Langsung ke konten utama

Event Bandung: Book Talk Gloomy Gift

Hai Bandung! Meski saya udah lulus kuliah dan tidak lagi tinggal di Bandung, tapi tetep dong kota ini masih jadi tempat spesial. Nah, kebetulan banget dalam waktu dekat ini Klub Baca Bandung akan mengadakan acara yang berhubungan sama novel terbaru saya, Gloomy Gift di Bandung.

Acara: Book Talk Gloomy Gift
Waktu: 12 April 2015, 11.00-12.30
Tempat: Cokotetra Cafe, Jl. Ir. H. Juanda No. 322 (Seberang Bappeda Jabar)


Terus ngapain aja di sana? Acaranya santai aja, sih.. Tentu kita akan bahas tentang hal-hal menarik dari novel Gloomy Gift dan proses kreatifnya. Kalian yang datang boleh tanya sepuas-puasnya sama saya, gimana sih menulis novel action-romance itu? Secaraaaaa action itu sub-genre yang termasuk jarang di Indonesia dan how come adegan bertarung yang lebih enak ditonton di layar bisa dialihrupakan dalam bentuk tulisan? Terserah kalian mau tanya apa tentang novel ini, but please jangan tanya "Apa itu pengalaman pribadi kamu?". Hahaha..

Kalian juga boleh tanya tips-tips nulis (meski ngga ada hubungan sama Gloomy Gift) atau tentang proses penerbitan karena saya ditemani oleh teman-teman dari Bentang Pustaka dan akademi bercerita. Pokoknya kita ngobrol-ngobrol seru santai aja selama acara ini. Yang sudah atau belum baca novel-novelku juga boleh datang. Malah nanti ada doorprize buku lhooo... :D

Oiya, acara ini FREE, ga ada biaya, kecuali kalau mau makan di cafe-nya pasti bayar lah ya.. Hihihi.. Yuk ah, nu kasep, nu geulis, nu biasa wae, yang suka nulis, suka baca, suka nongkrong, suka makan, kita ngumpul tanggal 12 April.

Can't wait to see you! :)

Love is real, real is love. -John Lennon-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Untuk Kamu-Kamu yang Tidak Pintar

Zaman saya SMP sempat nge-tren adanya award semacam cewek tercantik, cowok terganteng, cewek tergaul, cowok terramah, dsb. Saat itu saya juga menang award, lho... jadi cewek ter-lemot alias lemah otak alias tulalit alias loading lama. Hahaha.. Dan emang bener sih, kala itu (sampai sekarang, meski nggak separah dulu) saya sering merespon sesuatu hal baru dengan kata pamungkas, “Hah? Hah?” dengan tampang boloho :))
Dari kecil saya nggak terlalu suka belajar akademis, apalagi di kelas. Lebih suka baca komik, majalah, novel, main, mengkhayal, jalan-jalan, atau membuat prakarya. Ibu juga bilang kalau saya bukan anak yang pintar, pun sampai sekarang punya kelemahan susah fokus saat di keramaian. Tapiiii... tapiii.. saat SD selalu ranking 3 besar, masuk SMP & SMA favorit dan mendapat peringkat 10 besar, lulus kuliah dari UI. Sombong kamu, Rhein! Itu namanya pintar!
No! Trust me, I’m not that smart dan kadang bingung kenapa bisa mencapai hal-hal yang mungkin termasuk wow untuk sebagian or…

Backpacker Thailand Trip (part 1): Jakarta-Bangkok

Sawaddi Kha...
Ayey! Rhein baru pulang dari Thailand dengan hati senang.. :D Hmm.. cerita mulai dari mana dulu ya? Persiapan dulu kali ya. Oke deh.
Persiapan Backpacker murah meriah. Selain sama keluarga atau dapat fasilitas dari instansi tertentu, Rhein selalu jalan-jalan ala backpacker. Why? Selain murah juga karena males geret-geret koper. Hahaha... Rencana backpacking ke Thailand ini berawal dari adanya tiket promo Air Asia & Lion Air sekitar 5 bulan lalu yang membuat Rhein berhasil mendapat tiket Jakarta-Bangkok PP seharga 700 ribu rupiah sajah! Yes, murah!
Menjelang sekitar 1-2 minggu keberangkatan, baru deh mulai cari info detail tentang segala hal menarik di Thailand. Dari worskhop Seasoned Traveler waktu di UWRF, dikasih tahu kalau persiapan sebelum traveling (apalagi bagi penulis) itu sangat penting supaya nggak blank banget saat di lokasi. Sehingga saat sampai di tujuan, kita nggak lagi bingung mau ngapain atau ke mana, tapi bisa lebih fokus menerima hal-hal detail yang …

Yang Berbeda: Orientasi Seksual dan Ras

Suatu kali di kelab malam, lantai dansa selalu menjadi tujuan utama saya untuk bergoyang. Lampu gemerlap, musik berdentam, dan di antara kerumunan saya melihat seorang perempuan rupawan dengan rambut indah panjang. Ia mengerling, mata kami bertemu. Tanpa ragu, gadis itu menarik saya untuk menari berpasangan. Beberapa pria melihat kami begitu asyik dan tertarik untuk mendekat, perempuan itu dengan setengah malas menghalau tak berminat. Seiring musik menghentak, kami berdansa makin semangat. Kami tertawa, saling sentuh menggoda, sesekali gadis cantik itu memeluk saya, tangannya serta merta meraba pinggul dan paha. Dengan alasan berpose selfie, pipi dan bibir saya pun diciumnya. Sampai ketika jemarinya berkelana ke bagian intim, saya merengkuh kedua pipinya dan berkata, "I'll go buy drinks. Okay?" 
Melanjutkan postingan sebelumnya, Australia tidak hanya menyuguhkan cerita tentang perbedaan agama. Kali ini saya akan bercerita tentang perbedaan lain yang jarang ditemui selama…