Kuli Jakarta: Kantorku Negeri Dongeng

negeri dongeng

Bekerja di kantor ini mengingatkanku pada cerita negeri dongeng yang dulu sering kubaca di majalah Bobo. Dan justru membuatku mengerti, mengapa di negeri dongeng yang notabene negeri impian sehingga seharusnya semua hidup damai tentram, masih saja terdapat tokoh antagonis. Ternyata, negeri dongeng yang sering aku baca dulu adalah sebuah refleksi dari cerita negeri nyata yang ada. Sehingga sejak kecil kita bisa belajar dari cerita dongeng, jangan menjadi tokoh antagonis setelah besar nanti.

Seperti biasa, negeri dongeng dipimpin oleh seorang Raja yang tegas dan bijaksana. Sang Raja meski tampak galak, namun beliau sosok pekerja keras sejak dulunya, sampai bisa membangun kerajaan kecil ini. Pada semua rakyatnya, Sang Raja selalu ramah dan mengayomi. Tentunya, sang Raja ini didampangi oleh Ratu yang lembut hati dan memiliki senyum teduh (penulis ngefans dengan sang Ratu). Mereka memiliki seorang Pangeran yang saat ini sedang belajar untuk menjadi pewaris tahta. Pangeran Tampan yang cerdas, sangat serius dalam belajar memimpin kerajaan, dan dapat menjalin hubungan baik dengan kerajaan lain. Meski terkadang sang Pangeran juga gemar bersenang-senang dan maunya ini itu. Sang Pangeran tentunya memiliki seorang istri yaitu Puteri Jelita yang anggun. Siapapun yang melihat Puteri Jelita, akan kagum akan kecantikannya. Dia pun sosok yang baik hati, meski terkadang tampak angkuh. Puteri Jelita ini bekerja sama dengan Pangeran Tampan dalam belajar memimpin kerajaan.

Tokoh yang lain, oh sangat banyak. Ada Paman Penasihat Kerajaan yang sabar dan bijaksana. Lalu Panglima Pengaman kerajaan yang baik hati. Keluarga lain adalah Bibi Iri Hati, Bibi Cerewet, Bibi Penyabar, Bibi Banyak Mau, Bibi Tukang Ngomel, Bibi Pendiam. Sedangkan dari pihak lelaki ada Paman Lucu, Paman Mesum, Paman Pengeluh, Paman Pintar, Paman Cakep, Paman Pemalas. Juga jangan dilupakan tentang gadis-gadis manis yang selalu ceria, serta para pemuda baik hati pekerja keras. Dan masih banyak lagi tokoh yang lain. Mereka semua saling bekerja sama agar kerajaan menjadi lebih baik. Karena dari kerajaan inilah mereka mendapat penghidupan. Meski masih ada intrik-intrik licik, kesalahpahaman, omelan-omelan, mereka tetap ingin kerajaan berjalan dengan baik.

Seperti cerita negeri dongeng biasanya, selalu ada cerita di masing-masing tokoh. Mereka sering bersikap baik, namun tak jarang mereka ceroboh serta menyebalkan. Dan dibalik setiap cerita negeri dongeng, selalu ada pelajaran yang bisa diambil hikmahnya.

Lalu kamu jadi apa, Rhein? Humm.. hanya Peri Kecil yang sedang singgah, dan berharap keluarga kerajaan tidak membaca ocehannya ini.


Love is real, real is love. -John Lennon-

Comments

bintangair said…
negeri dongeng menyenangkan'
bikin larut
'tapi hidup adalah kenyataan
jangan merasa jadi peri kecil ya
tapi jadilah wanita lembut tingkahlaku tapi tegas berprinsip
langkah fie said…
hebatnya dongeng, akhir ceritanya selalu bahagia tapi dalam hidup belum tentu.

peri itu adalah sosok yang penting, penyelamat dan penyemangat tokoh protagonis ketika menghadapi tokoh antagonis, kupikir setiap peri singgah meskipun dia kecil selalu membuat keajaiban dalam sentuhannya. :D
Adi Yulianto said…
dongeng.., seandenya negeri ini seperti dongeng. alangkah indahnya..:)
Muhammad Qori said…
kalau ente peri... bolehkah ane jadi dewanya... yang kebetulan numpang nampang melalui komen ini.

Keknya cerita dongeng diatas tuh judulnya Nirmala sang penyihir ya?
moonlite! said…
kisah negeri dongeng, kisah novel, ato apapunlah itu pasti terinspirasi dari kisah nyata. ibaratnya ga akan ada cerita negeri dongeng ato seindah novel, kalo ga ada cerita asli dari dunia nyata :p
Nancy said…
negeri dongeng... jadi ingat masa2 kecil sering didongengin...
citra said…
weeeee.....gue jadi apa tuh tia???
mmmm....
hehehehe...
kaya fathia jadi peri kecil yang pendiam dan suka berjalan cepat yah.
:)

Popular posts from this blog

Untuk Kamu-Kamu yang Tidak Pintar

Giveaway & Talkshow with Nulisbuku Club

Backpacker Thailand Trip (part 1): Jakarta-Bangkok