Happy Eid-Al Fitr and Ascension of Jesus

Lebaran kesekian di luar nagreg dan jauh dari keluarga. Tahun ini restriction belum melonggar karena covid-19, tidak ada public holiday (of course), plus dua rekan di tim kantor udah booking cuti duluan jadi saya harus back-up. Oh, dan ada jadwal kelas juga yang bakal ada info mengenai ujian semester (kelas terakhir, Subhanallah aamiin semoga cepat beres). Jadi ya sudahlah, nggak bisa kumpul sama teman-teman di Indonesia dulu. Stay at home for work and study. 


Meski terasa nggak sempurna, toh hari ini menyenangkan juga. Masih bisa sholat Eid, silaturahmi online bareng keluarga dan sahabat, plus tentu saja saya berhasil mempersiapkan masakan ala Lebaran!


Masakan



Di keluarga, makanan yang akan tersaji saat Lebaran adalah berikut:

- Ketupat

- Opor (kesukaan Bani)

- Rendang

- Balado kentang

- Semur jengkol (kesukaan Bapak dan saya)

- Sambel goreng hati

- Kecap (kesukaan Uki)

- Sambal terasi


Kali ini saya cuma berhasil masak ketupat, balado kentang, rendang, dan kerupuk udang. Ya lumayan lah untuk level susah dapet bahan dan bumbu ala Indonesia. Tentu saja semuanya rasanya enak ;)


Silaturahmi


Setelah menyesuaikan perbedaan waktu, instruksi setting (khususnya untuk nenek) yang butuh waktu, sinyal tidak stabil, akhirnya lancar juga ketemu online. Bermaafan, minta doa, ngobrol sana-sini, ketawa-ketawa, dan tentu saling pamer kucing masing-masing. Hahaha... 


For me, the most beautiful and important privilege I have since I was born is my family. 


Happy Eid Al-Fitr



Sejak awal Ramadan, saya merasa ada banyak hal yang membuat suasana tidak kondusif. Untuk ibadah, untuk belajar, untuk tidur, tapi tidak untuk kerja (karena saya workaholic). Tapi toh langit memang tidak selalu biru, apalagi cuaca di Praha seringnya kelabu. Dan melalui suasana hati yang tak menentu, saya lagi-lagi diingatkan tentang bersyukur pada Allah Swt tentang apa-apa yang saya punya dan apa-apa yang saya tidak punya. 


Isn't it the purpose of Ramadan and Eid Al-Fitr? Semoga kita bisa kembali ke fitrah, menjadi manusia baik yang mencontoh Rasulullah Saw. Semoga suasana di Palestina mereda dan menjadi lebih baik. 


Selamat Idul Fitri dan Kenaikan Yesus Kristus. Mohon Maaf Lahir Batin dari Praha.



Love is real, real is love. -John Lennon-

Comments

agung wahyu said…
aamin.. sukses ya dik

Popular posts from this blog

Untuk Kamu-Kamu yang Tidak Pintar

Backpacker Thailand Trip (part 1): Jakarta-Bangkok

Review Macbook Air 11 Inch