Langsung ke konten utama

This is Why I Love Gio

Seperti yang pernah dilansir di postingan gw sebelumnya tentang selingkuhan baru, hari demi hari ternyata gw emang makin cinta. *halaaahhh*. Dan ternyata, seperti yang adek gw bilang, Android memang memudahkan hidup gw. Begitu banyak aplikasi yang sangat bermanfaat dan bisa membantu aktivitas gw sehari-hari.
Pertama dari segi komunikasi. Gw sangat mengandalkan What'sApp. Aplikasi yang bisa dipakai di Android, Blackberry, iPhone, dan Nokia ini bener-bener asik buat keep contact dan memperlancar komunikasi. Karena sistemnya pakai nomer hp sendiri, jadi nggak perlu buat akun kayak messenger lain. Sistem chattingnya mirip BBM dan sms. Lagipula, gratis. Hahaha...

Kedua, aplikasi social media yang pastinya lengkap. Mulai dari twitter, facebook, google +, dll bisa gw gunakan dengan cara yang simpel. Apalagi kemudahan untuk browsing apapun. Ketiga yang penting banget adalah email. Kebutuhan akan email buat gw saat ini hampir jadi kebutuhan primer. Dengan adanya Gio, gw selalu mendapat update gmail & yahoo kapan pun email baru masuk.

Aplikasi lain yang gw suka dan sangat membantu kerjaan gw sebagai editor adalah KBBI. Hahaha... Jadi gw ngga perlu buka-buka kitab KBBI yang tebel itu. Selain itu gw juga pake aplikasi Easy Money buat mengontrol keuangan, berbagai macam aplikasi TOEFL buat belajar, ThinkFree Office untuk nulis, ngedit, buat ppt, baca ebook, dll.

Oh ya, jangan lupa untuk yang narsis kayak gw perlu banget aplikasi Little Photo yang bisa ngasih efek-efek lucu dan keren. Untuk games, gw sih cukup Angry Birds, Fruit Ninja, sama Super Sudoku. Hihihi... Selain itu, nonton youtube di Gio ini juga bisa.. Hoho...
Dan jangan lupa, gw nulis posting ini juga dari Gio. You really support my activities, dear..

Published with Blogger-droid v2.0.2

Komentar

Juminten mengatakan…
Hidup Gio! Dan, HP ini super duper ringan, ya? ;P

Jangan lupa install aplikasi Komutta untuk tau jadwal kereta, rute TransJakarta, nomor telepon taxi dan nomor serta rute bus di Jakarta. :D
rhein fathia mengatakan…
@Juminten:

Waaahh... boleh dicoba tuh Komutta.. asik-asik langsung donlot. Hehehe..
Gw blom pernah nyoba android lain selain Gio & Mini, sih.. Tp emang lebih ringan Gio.. hohoho... Asik lah..

Postingan populer dari blog ini

Untuk Kamu-Kamu yang Tidak Pintar

Zaman saya SMP sempat nge-tren adanya award semacam cewek tercantik, cowok terganteng, cewek tergaul, cowok terramah, dsb. Saat itu saya juga menang award, lho... jadi cewek ter-lemot alias lemah otak alias tulalit alias loading lama. Hahaha.. Dan emang bener sih, kala itu (sampai sekarang, meski nggak separah dulu) saya sering merespon sesuatu hal baru dengan kata pamungkas, “Hah? Hah?” dengan tampang boloho :))
Dari kecil saya nggak terlalu suka belajar akademis, apalagi di kelas. Lebih suka baca komik, majalah, novel, main, mengkhayal, jalan-jalan, atau membuat prakarya. Ibu juga bilang kalau saya bukan anak yang pintar, pun sampai sekarang punya kelemahan susah fokus saat di keramaian. Tapiiii... tapiii.. saat SD selalu ranking 3 besar, masuk SMP & SMA favorit dan mendapat peringkat 10 besar, lulus kuliah dari UI. Sombong kamu, Rhein! Itu namanya pintar!
No! Trust me, I’m not that smart dan kadang bingung kenapa bisa mencapai hal-hal yang mungkin termasuk wow untuk sebagian or…

Backpacker Thailand Trip (part 1): Jakarta-Bangkok

Sawaddi Kha...
Ayey! Rhein baru pulang dari Thailand dengan hati senang.. :D Hmm.. cerita mulai dari mana dulu ya? Persiapan dulu kali ya. Oke deh.
Persiapan Backpacker murah meriah. Selain sama keluarga atau dapat fasilitas dari instansi tertentu, Rhein selalu jalan-jalan ala backpacker. Why? Selain murah juga karena males geret-geret koper. Hahaha... Rencana backpacking ke Thailand ini berawal dari adanya tiket promo Air Asia & Lion Air sekitar 5 bulan lalu yang membuat Rhein berhasil mendapat tiket Jakarta-Bangkok PP seharga 700 ribu rupiah sajah! Yes, murah!
Menjelang sekitar 1-2 minggu keberangkatan, baru deh mulai cari info detail tentang segala hal menarik di Thailand. Dari worskhop Seasoned Traveler waktu di UWRF, dikasih tahu kalau persiapan sebelum traveling (apalagi bagi penulis) itu sangat penting supaya nggak blank banget saat di lokasi. Sehingga saat sampai di tujuan, kita nggak lagi bingung mau ngapain atau ke mana, tapi bisa lebih fokus menerima hal-hal detail yang …

Perkara ber-Agama dan ber-Tuhan di Australia

"Are you a Buddhist?" Saya menatap teman, yang sudah saya kenal di tempat kerja selama satu bulan itu, dengan pandangan bermakna, "Hah?"
Australia, sebuah benua dan negara dengan penduduk sangat-sangat-sangat beragam latar belakangnya. Di sini, pertanyaan setelah "What's your name?" adalah "Where are you from?". Dan jawabannya jarang banget "I'm Aussie." Pasti dari negara yang beda-beda. Indonesia memang penganut Bhineka Tunggal Ika (yang sekarang sedang terluka), namun tinggal setahun di benua Kanguru membuat saya berinteraksi dengan lebih banyak lagi perbedaan. Postingan kali ini akan mencoba membahas tiga perbedaan signifikan berdasarkan pengalaman saya dan bagaimana menyikapinya. Tadinya saya mau menulis menjadi satu postingan, tapi berhubung hobi curhat jadi saya pisah karena kepanjangan.
AGAMA

"Are you working everyday?" Pemuda itu bertanya sembari tangannya sibuk menyiapkan pesanan mie. "No. I have day off …