I'm Aging Like A Fine Wine

"Never be ashamed." he said. "Accept what life offers you and try to drink from every cup. All wines should be tasted; some should only be sipped, but with others, drink the whole bottle."
"How will I know which is which?"
"By the taste. You can only know a good wine if you have first tasted a bad one."
Paulo Coelho, Brida.

Di negeri Koala, minuman ber-alkohol termasuk murah dengan varian rasa beragam. Suatu hal yang tidak mengejutkan karena Australia berada di peringkat ke-4 sebagai eksportir wine di seluruh dunia. Saya yang di Indonesia hanya mengenal bir bintang, cukup terpana saat datang ke Liquorland (supermarket yang khusus menjual minuman beralkohol) yang menyajikan banyak pilihan. Bergaul dengan banyak teman dari beragam negara tentu membuat saya mengetahui tiap negara memiliki minuman beralkohol yang khas. Jepang dengan sake, Cina dengan arak, Korea dengan soju, Eropa yang lebih populer dengan bir, dan Australia memiliki beragam pilihan wine. Kadang tiap kumpul-kumpul tiap orang punya preferensi masing-masing, "Are you beer person or wine person?"

Alkohol? Mabok-mabokan dong! Tidak selalu. Kalau dari yang saya amati, orang-orang minum alkohol saat melakukan aktivitas sosial. Alasannya karena efek alkohol membuat peminumnya menjadi lebih rileks, terbuka, berani. Bagi orang-orang yang memiliki kesulitan dalam berkomunikasi biasanya menenggak minuman dulu untuk memulai percakapan. Mereka yang berada dalam kategori ini tahu batasan kapan harus berhenti sebelum mabuk. Selain itu, pemerintah Australia juga menerapkan aturan yang sangat ketat perihal penjualan alkohol. Contohnya tiap pembeli harus menunjukkan identitas yang membuktikan mereka berusia di atas 18 tahun. Di NSW, penjualan alkohol ditutup jam 10 malam, sedangkan di Victoria jam 12 malam. Lalu di bar, pub, club, penjualan spirit ditutup jam 12 malam. Itu pun dibatasi tiap orang hanya boleh membeli 2 gelas shot. Saya sebagai waitress juga memiliki RSA (Responsible Service of Alcohol), semacam lisensi atau surat izin boleh menjual dan menyajikan alkohol. Untuk mendapatkan ini saya harus ikut kursus perihal alkohol seperti jenis-jenis gelas penyajian, seberapa banyak saya harus memberikan, perbedaan tingkat kecepatan mabuk laki-laki dan perempuan, dsb..dsb. Pemilik bar, pub, atau club juga wajib menjamin pengunjungnya agar dalam kondisi tidak mencelakakan diri sendiri dan orang lain.

Selain efek yang sudah disebutkan, alkohol juga memiliki efek berbeda pada tiap individu jika mereka minum dalam porsi berlebih. Teman saya ada yang jadi suka curhat sejujur-jujurnya sampai nangis (maka tiap dia mau curhat pasti saya sediakan dulu satu botol wine). Teman lain yang hobi ngedance, jadi makin hobi menggoyangkan badan dengan gaya aneh-aneh (maka saya sudah siap kamera untuk merekam video dan keesokan hari bisa untuk bahan olok-olok). Ada juga teman saya yang jadi suka mengungkapkan uneg-unegnya perihal seseorang di depan orangnya langsung (saya pernah sakit perut menahan tawa karena dia bicara kejelekan pemilik apartemen kami dan si korban menahan malu). Saya sendiri jadi tiba-tiba suka selfie dan mengirimkannya ke seseorang (akhirnya seorang teman selalu sigap menyembunyikan ponsel saya dan baru mengembalikan setelah saya sadar sepenuhnya). Pastinya, efek alkohol tidak seperti di TV-TV film action yang menjurus ke kekerasan. Malah kebanyakan jadi lucu-lucu. 

Vineyard Brangayne of Orange
Australia memiliki banyak perkebunan anggur. Selain perkebunan besar untuk industri, banyak juga vineyard yang dikelola oleh keluarga atau bahasa Indonesianya disebut UKM (Usaha Kecil Milyaran). Saat berkunjung ke kota Orange, saya sempat ikut tour ke beberapa vineyard, melihat kebun anggur, obrol-obrol santai sama pemilik tentang proses pembuatan, dan tentu mencicipi beragam wine produksi mereka. Uniknya, nggak ada rasa yang sama. Dari yang pernah dicoba, saya nggak suka: bir, red wine, gin. Yang saya suka: white wine, vodka, cider, champagne. 

Siap panen
From Orange mountain, that grows grape, and produce wine.
Bicara dan mencicipi wine bagi saya selalu seru. Mungkin bagi teman-teman Indonesia, saya termasuk anomali, muslim kok minum anggur. Namun ternyata teman-teman saya dari negeri muslim lain banyak yang juga yang pecinta alkohol. Hal ini kembali ke preferensi dan pilihan tiap individu. Dan saya suka sekali dengan ungkapan, I'm aging like a fine wine, I'm getting complexed and fruity.
Love is real, real is love. -John Lennon-

Comments

Popular posts from this blog

Untuk Kamu-Kamu yang Tidak Pintar

Tips Belajar IELTS (yang ngga berhasil-berhasil amat)

Giveaway & Talkshow with Nulisbuku Club