Langsung ke konten utama

Bencana Untuk Perubahan :)

Guru saya pernah bilang, musibah dan bencana hanya sebuah deskripsi manusia. Karena pada hakikatnya, Tuhan mentakdirkan perubahan. Sama seperti bumi yang zaman dulu dibombardir komet hingga menewaskan sebagian besar makhluk hidup dan menghabiskan semua Dinosaurus. Pada akhirnya, tumbuh kehidupan baru yang lebih baik.

Bapak saya juga bilang, dulu setelah gunung Galunggung meletus, pasir-pasirnya dimanfaatkan untuk pembangunan di Jakarta. Dan daerah sekitar gunung menjadi lahan subur. Tuhan itu Maha Baik, dan alam selalu memberi banyak hal pada manusia dengan ikhlas. Meski ada korban, anggap saja itu sebuah keseimbangan. Meski banyak kesedihan, percayalah di balik itu akan muncul kebahagiaan.

Begitu pula dengan kejadian meletusnya Merapi, gempa Mentawai, ataupun yang lain. Semoga kita semua tetap bisa berfikir positif, karena akan ada kehidupan lain yang lebih baik. ^_^

ps: pic taken from here

Love is real, real is love. -John Lennon-

Komentar

windflowers mengatakan…
seleksi alam memang punya siklusnya terendiri untuk membenahi bumi..

tp jk disadari, manusia hanya ingin keuntungannya saja, tanpa mau merawat dan mengindahkan keindahan alam yg sudah diberikan oleh alam itu sendiri...

bencana tentunya menjadi pelajaran berharga bagi manusia agar lebih mencintai alam, krn alam jg makhlukNya yg tercipta utk kita, manusia..:)

semoga kita dapat memetik berjuta hikmah dari segala bencana yang menimpa negeri kita..amin..
ordinaryoktaviani mengatakan…
Semoga kita semua dapat terus (berusaha) untuk berpikir positif atas semua kejadian... Drpd hanya terus mencari celah untuk kesalahan-kesalahan... :)

Amin..

Postingan populer dari blog ini

Untuk Kamu-Kamu yang Tidak Pintar

Zaman saya SMP sempat nge-tren adanya award semacam cewek tercantik, cowok terganteng, cewek tergaul, cowok terramah, dsb. Saat itu saya juga menang award, lho... jadi cewek ter-lemot alias lemah otak alias tulalit alias loading lama. Hahaha.. Dan emang bener sih, kala itu (sampai sekarang, meski nggak separah dulu) saya sering merespon sesuatu hal baru dengan kata pamungkas, “Hah? Hah?” dengan tampang boloho :))
Dari kecil saya nggak terlalu suka belajar akademis, apalagi di kelas. Lebih suka baca komik, majalah, novel, main, mengkhayal, jalan-jalan, atau membuat prakarya. Ibu juga bilang kalau saya bukan anak yang pintar, pun sampai sekarang punya kelemahan susah fokus saat di keramaian. Tapiiii... tapiii.. saat SD selalu ranking 3 besar, masuk SMP & SMA favorit dan mendapat peringkat 10 besar, lulus kuliah dari UI. Sombong kamu, Rhein! Itu namanya pintar!
No! Trust me, I’m not that smart dan kadang bingung kenapa bisa mencapai hal-hal yang mungkin termasuk wow untuk sebagian or…

Backpacker Thailand Trip (part 1): Jakarta-Bangkok

Sawaddi Kha...
Ayey! Rhein baru pulang dari Thailand dengan hati senang.. :D Hmm.. cerita mulai dari mana dulu ya? Persiapan dulu kali ya. Oke deh.
Persiapan Backpacker murah meriah. Selain sama keluarga atau dapat fasilitas dari instansi tertentu, Rhein selalu jalan-jalan ala backpacker. Why? Selain murah juga karena males geret-geret koper. Hahaha... Rencana backpacking ke Thailand ini berawal dari adanya tiket promo Air Asia & Lion Air sekitar 5 bulan lalu yang membuat Rhein berhasil mendapat tiket Jakarta-Bangkok PP seharga 700 ribu rupiah sajah! Yes, murah!
Menjelang sekitar 1-2 minggu keberangkatan, baru deh mulai cari info detail tentang segala hal menarik di Thailand. Dari worskhop Seasoned Traveler waktu di UWRF, dikasih tahu kalau persiapan sebelum traveling (apalagi bagi penulis) itu sangat penting supaya nggak blank banget saat di lokasi. Sehingga saat sampai di tujuan, kita nggak lagi bingung mau ngapain atau ke mana, tapi bisa lebih fokus menerima hal-hal detail yang …

Perkara ber-Agama dan ber-Tuhan di Australia

"Are you a Buddhist?" Saya menatap teman, yang sudah saya kenal di tempat kerja selama satu bulan itu, dengan pandangan bermakna, "Hah?"
Australia, sebuah benua dan negara dengan penduduk sangat-sangat-sangat beragam latar belakangnya. Di sini, pertanyaan setelah "What's your name?" adalah "Where are you from?". Dan jawabannya jarang banget "I'm Aussie." Pasti dari negara yang beda-beda. Indonesia memang penganut Bhineka Tunggal Ika (yang sekarang sedang terluka), namun tinggal setahun di benua Kanguru membuat saya berinteraksi dengan lebih banyak lagi perbedaan. Postingan kali ini akan mencoba membahas tiga perbedaan signifikan berdasarkan pengalaman saya dan bagaimana menyikapinya. Tadinya saya mau menulis menjadi satu postingan, tapi berhubung hobi curhat jadi saya pisah karena kepanjangan.
AGAMA

"Are you working everyday?" Pemuda itu bertanya sembari tangannya sibuk menyiapkan pesanan mie. "No. I have day off …