harus mulai menggali, Ingin Menjadi Wanita Seperti Apa Diri Kita Nanti? Konon, usia-usia segini menjadi usia emas untuk bisa menggali potensi seluas-luasnya. Lalu, mengapa kita juga tidak berpikir dan merencanakan kodrat seorang wanita di diri kita ke depannya. Lima tahun lagi? Sepuluh tahun lagi? Tiga puluh tahun lagi? *semoga panjang umur, Aamien*

Jika ingin menjadi wanita karir, serius lah. Jalani kompetisi di perusahaan dan tunjukkan prestasi yang tidak kalah dibanding lelaki. Jika memilih menjadi Ibu rumah tangga, waw itu mulia sekali, pelajari bagaimana bisa mendidik anak-anak yang cerdas dan pendorong kesuksesan suami. Atau ketika ingin membuka bisnis, lihatlah peluang-peluang yang ada dan jalani dengan tekun. Sebagai wanita, kita pun harus ingat bahwa semua proses tidak bisa dilakukan secara instan. Gali dan temukan apa potensi yang bisa membawa kesuksesan kita dan lingkungan. Lalu, bergerak!

So, Ingin Menjadi Wanita Seperti Apa Dirimu? Rencanakan dan lakukan dari sekarang! :)

Love is real, real is love. -John Lennon-

Komentar

langkah fie mengatakan…
oke madam, mulai dari sekarang :d

Postingan populer dari blog ini

Untuk Kamu-Kamu yang Tidak Pintar

Zaman saya SMP sempat nge-tren adanya award semacam cewek tercantik, cowok terganteng, cewek tergaul, cowok terramah, dsb. Saat itu saya juga menang award, lho... jadi cewek ter-lemot alias lemah otak alias tulalit alias loading lama. Hahaha.. Dan emang bener sih, kala itu (sampai sekarang, meski nggak separah dulu) saya sering merespon sesuatu hal baru dengan kata pamungkas, “Hah? Hah?” dengan tampang boloho :))
Dari kecil saya nggak terlalu suka belajar akademis, apalagi di kelas. Lebih suka baca komik, majalah, novel, main, mengkhayal, jalan-jalan, atau membuat prakarya. Ibu juga bilang kalau saya bukan anak yang pintar, pun sampai sekarang punya kelemahan susah fokus saat di keramaian. Tapiiii... tapiii.. saat SD selalu ranking 3 besar, masuk SMP & SMA favorit dan mendapat peringkat 10 besar, lulus kuliah dari UI. Sombong kamu, Rhein! Itu namanya pintar!
No! Trust me, I’m not that smart dan kadang bingung kenapa bisa mencapai hal-hal yang mungkin termasuk wow untuk sebagian or…

Backpacker Thailand Trip (part 4): Grand Palace - Asiatique

Rhein itu kebiasaan deh, kalau posting tentang backpacking pasti ngga beres dari berangkat sampai pulang. Seringnya kepotong setengah-setengah karena alasan yang entah apa. Mungkin ini mengidentifikasi kalau Rhein tipe orang yang cepet move on yah.. Hehehe.. 
Untuk Backpacking Thailand ini udah diniatkan harus ditulis sampai tamat! Soalnya ini backpacking berprestasi yang mengeluarkan budget murah, ke luar negeri pula. Baiklah, mari kita lanjutkan cerita-cerita backpackingnya dengan membongkar ingatan. Yang belum baca part sebelumnya ada di sini, di sini, dan di sini, ya.
Hari keempat di Thailand dan kembali ke Bangkok lagi. Pagi-pagi sekitar jam 8 Rhein udah siap mandi, dandan cantik, dan siap untuk wisata kebudayaan. Saat turun ke lobi, Rhein dikasih tahu sama penjaga penginapan bagaimana rute ke Grand Palace yang bisa ditempuh dengan jalan kaki dari Khaosan Road dan jangan tertipu sama orang-orang yang menawarkan tuktuk atau mengatakan bahwa Grand Palace tutup. Ih sumpah pemilik &…

Trip to Vietnam: Hanoi-Ha Long Bay

Sebenarnya perjalanan ini saya lakukan Oktober 2017 lalu, namun apa daya baru sempat ditulis sekarang. Kemudian kali ini juga kunjungan saya ke Vietnam yang kedua, yang  pertama tahun 2015 dan malah tidak saya tulis di blog. Semua karena apa? Tentu karena malas. Hahaha..

Berbekal izin libur dari kantor dan tiket yang nggak murah-murah amat, saya dan adik bertolak ke Vietnam, sempat transit dan bermalam di KLIA2 untuk flight pagi menuju Hanoi. Berhubung kali ini merupakan perjalanan singkat (maklum buruh), otomatis saya nggak bisa go-show ujug-ujug menclok di suatu negara baru dan berpikir mau ngapain aja seperti biasanya. Saya sudah booking hostel dorm (hanya $5! I love Vietnam! Cheap!) dan tujuan saya kali ini jelas: Bermalam di kapal pesiar di Ha Long Bay. Duh, buruh satu ini emang loba gaya pisan. 
Hari ke 1
Dari bandara Hanoi kami naik bis umum dengan waktu perjalanan kurang lebih 30 menit ke daerah Old Quarter atau Hoan Kiem District. Sebenarnya di bandara banyak yang menawarkan …