Langsung ke konten utama

Bahagia itu Bikin Cantik

Hari ini aku pulang. Libur kuliah yang cuma sebentar dan sudah diisi dengan rencana bisnis cari uang halal (Iya, buat beli smartphone yang ilang dicopet). Seperti biasa, sampai di rumah hanya ada Bapak dan Ibu. Kami bertiga pun bergosip dan saling curhat di kamar. Bapak Ibu cerita tentang bisnis di rumah, klien-klien yang lucu, pegawai-pegawai yang bikin gemas, dll. Aku? Cerita tentang kampus pastinya. Temen-temen, tugas-tugas, olahraga, kerjasama bisnis antar temen sekelas. Banyaklah.

Sampai terjadi percakapan begini.
Ibu: Teteh sekarang jadi cantik
Bapak: Ah, dari dulu Teteh emang cantik.
Ibu: Bukan, maksudnya lebih cerah, lebih bahagia, lebih cantik.
Aku: Masak sih? Mungkin karena aku seneng banget sama kehidupan sekarang.
Ibu: Iya, mungkin waktu kamu kerja kantoran dulu stress. Aura yang keluar suram. Hahaha..
Aku: Bisa jadi, sih. Banyak yang bilang aku jadi awet muda, lho.
Ibu: Kamu emang lebih ceria kayak anak-anak sekarang.
Bapak: Asal jangan kekanak-kanakan, ya...
Kami tertawa.

Bahagia itu bikin tambah cantik. Bahagia itu pilihan. ^_^

Update
Ada yg komen postingnya kurang foto yang menyiratkan aura bahagia. Aku kurang paham gimana aura bahagiayang biasanya keluar. Tapi, ini foto waktu  kemarin jalan-jalan bareng keluarga di Kebun Raya Bogor... I'm so happy!


Love is real, real is love. -John Lennon-

Komentar

Maya mengatakan…
aku juga abis kehilangan smartphone :( (curhat ga pnting)

btw, tulisan ini sbnrnya kurang foto. pgn liat juga 'aura bahagia'nya dg jelas :D
Bunda Dzaky mengatakan…
JIe jie yang awet muda... hihihi

Iya emang bahagia itu bikin cantik ^^
rosdiana riska mengatakan…
bahagia itu membuat otot otot muka gak tegang, jadinya gak cepet tua

Postingan populer dari blog ini

Untuk Kamu-Kamu yang Tidak Pintar

Zaman saya SMP sempat nge-tren adanya award semacam cewek tercantik, cowok terganteng, cewek tergaul, cowok terramah, dsb. Saat itu saya juga menang award, lho... jadi cewek ter-lemot alias lemah otak alias tulalit alias loading lama. Hahaha.. Dan emang bener sih, kala itu (sampai sekarang, meski nggak separah dulu) saya sering merespon sesuatu hal baru dengan kata pamungkas, “Hah? Hah?” dengan tampang boloho :))
Dari kecil saya nggak terlalu suka belajar akademis, apalagi di kelas. Lebih suka baca komik, majalah, novel, main, mengkhayal, jalan-jalan, atau membuat prakarya. Ibu juga bilang kalau saya bukan anak yang pintar, pun sampai sekarang punya kelemahan susah fokus saat di keramaian. Tapiiii... tapiii.. saat SD selalu ranking 3 besar, masuk SMP & SMA favorit dan mendapat peringkat 10 besar, lulus kuliah dari UI. Sombong kamu, Rhein! Itu namanya pintar!
No! Trust me, I’m not that smart dan kadang bingung kenapa bisa mencapai hal-hal yang mungkin termasuk wow untuk sebagian or…

Trip to Vietnam: Hanoi-Ha Long Bay

Sebenarnya perjalanan ini saya lakukan Oktober 2017 lalu, namun apa daya baru sempat ditulis sekarang. Kemudian kali ini juga kunjungan saya ke Vietnam yang kedua, yang  pertama tahun 2015 dan malah tidak saya tulis di blog. Semua karena apa? Tentu karena malas. Hahaha..

Berbekal izin libur dari kantor dan tiket yang nggak murah-murah amat, saya dan adik bertolak ke Vietnam, sempat transit dan bermalam di KLIA2 untuk flight pagi menuju Hanoi. Berhubung kali ini merupakan perjalanan singkat (maklum buruh), otomatis saya nggak bisa go-show ujug-ujug menclok di suatu negara baru dan berpikir mau ngapain aja seperti biasanya. Saya sudah booking hostel dorm (hanya $5! I love Vietnam! Cheap!) dan tujuan saya kali ini jelas: Bermalam di kapal pesiar di Ha Long Bay. Duh, buruh satu ini emang loba gaya pisan. 
Hari ke 1
Dari bandara Hanoi kami naik bis umum dengan waktu perjalanan kurang lebih 30 menit ke daerah Old Quarter atau Hoan Kiem District. Sebenarnya di bandara banyak yang menawarkan …

Backpacker Thailand Trip (part 4): Grand Palace - Asiatique

Rhein itu kebiasaan deh, kalau posting tentang backpacking pasti ngga beres dari berangkat sampai pulang. Seringnya kepotong setengah-setengah karena alasan yang entah apa. Mungkin ini mengidentifikasi kalau Rhein tipe orang yang cepet move on yah.. Hehehe.. 
Untuk Backpacking Thailand ini udah diniatkan harus ditulis sampai tamat! Soalnya ini backpacking berprestasi yang mengeluarkan budget murah, ke luar negeri pula. Baiklah, mari kita lanjutkan cerita-cerita backpackingnya dengan membongkar ingatan. Yang belum baca part sebelumnya ada di sini, di sini, dan di sini, ya.
Hari keempat di Thailand dan kembali ke Bangkok lagi. Pagi-pagi sekitar jam 8 Rhein udah siap mandi, dandan cantik, dan siap untuk wisata kebudayaan. Saat turun ke lobi, Rhein dikasih tahu sama penjaga penginapan bagaimana rute ke Grand Palace yang bisa ditempuh dengan jalan kaki dari Khaosan Road dan jangan tertipu sama orang-orang yang menawarkan tuktuk atau mengatakan bahwa Grand Palace tutup. Ih sumpah pemilik &…